Bolehkah Kerokan Usai Operasi Caesar?

Oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong pada 05 Jul 2019, 10:00 WIB
Rasa lelah dan nyeri pasca persalinan caesar membuat Anda ingin menikmati kerokan. Pertanyaannya, bolehkah kerokan setelah operasi caesar?
Bolehkah Kerokan Usai Operasi Caesar? (AFPics/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Seorang wanita mengalami banyak perubahan secara fisik sepanjang kehamilan. Usai persalinan pun, tubuh ibu harus kembali beradaptasi dengan berbagai perubahan lainnya, mulai dari ukuran rahim, darah nifas yang keluar hingga beberapa minggu, hingga perubahan payudara. Belum lagi rasa lelah yang dirasa selepas persalinan, baik normal maupun operasi caesar. Hal tersebut membuat ibu kerap ingin dipijat atau bahkan kerokan.

Sudah ada sejak lama

Kerokan (coining) adalah praktik kesehatan yang sudah ada sejak dahulu kala. Tak hanya di Indonesia, tradisi kerokan juga dikenal di Cina dan negara Asia lainnya dengan sebutan Gua Sha.

Metode ini diyakini dapat mengenyahkan energi negatif dari tubuh sehingga dapat menyembuhkan berbagai penyakit, terutama nyeri, pegal, dan gangguan otot (muskuloskeletal) lainnya.

Umumnya, kerokan dilakukan dengan menggunakan objek berujung tumpul, seperti koin yang digosokkan secara berulang di atas kulit. Diharapkan dari gerakan menggosok tersebut akan muncul kemerahan (ekimosis) di kulit yang dipercaya sebagai tanda keluarnya penyakit.

Bagi ibu usai operasi caesar, kerokan diharapkan dapat mengurangi rasa nyeri pasca operasi serta membuat lebih rileks karena hormon endorfin yang dilepaskan dalam tubuh setelah kerokan. Rasa nyaman dan rileks tersebut juga secara tidak langsung dapat meningkatkan produksi ASI.

Belum didukung bukti medis

Dalam dunia medis, sejauh ini belum ada bukti ilmiah yang mendukung praktik kerokan. Sebuah penelitian di Korea yang dimuat dalam jurnal Chinese Medicine menunjukkan bahwa kerokan tidak terbukti efektif dalam menangani nyeri akibat masalah otot.

Demikian pula dengan kerokan untuk ibu setelah operasi caesar. Hingga saat ini, belum ada studi yang membuktikan keamanan atau efektivitas kerokan dalam memulihkan kondisi tubuh ibu usai melahirkan.

Lebih jauh lagi, kerokan ternyata dapat menimbulkan sejumlah efek samping. Mulai dari iritasi dan rasa nyeri akibat gosokan koin, alergi terhadap bahan koin, hingga memar yang berkepanjangan, terutama pada penderita gangguan pembekuan darah. Selain itu, bila tidak menggunakan bahan yang steril, kerokan dapat berpotensi menimbulkan infeksi kulit.

Kerokan boleh, asalkan…

Meski demikian, bukan berarti kerokan tidak diperbolehkan sama sekali. Bila dilakukan dengan aman, praktik ini cukup aman untuk ibu pasca operasi caesar. Hanya saja, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum Anda memutuskan untuk dikerok.

Setelah menjalani persalinan caesar, Anda pasti merasa sakit karena operasi tersebut tergolong ke dalam operasi besar. Karena itu, sebaiknya beri waktu bagi tubuh untuk pulih kembali sebelum melakukan kerokan. Anda juga perlu menunggu hingga luka operasi mengering—kurang lebih 2-3 minggu—untuk dapat melakukan kerokan.

Saat melakukan kerokan, pastikan ahli pijat atau orang yang melakukan tindakan tersebut tidak melakukan penekanan yang terlalu keras hingga terjadi iritasi. Selain itu, kerokan juga dapat dikombinasikan dengan pijatan karena gerakan pijat memiliki sejumlah manfaat untuk ibu pasca persalinan caesar.

Lakukan pijatan lembut di daerah kaki, tangan, dan punggung untuk memaksimalkan efek relaksasi dari kerokan. Jangan lupa juga untuk memperhatikan area luka operasi caesar serta pastikan luka sudah mengering dan tidak terasa sakit lagi.

Sah-sah saja apabila Anda ingin kerokan usai operasi caesar. Hanya saja, pastikan kondisi Anda sudah cukup pulih dan sehat untuk dikerok atau dipijat. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter kandungan bila merasa ragu dengan kondisi tubuh atau luka operasi pasca persalinan caesar.

[HNS/ RVS]