Gejala Konstipasi yang Perlu Anda Tahu

Oleh dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc pada 06 Jul 2019, 17:00 WIB
Gejala konstipasi muncul ketika seseorang mengalami kesulitan buang air besar. Apa saja gejala sembelit ini?
Gejala Konstipasi yang Perlu Anda Tahu (AN Images/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Ada beragam gejala konstipasi yang biasanya dialami oleh mereka yang mengalami sembelit atau sulit buang air besar (BAB). Meski konstipasi umum diderita siapa saja, namun biasanya kondisi ini lebih banyak dialami oleh wanita.

Walaupun gangguan kesehatan ini kerap dianggap lazim, tetapi pada beberapa orang yang mengalami konstipasi kronis, kondisi tersebut bisa menyulitkan aktivitas sehari-hari.

Definisi konstipasi lebih dari sekadar sulit buang air besar

Pada umumnya sebagian orang menganggap gejala konstipasi terdiri dari perlu waktu lama di toilet karena sulit buang air besar, mengejan, dan butuh obat pencahar untuk bisa buang air besar. Tapi berbeda halnya menurut salah satu artikel yang dipublikasikan di American Journal of Gastroenterology. Dalam artikel tersebut, para peneliti menemukan bahwa apa yang dianggap sebagai gejala konstipasi belum tercakup dalam kriteria untuk mendiagnosis kondisi tersebut.

Sebagian besar orang yang mengaku mengalami konstipasi menunjukkan adanya gejala yang cocok dengan kriteria yang ada. Meski demikian satu dari 3 individu yang tidak memiliki keluhan lain, umumnya belum mengenali keluhan konstipasi yang mereka alami.

Menurut Dr. Eirini Dimidi, salah satu peneliti dari King’s College London, konstipasi umumnya terjadi akibat rendahnya kadar serat atau cairan dalam pola makan seseorang. Konstipasi juga bisa menjadi tanda adanya kondisi lain yang lebih serius. Misalnya keganasan di usus besar, penyakit divertikulitis, atau penyakit celiac. Sedangkan Julie Harrington dari badan sosial Guts UK mengatakan, tidak semua gejala konstipasi dirasakan sama pada satu orang dengan orang lainnya.

Masalah saluran cerna umumnya cenderung lebih tidak terdeteksi dibandingkan beberapa masalah kesehatan lain. Karena, orang-orang umumnya menunggu 6-12 bulan akibat malu atau takut.

Kenali gejala konstipasi

Dilansir dari laman BBC, para ahli dari King’s College London, Inggris, mencetuskan enam kelompok keluhan yang dapat membantu memformulasikan definisi baru dari konstipasi, yakni:

  • Ketidaknyamanan, nyeri, atau rasa begah pada perut, yang dapat disertai pakaian yang tidak muat seperti biasanya.
  • Ketidaknyamanan pada rektum, dapat ditandai dengan perdarahan akibat mengejan terlalu keras, rasa nyeri, atau rasa panas di sekitar anus.
  • Buang air besar yang tak jarang disertai feses yang keras. Rentang normal frekuensi buang air besar bisa bervariasi, dari tiga kali sehari hingga tiga kali seminggu.
  • Kelainan sensoris, di mana penderita tidak merasakan adanya dorongan untuk buang air besar atau saat buang air besar terasa tidak tuntas.
  • Frekuensi buang gas berlebih.
  • Kesulitan untuk menahan buang air besar atau adanya perdarahan dari rektum.

Jika Anda mengalami satu atau gejala konstipasi yang disebutkan sebelumnya selama tiga bulan terakhir, tandanya Anda mengalami konstipasi kronis. Sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Cara mengatasi konstipasi

Pertama-tama untuk mengatasi konstipasi Anda harus tahu penyebabnya terlebih dahulu. Sebab, ini akan berpengaruh terhadap penanganannya. Beberapa kasus memang butuh pemeriksaan dokter. Namun, secara umum konstipasi bisa diatasi dengan tips di bawah ini.

  • Perbanyak konsumsi makanan tinggi serat seperti kacang-kacangan, buah, dan sayur.
  • Olahraga secara teratur, karena bergerak aktif bisa membantu stimulasi aktivitas usus.
  • Minum air putih secara cukup untuk melunakkan tinja.
  • Hindari menunda buang air besar karena akan mengganggu proses pengosongan usus.
  • Penggunaan obat laksatif (hanya digunakan sebagai upaya terakhir) jika cara-cara di atas tidak berhasil. Sebelum mengonsumsinya pun harus dikonsultasikan dulu ke dokter.

Demikianlah kriteria gejala konstipasi atau sembelit. Secara umum, tujuh kali buang air besar dalam seminggu dianggap normal. Namun, para pakar mengatakan bahwa buang air besar tiga kali sehari sampai tiga kali seminggu juga masih tergolong normal. Karenanya, kenali pola buang air besar Anda. Dan konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami keluhan kesehatan.

(RN/ RVS)