Anak Tantrum, Benarkah Akibat Salah Pola Asuh?

Oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti pada 07 Jul 2019, 17:00 WIB
Anak tantrum sering terjadi saat usia 1-3 tahun. Namun, apakah itu akibat salah pola asuh? Simak penjelasannya di bawah ini.
Anak Tantrum, Benarkah Akibat Salah Pola Asuh? (Pixel-Memoirs/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Anak tantrum umumnya terjadi pada si Kecil menginjak usia 1-3 tahun. Sebab, pada usia ini emosinya mulai berkembang, tapi sayangnya anak belum mampu mengekspresikan perasaannya dengan baik. Namun, benarkah anak tantrum akibat salah pola asuh?

Istilah tantrum sendiri tentu sudah tidak asing lagi, khususnya bagi kalangan orang tua. Tantrum atau yang biasa dikenal dengan mengamuk adalah salah satu perilaku anak yang terbentuk karena munculnya perasaan marah yang meledak-ledak, frustasi, kecewa, dan beberapa perasaan tidak menyenangkan lainnya yang belum mampu dikontrol si Kecil.

Perilaku tantrum yang ditunjukkan si Kecil biasanya juga cukup beragam, mulai dari menangis, berteriak, menendang, melengkungkan badan, menjatuhkan diri, hingga menjadi agresif dan merusak benda-benda di sekitarnya.

Orang tua berperan besar mengendalikan tantrum si Kecil

Kondisi tantrum terjadi pada usia sangat dini, tentu orang tua sangat berperan besar untuk mengarahkan dan mendidik si Kecil dalam mengelola emosinya. Apabila orang tua sampai salah dalam bersikap, maka alih-alih mereda, tantrum si Kecil justru akan semakin tidak terkontrol.

Orang tua perlu mengetahui beberapa penyebab si Kecil menjadi Tantrum agar dapat menyikapinya dengan tepat. Tantrum dapat disebabkan oleh sifat bawaan si Kecil yang temperamental, stres, kelaparan, ketakutan, merasa khawatir, malu, serta kesulitan dalam melakukan sesuatu, sehingga membuatnya tidak sabar dan frustasi.

Mempelajari pola yang memicu tantrum pada si Kecil dapat membantu Anda untuk bersikap sesuai dengan kebutuhan si Kecil. Namun sebelum itu, hal terpenting yang perlu Anda lakukan adalah bersikap tenang atau setidaknya berpura-pura tenang.

Sebab, amarah Anda tidak akan membuat tantrum si Kecil mereda, bahkan justru dapat memperburuknya. Jaga intonasi suara Anda tetap tenang dan datar, lalu bertindaklah dengan perlahan.

Apa yang harus dilakukan saat si Kecil tantrum?

Hal pertama yang perlu dilakukan saat si Kecil tantrum adalah bertanya padanya, apa yang membuatnya kesal. Lalu berikan anak waktu untuk mengungkapkan perasaan dan menceritakan apa yang membuatnya kesal.

Cara si Kecil menyampaikannya tentu akan berbeda dengan orang dewasa, maka berusahalah untuk memahaminya. Dengarkan dan tunjukkan bahwa Anda memperhatikan perasannya dan berusaha membantunya. Tunggu amarahnya mereda dan tempatkan diri Anda berada di dekatnya, agar si Kecil mengetahui jika dirinya sedang diperhatikan.

Jika si Kecil tantrum karena tidak suka dengan aktivitas Anda, maka berusahalah untuk mengubah jadwal agar dapat melakukan aktivitas tersebut tanpanya. Misalnya, jika si Kecil tidak suka ikut berbelanja, maka usahakan pergi berbelanja tanpa kehadirannya atau jika Anda terpaksa membawanya, buatlah perasaannya ceria dengan mengajaknya bercanda atau membuatnya kenyang sebelum pergi berbelanja.

Bisa juga, si Kecil menjadi tantrum karena kelaparan atau sekadar mengantuk. Anda bisa memberikan makanan kesukaannya atau menggendongnya. Biasanya kedua hal tersebut dapat membantu meredakan emosinya.

Namun, tak jarang juga si Kecil menjadi tantrum karena Anda melarangnya melakukan hal-hal yang berbahaya. Untuk kondisi ini, maka saatnya Anda mengambil alih kendali.

Jangan berikan apa yang diinginkannya jika hal tersebut memang berdampak buruk. Cobalah kreatif untuk menyelesaikannya, misalnya jika si Kecil tidak ingin keluar dari bak mandi, maka Anda dapat mencabut sumbatnya daripada mengangkatnya dengan paksa.

1 of 2

Kunci mengatasi anak tantrum

Konsisten dan tetap tenang adalah kunci mengatasi si Kecil yang tantrum. Sebab, jika Anda tidak konsisten dan sesekali memberikan apa yang diinginkannya, maka di kemudian hari si Kecil akan menjadi semakin tantrum karena merasa itulah cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.

Berikut adalah beberapa cara untuk membuat diri Anda tetap tenang saat si Kecil tantrum:

  • Pelajari pemicu tantrum si Kecil dan kembangkan strategi lebih awal untuk menghadapinya. Dengan begini, Anda akan lebih siap dan tenang pada saat tantrum si Kecil terjadi.
  • Menerima bahwa Anda tidak dapat langsung mengendalikan emosi si Kecil. Namun, tugas Anda adalah menjaganya agar tetap aman, tidak menganggu orang lain, dan membimbingnya agar semakin baik di masa depan.
  • Memahami bahwa memang butuh waktu yang tidak sebentar, tapi hal ini hanyalah sebagian kecil dari peran Anda sebagai orang tua agar kelak bisa mempersiapkan si Kecil menjadi manusia yang handal dan dapat memberikan banyak manfaat bagi orang lain.
  • Memahami jika si Kecil hanya sedang terjebak dalam kebiasaan buruk dan belum punya keterampilan untuk mengatasinya.
  • Pertahankan selera humor agar Anda bisa lebih tenang. Namun, jangan mentertawakan kemarahan si Kecil karena akan membuatnya semakin kesal.
  • Jika Anda yakin sudah melakukan yang terbaik, abaikan komentar atau sindiran orang lain, tetap fokus untuk memberikan pendidikan pengelolaan emosional pada si Kecil. Jika Anda menyadari melakukan kesalahan, maka segeralah perbaiki dan belajarlah dari kesalahan tersebut.

Jadi, jika anak tantrum, jangan buru-buru menyalahkan diri sendiri karena pola asuh yang Anda terapkan. Mengevaluasinya memang diperlukan, tapi tetap tenang dan mengontrol diri adalah kunci utama dalam menghadapi anak yang tantrum. Tenangkan diri Anda sebelum menenangkan si Kecil agar tantrum bisa teratasi dengan baik.

[MS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓