Bekal Makanan Si Kecil yang Wajib Dibawa saat Perjalanan Jauh

Oleh KlikDokter pada 08 Jul 2019, 14:30 WIB
Berencana liburan bersama Si Kecil, Bun? Agar Si Kecil tidak rewel, bekal makannya harus diperhatikan. Inilah bekal yang wajib dibawa saat perjalanan jauh untuk Si Kecil.
Bekal Makanan Si Kecil yang Wajib Dibawa saat Perjalanan Jauh (Lithiumphoto/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Melakukan perjalanan jauh mengajak Si Kecil bisa menantang sekaligus menyenangkan. Selain pakaian, perlengkapan, atau mainan favoritnya, agar tak rewel selama di perjalanan Bunda harus mempersiapkan stok makanan untuknya. Berikut panduan bekal makanan Si Kecil yang wajib dibawa saat perjalanan jauh.

Sesuaikan perjalanan dan daya tahan tubuh

Pertama-tama, sesuaikan perjalanan dan sistem imun tubuh Si Kecil. Telah diteliti bahwa perjalanan bisa memberikan stres yang cukup berat pada tubuh, baik dalam hal toksin di lingkungan, perubahan paparan kuman, istirahat yang kurang maksimal, serta jadwal makan yang berubah.

Namun jangan khawatir, itu semua bisa diantisipasi dengan memastikan Si Kecil memperoleh asupan gizi terbaik. Kondisi Si Kecil yang lelah saat perjalanan dan dilanda rasa bosan akan terobati dengan makanan favoritnya. Ini juga mencegah Si Kecil jajan makanan yang dijajakan di sepanjang perjalanan yang tak jelas kebersihan dan kandungan gizinya, sehingga risikonya terkena infeksi saluran cerna bisa diminimalkan.

Waspada traveler’s diarrhea dan hepatitis

Dalam dunia medis dikenal istilah traveler’s diarrhea, yaitu diare dalam jumlah banyak akibat infeksi saluran cerna. Penyebab paling sering adalah bakteri atau parasit, dan berkaitan dengan kebersihan makanan dan paparan jenis kuman yang dihadapi tubuh.

Bentuk infeksi lain yang juga berkaitan dengan kebersihan makanan adalah penyakit kuning (hepatitis). Infeksi virus terhadap organ hati ini menyebabkan tubuh berwarna kuning, disertai nyeri perut, muntah, dan menceret. Seperti diare, penularan kuman juga berkaitan dengan kurangnya kebersihan dalam pengolahan dan penyajian makanan. Sebab, jenis kuman ini ditularkan secara fekal-oral (dikeluarkan lewat feses, kemudian masuk kembali lewat makanan ke penderita berikutnya).

Bekal makanan Si Kecil yang wajib dibawa saat perjalanan jauh

Bunda perlu menyusun makanan sehat untuk Si Kecil selama dalam perjalanan, yaitu yang mengandung nutrisi makro dan mikro yang seimbang.

Nutrisi makro adalah zat nutrisi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang besar, terdiri dari karbohidrat, lemak, dan protein. Nutrisi mikro adalah zat nutrisi dibutuhkan tubuh dalam jumlah relatif sedikit, tetapi tetap penting untuk kerja tubuh. Contohnya adalah aneka vitamin dan mineral yang banyak disediakan oleh sayur dan buah.

Berikut ini adalah beberapa panduan yang bisa Bunda contek dalam menyusun bekal makan Si Kecil.

  1. Sesuaikan lama perjalanan dengan ketahanan bekal

Makin panjang perjalanan, pemilihan bekal akan makin menantang. Untuk perjalanan jauh yang lebih dari 5 jam, bekal yang sifatnya kering direkomendasikan. Contohnya adalah makanan yang digoreng atau dipanggang. Hindari membawa makanan yang basah dan berkuah, kecuali jika Bunda punya tempat untuk menghangatkannya.

Bekal yang bisa dibawa antara lain bento box berisi nasi putih atau nasi merah, dengan lauk nugget ayam buatan sendiri. Nasinya sendiri bisa dibentuk atau dihias sekreatif mungkin, sehingga memiliki tampilan yang menggugah selera Si Kecil. Bunda juga bisa membuatkan onigiri sehingga ada tambahan sumber protein, yodium, kalsium, dan vitamin B dari rumput laut kering. Bila bosan dengan nasi, kentang goreng bisa jadi pilihan.

Bila ingin membawa bekal berbahan dasar daging, maka rolade daging sapi bisa jadi pilihan Bunda. Rolade cukup tahan lama, asal dipisahkan dari sausnya.

Bunda juga bisa menyiapkan makaroni panggang karena mengandung sumber gizi yang cukup lengkap karena kandungan susu, potongan sayur, dan daging cincang di dalamnya.

Satu hal yang penting untuk diingat, jika Bunda membawa makanan yang digoreng, pastikan untuk tidak menggorengnya terlalu lama. Selain itu, untuk mencegah perubahan menuju lemak trans, jangan gunakan minyak goreng bekas pakai secara berulang-ulang.

  1. Pisahkan makanan yang berbeda

Khususnya untuk perjalanan yang cukup panjang, sebaiknya Bunda tidak mencampurkan beberapa makan ke dalam satu tempat. Mencampurnya, terutama jika ada makanan yang agak basah, akan menyebabkan seluruh makanan mengalami perubahan secara bersamaan.

  1. Sayur dan buah tak boleh ketinggalan

Sayur dan buah adalah sumber vitamin dan mineral yang sangat kaya. Sekalipun dalam perjalanan jauh, kebutuhan Si Kecil akan mikronutrien ini harus tercukupi.

Kecukupan buah dan sayur tidak hanya penting untuk metabolisme dan fungsi tubuh, tetapi juga untuk kelancaran proses pencernaannya. Sebab, kandungan serat pada buah dan sayur tergolong tinggi.

Agar tahan lama, Bunda bisa menyiapkan bekal berupa sayur dan buah segar. Sayur yang bisa dipilih adalah timun, selada (lettuce), selada air, dan tomat. Jangan lupa untuk mencucinya terlebih dulu dengan air mengalir. Untuk buah, bawalah dalam keadaan masih belum dikupas dari kulitnya.

Untuk Si Kecil yang picky makan sayur, Bunda bisa mengakalinya dengan mencampurkan potongan sayur, misalnya ke dalam nugget, telur dadar, martabak telur, risoles, dan lain-lain.

  1. Bawa air putih dalam jumlah yang cukup

Terlalu fokus menyiapkan bekal makanan, sering yang lupa bawa air putih. Padahal, minum air putih secara cukup dapat membuat Si Kecil terhindar dari dehidrasi. Daripada harus repot mampir ke toko untuk beli air, baiknya sudah dipersiapkan sebelum berangkat.

  1. Makanan cadangan yang tak kalah penting

Selain menu makan besar, Bunda juga baiknya menyiapkan makanan cadangan bergizi lainnya. Contoh yang paling baik adalah susu kemasan steril dalam bentuk cair yang praktis dan bisa dibawa ke mana-mana, sekaligus Enak Bernutrisi, yaitu Morinaga Chil*Go!

Pastikan untuk memilih susu cair kemasan steril yang mengandung nutrisi untuk mendukung kecerdasan multitalenta, pertahanan tubuh ganda, dan pencernaan sehat Si Kecil yang berusia 1-12 tahun. Nutrisi yang dimaksud adalah serat pangan inulin 1700 mg, kolin, inositol, zat besi, yodium, dan vitamin B kompleks. Proses produksi Morinaga Chil*Go! sangat higienis dan memenuhi kriteria keamanan pangan, serta tidak menggunakan bahan pengawet.

Morinaga Chil*Go! bisa menjadi sahabat setia bekal sehat yang praktis untuk Si Kecil dalam melakukan aktivitas di luar rumah, termasuk saat dalam perjalanan jauh. Tersedia dalam lima varian rasa: cokelat, stroberi, vanila, melon dan pisang. Untuk makanan selingan lainnya, Bunda juga bisa membawa yoghurt, biskuit, atau kue buatan sendiri.

Itulah panduan bekal makanan Si Kecil yang wajib dibawa saat perjalanan jauh. Dari situ, Bunda bisa mempersiapkan bekal makanan sehatnya sekreatif mungkin. Jika perlu, libatkan Si Kecil dalam merencanakan bekalnya agar semangat memakannya. Kesehatan Si Kecil terjaga, perjalanan liburan pun akan lebih mengasyikkan!

(RN/ RH)