Minum Jus Tomat Bisa Turunkan Risiko Penyakit Jantung?

Oleh dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc pada 09 Jul 2019, 08:00 WIB
Apa iya minum jus tomat secara rutin bisa turunkan risiko munculnya penyakit jantung di kemudian hari?
Minum Jus Tomat Bisa Turunkan Risiko Penyakit Jantung? (Just Dance/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Menurut pendapat sebagian kalangan, minum jus tomat secara rutin bisa membantu turunkan risiko penyakit jantung. Apakah ini cuma mitos atau memang ada landasan medisnya?

Penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular) adalah salah satu penyebab kematian tertinggi di berbagai belahan dunia, baik di negara maju maupun berkembang.

Kondisi tersebut bisa disebabkan oleh berbagai faktor risiko. Baik yang dapat dimodifikasi seperti kebiasaan merokok, maupun yang tidak bisa dimodifikasi seperti usia. Oleh karena itu, seiring dengan bertambahnya usia, meminimalkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular melalui faktor-faktor yang bisa dimodifikasi bisa memegang peran penting.

Rutin minum jus tomat turunkan risiko penyakit jantung?

Nutrisi adalah salah satu elemen penting bagi kesehatan, termasuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Pola makan sehat bisa menjadi salah satu tameng untuk melindungi diri dari penyakit kardiovaskular.

Selain menjauhi daging yang diproses, makanan tinggi kolesterol, karbohidrat olahan, makanan cepat saji, dan minuman manis atau bersoda, ada pula cara alami lain untuk turunkan risiko penyakit jantung dan kardiovaskular. Katanya, minum jus tomat bisa membantu Anda mencapainya.

Studi oleh tim peneliti dari Tokyo Medical and Dental University, Jepang, mencoba untuk mengevaluasi apakah konsumsi jus tomat secara rutin dapat menjadi salah satu cara untuk menurunkan risiko munculnya penyakit kardiovaskular. Bagaimana bisa?

Tomat diketahui mengandung berbagai komponen bioaktif seperti karotenoid, vitamin A, kalsium, dan asam gamma-aminobutyric. Semuanya itu punya andil dalam menjaga kesehatan fisik dan psikologis.

Tekanan darah turun secara signifikan

Studi yang dipublikasikan di jurnal ilmiah “Food Science & Nutrition” ini mencoba untuk mengevaluasi tekanan darah hampir 500 partisipan (184 pria dan 297 wanita) yang memiliki kondisi hipertensi dan pra hipertensi.

Kemudian, mereka terus diamati selama setahun dengan instruksi mengonsumsi jus tomat secara rutin. Hasilnya, tekanan darah diamati lebih rendah secara signifikan pada periode pengamatan 1 tahun sejak studi dimulai. Tekanan darah sistolik turun dari rata-rata 141,2 menjadi 137 mmHg, sementara tekanan darah diastolik turun dari rata-rata 83,3 menjadi 80,9 mmHg. Efek ini ditemukan serupa baik pada pria maupun wanita, serta berbagai kelompok usia.

Para peneliti juga mengevaluasi metabolisme glukosa pada individu yang memiliki toleransi glukosa yang terganggu. Namun, tidak terlihat adanya perbedaan kadar glukosa yang signifikan pada kelompok individu tersebut setelah mengonsumsi jus tomat secara rutin selama satu tahun.

1 of 2

Temuan studi cukup menjanjikan, tetapi tetap ada kekurangan

Selain itu, peneliti juga melakukan evaluasi kdar berbagai jenis lemak, termasuk trigliserida, HDL (kolesterol baik), serta LDL (kolesterol jahat) setelah konsumsi rutin jus tomat selama setahun.

Hasilnya, meski tak terlihat adanya perbedaan kadar trigliserida dan HDL, tetapi tercatat penurunan LDL. Angkanya adalah dari rata-rata 155 menjadi 149,9 mg/dL.

Seperti yang Anda tahu, kadar LDL yang tinggi diketahui merupakan salah satu faktor risiko yang berkaitan dengan terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah.

Memang hasil studi di atas terdengar cukup menjanjikan, tetapi studi tersebut punya beberapa keterbatasan. Salah satunya adalah jumlah partisipan yang relatif sedikit.

Selain itu, tim peneliti juga tidak memiliki akses terhadap pola makan dari para peserta. Terkadang, mungkin saja partisipan mengonsumsi jus tomat sebagai pengganti camilan yang kurang sehat.

Oleh karena itu, studi tersebut tidak dapat menentukan apakah penurunan tekanan darah dan LDL yang diamati berkaitan secara langsung dengan konsumsi jus tomat.

Kesimpulannya, studi menemukan bahwa risiko penyakit jantung dan pembuluh darah bisa diturunkan dengan minum jus tomat secara rutin. Cara kerjanya adalah dengan menurunkan tekanan darah serta kadar kolesterol jahat. Meski begitu, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk sebelum memastikan adanya hubungan sebab akibat antara keduanya.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓