Herpes di Wajah, Waspada Herpes Zoster Oftalmikus

Oleh dr. Valda Garcia pada 09 Jul 2019, 13:20 WIB
Bukan hanya di kelamin, herpes di wajah pun ada. Waspadai herpes zoster oftalmikus yang bisa menyerang wajah Anda.
Herpes di Wajah, Waspada Herpes Zoster Oftalmikus (aad.org)

Klikdokter.com, Jakarta Virus herpes dapat menjangkiti siapa saja tanpa memandang usia dan jenis kelamin. Herpes di wajah mungkin sedikit kurang dikenal dibandingkan herpes di area kelamin.

Virus herpes terdiri dari delapan jenis, tapi hanya dua jenis yang paling umum terjadi, yaitu herpes simpleks dan herpes zoster. Kalau herpes simpleks termasuk dalam penyakit kelamin, herpes zoster dapat terjadi di seluruh tubuh, termasuk wajah.

Herpes zoster atau disebut juga cacar api pada umumnya ditandai dengan munculnya ruam kemerahan di permukaan kulit yang menyebabkan rasa sakit dan terbakar. Penyakit ini adalah jenis infeksi yang merupakan proses reaktivasi dari infeksi virus cacar air atau Varicella-Zoster sebelumnya.

Karena itu, seseorang yang mengalami herpes zoster memiliki riwayat infeksi cacar air sebelumnya. Saat pengobatan cacar air, virus tidak sepenuhnya teratasi. Virus ini pun menetap di dasar tulang tengkorak atau tulang belakang dan dapat aktif kembali di kemudian hari.

Terdapat beberapa faktor risiko yang dapat memicu terjadinya infeksi herpes zoster, yang sebagian besar sangat berkaitan dengan daya tahan atau imunitas tubuh, yaitu:

  • Lanjut usia (di atas 60 tahun)
  • Pengguna obat imunosupresan
  • Pasien imuunocompromised (HIV)
  • Stres psikologis

Bisa timbulkan komplikasi pada mata

Ketika lesi herpes zoster menyerang wajah, sebaiknya terapi yang dilakukan harus tepat sesuai dengan petunjuk dokter. Jika tidak tertangani dengan baik, dapat timbul komplikasi pada mata yang disebut dengan herpes zoster oftalmikus (HZO).

Herpes zoster oftalmikus merupakan salah satu penyakit mata yang menimbulkan gejala berupa ruam kulit disertai nyeri pada salah satu sisi wajah. HZO pada umumnya terjadi pada dewasa, tapi bukan tidak mungkin ditemukan juga pada usia muda.

Jika seseorang memiliki daya tahan tubuh yang baik, virus Varicella Zoster akan dapat ditekan. Namun, ketika daya tahan tubuh sedang turun, virus akan kembali menjadi aktif dan menginfeksi persarafan yang memicu respons imun tubuh. Akibatnya, timbul lepuh pada wajah maupun peradangan pada mata, berdasarkan lokasi dan jaringan yang terinfeksi.

Gejala herpes zoster oftalmikus

Tidak seluruh orang yang mengalami infeksi herpes zoster akan mengalami HZO. Oleh karena itu, jika herpes zoster terjadi pada wajah, sebaiknya Anda memperhatikan beberapa gejala berikut:

  • Hutchingson's sign di mana terdapat ruam lepuh pada hidung
  • Mata merah
  • Penurunan tajam penglihatan
  • Nyeri pada mata
  • Berair

HZO dapat menimbulkan infeksi pada kornea hingga dapat membuat peradangan pada iris. Kondisi ini dapat disertai dengan peningkatan tekanan pada bola mata. Jika hal ini tidak tertangani dengan baik dapat menimbulkan kebutaan.

Ketika melakukan konsultasi dengan dokter, seorang penderita HZO akan diberikan antivirus yang harus dikonsumsi selama 7-10 hari. Reaksi peradangan pada mata biasanya akan diatasi dengan pemberian tetes mata steroid oleh dokter.

Jika diperlukan, dokter dapat memberikan obat untuk menurunkan tekanan bola mata. Selain itu, apabila pasien merasakan nyeri yang tidak tertahankan, dokter akan mempertimbangkan pemberian obat antinyeri. Ingat, penggunaan obat-obat tersebut harus sesuai dengan petunjuk dokter.

Jadi, ketika Anda terinfeksi cacar air, pastikan Anda sudah benar-benar terbebas dari virus. Herpes di wajah bisa muncul akibat virus yang belum sepenuhnya tertangani maupun berbagai komplikasi, seperti herpes zoster oftalmikus. Untuk mencegahnya, Anda disarankan untuk menjaga daya tahan tubuh dan melakukan vaksinasi Varicella Zoster. Segera periksa ke dokter jika Anda mengalami gejala yang mengarah pada munculnya herpes.

[HNS/ RVS]