Jemaah Calon Haji Hobi Minum Kopi, Rentan Kena Dehidrasi?

Oleh dr. Muhammad Iqbal Ramadhan pada 09 Jul 2019, 14:15 WIB
Untuk hilangkan kantuk atau menambah energi, jemaah calon haji mungkin akan sering minum kopi. Apakah ini rentan picu dehidrasi?
Jemaah Calon Haji Hobi Minum Kopi, Rentan Kena Dehidrasi? (Enciktat/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Mungkin untuk hilangkan kantuk atau menambah energi, banyak jemaah calon haji yang hobi minum kopi. Padahal, mereka disarankan untuk menghindari kafein karena bisa menimbulkan dehidrasi atau membuatnya makin parah.

Dari mulai persiapan hingga ibadah haji, aktivitas jemaah sangat padat hingga bisa menguras tenaga, apalagi ditambah dengan cuaca di Tanah Suci yang panas terik. Jika asupan cairan tidak dijaga, dehidrasi sangat mungkin terjadi.

Kenali gejala dehidrasi

Ketika volume cairan di dalam tubuh berkurang dari nilai normal, keseimbangan mineral dan elektrolit juga akan terganggu. Kondisi ini dapat mengganggu fungsi organ tubuh, dan terjadilah proses dehidrasi (kekurangan cairan).

Gejala awal dehidrasi antara lain:

  • Haus berlebihan
  • Nyeri kepala
  • Mulut terasa kering
  • Badan lemas

Sebuah studi menyimpulkan bahwa kafein bersifat diuretik atau menyebabkan frekuensi buang air kecil bertambah. Dalam studi tersebut, orang-orang yang minum kopi mengalami peningkatan frekuensi buang air kecil dan volume urine hingga 50 persen.

Sementara itu, ada pula beberapa faktor suatu minuman dapat mengganggu keseimbangan cairan setelah dikonsumsi, yaitu:

  • Kandungan makronutrien (karbohidrat, lemak, dan protein)
  • Kandungan elektrolit (terutama sodium dan kalium)
  • Kandungan diuretik (misalnya kafein)

Dalam studi tersebut, dilakukan perbandingan produksi urine antara beberapa minuman, seperti air putih, susu, dan kopi setelah 2 jam dikonsumsi. Hasilnya, kopi merupakan minuman yang paling menyebabkan cairan tubuh terbuang.

Kopi dan kafein

Kafein adalah senyawa methylxanthine yang terjadi secara alami yang dapat ditemukan dalam kopi, teh, dan cokelat. Kafein bertindak mengurangi reabsorpsi natrium fraksional di sel-sel ginjal. Ketika dikonsumsi dalam dosis besar (≥ 500 mg), kafein memunculkan efek diuretik atau pengeluaran cairan dari tubuh.

Potensi diuretik dari kafein pada manusia telah diteliti selama bertahun-tahun, dengan laporan ilmiah pertama yang diterbitkan lebih dari 80 tahun yang lalu. Para peneliti menyimpulkan bahwa kafein menyebabkan diuresis akut, tetapi konsumsi kafein secara teratur dan berulang dapat menyebabkan toleransi terhadap efek diuretiknya.

Meskipun datanya bervariasi, kecenderungan umum menunjukkan mereka yang tidak terbiasa minum kopi tapi mengonsumsinya dalam dosis tinggi bisa mengalami peningkatan volume urine yang akut. Tetapi dosis kafein yang rendah hingga sedang tidak menyebabkan efek diuretik.

Tips sehat minum kopi untuk jemaah calon haji

Meski minum kopi dianggap baik selama porsinya tepat, tetapi kandungan stimulan dalam kafein juga bisa menekan nafsu makan Anda. Beberapa orang bahkan sengaja minum kopi untuk menggantikan sarapan.

Kebiasaan tersebut jelas tidak sehat. Kopi tidak bisa menggantikan kebutuhan asupan nutrisi. Selain itu, kopi juga dapat meningkatkan asam lambung jika diminum dalam keadaan perut kosong.

Bagi para jemaah calon haji, aktivitas ibadah akan meningkat dari biasanya, sehingga asupan nutrisi harus lebih diperhatikan. Karenanya, jemaah tak boleh melewatkan sarapan dan tidak disarankan untuk menggantinya dengan kopi.

Jika ingin ngopi, waktu idealnya adalah pagi menjelang siang, yaitu pukul 09.00-11.30, ketika hormon kortisol tubuh sedang rendah-rendahnya.

Selain itu, minum kopi dengan tambahan gula, perasa, atau pemanis buatan lainnya bisa menjadikan esensi utama kandungan kopi hilang. Tak hanya itu, jika dilakukan terus-terusan kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko penyakit diabetes. Konsumsi kopi yang disarankan adalah kopi hitam murni tanpa tambahan apa pun.

Kiat agar jemaah calon haji terhindar dari dehidrasi

Ada beragam cara yang bisa dilakukan para jemaah calon haji agar terbebas dari dehidrasi. Anda yang sedang menjalankan ibadah haji, rasanya perlu untuk menjalankan kiat berikut agar ibadah yang Anda jalani bisa lebih khusuk karena tidak terganggu oleh dehidrasi.

Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:

  • Cukupi kebutuhan air minum Anda dalam sehari, minumlah 3-4 liter air.
  • Saat berkemih, perhatikan warna urine untuk melihat apakah ada tanda-tanda dehidrasi.
  • Tetap makan dan perhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi.
  • Jangan menunda untuk mengonsumsi jatah makanan yang baru dibagikan.
  • Gunakan waktu istirahat sebaik mungkin.
  • Segera konsultasi ke petugas kesehatan kloter jika mengalami gangguan kesehatan.
  • Banyak konsumsi buah dan sayuran.
  • Hindari aktivitas yang tidak berhubungan dengan rangkaian ibadah, terutama di ruangan terbuka.
  • Sebelum berangkat selalu menjaga kesehatan dan olahraga teratur.
  • Membawa obat-obatan yang rutin dikonsumsi jika jemaah punya penyakit kronis.
  • Membawa obat-obatan sederhana seperti obat diare, sakit kepala, antialergi, dan mual muntah.

Minum kopi memang nikmat. Namun bagi para jemaah calon haji yang padat aktivitas ibadah rentan kena dehidrasi jika terlalu banyak mengonsumsi minuman ini. Ditambah lagi cuaca panas terik dengan kelembapan yang rendah kondisi dehidrasi sangat mungkin terjadi. Karenanya, jemaah disarankan untuk banyak minum air putih 100 ml per jam selama beraktivitas agar cairan tubuh tetap terjaga.

(RN/ RVS)