Gigi Rapuh, Tanda Penyakit Kronis?

Oleh drg. Callista Argentina pada 10 Jul 2019, 10:30 WIB
Salah satu masalah gigi yang kerap terjadi adalah gigi rapuh. Apakah gigi rapuh pertanda adanya penyakit kronis di tubuh?
Gigi Rapuh, Tanda Penyakit Kronis? (Tschub/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Rongga mulut merupakan gerbang bagi kesehatan tubuh. Artinya, jika Anda memiliki kesehatan gigi dan mulut yang buruk maka akan turut berdampak buruk pada kondisi tubuh secara keseluruhan. Dan, salah satu masalah gigi yang kerap terjadi adalah gigi rapuh. Bila Anda mengalaminya, jangan disepelekan. Bisa jadi, itu adalah pertanda adanya penyakit kronis di tubuh.

Hal tersebut juga dibenarkan WHO (World Health Organization). Menurut badan kesehatan dunia itu, penyakit gigi, termasuk di dalamnya gigi rapuh, adalah salah satu penyakit kronis terbanyak di dunia.

Gigi rapuh disebabkan oleh karies gigi, yaitu kondisi rusaknya struktur dan lapisan gigi yang terjadi secara bertahap. Hal ini diawali dengan terkikisnya enamel (lapisan terluar gigi), lalu menggerogoti dentin (lapisan tengah gigi). Pada akhirnya, kerusakan mencapai sementum alias akar gigi.

Penyakit kronis yang ditandai gigi rapuh

Tanpa disadari, terkadang tubuh memberikan “sinyal” sudah terjadinya penyakit kronis melalui gigi. Penyakit kronis yang ditandai dengan gigi rapuh antara lain:

  1. Penyakit diabetes

    Diabetes adalah  penyakit metabolik akibat meningkatnya kadar glukosa atau gula dalam darah. Glukosa yang menumpuk di dalam darah dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh hingga komplikasi.

    Beberapa penyakit gigi dan mulut yang dialami pasien diabetes biasanya ditandai dengan adanya:

    • Gigi rapuh akibat karies gigi
    • Penyakit gusi menyebabkan gusi memerah dan meradang
    • Mulut kering karena berkurangnya produksi air ludah
    • Infeksi jamur
    • Luka di dalam mulut
    • Perubahan dalam pengecapan
    • Luka infeksi yang sulit sembuh.

    Beberapa penelitian mengatakan bahwa penyakit gusi dan diabetes dapat saling memengaruhi satu sama lain. Misalnya, dengan adanya penyakit gusi maka dapat meningkatkan kadar gula dalam darah.

1 of 2

Selanjutnya

  1. Bulimia dan anoreksia

Keduanya adalah gangguan pada pola makan. Biasanya terjadi pada orang yang terlalu takut mengalami kelebihan berat badan sehingga menyebabkan diet yang berlebihan, bahkan sampai berdampak kematian.

Bulimia dan anoreksia dapat menimbulkan efek samping pada kesehatan gigi. Penyebabnya, tubuh Anda kekurangan vitamin, mineral, protein, serta nutrisi penting lain untuk menjaga kesehatan gigi dan kesehatan seluruh tubuh.

Seseorang yang mengalami bulimia biasanya akan memuntahkan makanannya. Hal ini menyebabkan asam yang mencerna makanan di dalam lambung ikut keluar dan mengenai permukaan gigi.

Lama-kelamaan, hal ini akan menyebabkan gigi rapuh. Selain itu, gigi akan tampak transparan dan terkikis, timbul bau mulut, sampai menyebabkan kerongkongan dan kelenjar di sekitar rahang menjadi bengkak.

Bagian gigi yang paling terkena dampaknya adalah permukaan gigi bagian dalam. Gigi bagian ini bersentuhan langsung dengan muntahan dan gerakan lidah.

Pasien yang telah mengalami bulimia selama 2 tahun akan mengalami perimylolysis, yaitu bentuk pengikisan gigi atau erosi pada enamel gigi. Selain itu, pasien juga akan mengalami rasa sensitif terhadap suhu panas. Tepi tambalan juga akan menjadi lebih tinggi dibanding tepi gigi itu sendiri.

  1. Osteoporosis

Penyakit osteoporosis bisa menyebabkan tulang-tulang, termasuk tulang rahang menjadi rapuh dan mudah patah. Lama-kelamaan, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan pada tulang alveolar.

Kerusakan tulang dapat pula membuat gigi menjadi goyang. Beberapa pengobatan untuk penyakit osteoporosis juga bisa menyebabkan gangguan pada tulang rahang.

Osteoporosis dapat dideteksi dini oleh pemeriksaan dokter gigi. Gejala-gejala yang dapat terlihat adalah adanya penyakit gusi, berkurangnya kepadatan tulang rahang, gigi banyak yang goyang, sulit membuat gigi palsu yang pas, dan terjadi gangguan sendi rahang.

Menurut penelitian di dalam jurnal Midlife Health pada 2017, wanita yang mengalami menopause dan osteoporosis memiliki tingkat kejadian gigi goyang lebih tinggi. Wanita yang mengalami osteoporosis bisa mengalami gigi goyang tiga kali lipat lebih besar dibanding wanita yang tidak mengalami osteoporosis.

Masalah pada gigi, termasuk gigi rapuh, bisa menjadi tanda adanya gangguan penyakit kronis di tubuh Anda. Untuk itu, jangan ragu berkunjung ke dokter gigi. Dokter gigi tidak hanya dapat melihat kerusakan gigi, tapi juga bila terdapat tanda-tanda penyakit kronis  yang muncul di dalam mulut.

[HNS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓