Tio Pakusadewo Diduga Stroke setelah Pembuluh Darah Pecah

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 10 Jul 2019, 11:30 WIB
Tio Pakusadewo diduga stroke setelah mengalami masalah pembuluh darah pecah di otak. Bagaimana kondisi stroke sebenarnya?
Tio Pakusadewo Diduga Stroke setelah Pembuluh Darah Pecah (Foto: Panji Diksana/Liputan6)

Klikdokter.com, Jakarta Kabar bahwa aktor Tio Pakusadewo diduga stroke mengejutkan para penggemarnya. Pria berusia 55 tahun itu mengalami masalah pembuluh darah pecah di otak pada Selasa (9/7). Saat ini Tio sedang mendapatkan penanganan intensif di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON), Cawang, Jakarta Timur, berkaitan dengan kondisinya tersebut.

Kabar ini pertama kali beredar di media sosial. Belakangan, kabar ini juga dibenarkan oleh asisten sang aktor, Adri. Ia mengatakan bahwa tekanan darah Tio meningkat dan mengalami pembuluh darah pecah di otak.

"Iya betul, Om Tio masuk rumah sakit karena darahnya naik dan ada pembuluh yang pecah. Sekarang sedang dalam penanganan di RS PON," kata Adri seperti mengutip Kompas.com.

Sebelum mengalami pecah pembuluh darah, Tio dikabarkan sempat mengalami muntah-muntah. Pemeran Jaya dalam film Surat dari Praha itu kini sedang dirawat intensif di ruang HCU (High Care Unit). Kondisinya pun kini diklaim sudah stabil.

Diduga mengalami stroke

Kabar pecahnya pembuluh darah di otak yang dialami Tio Pakusadewo langsung membuat banyak orang berspekulasi bahwa ia mengalami stroke. Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, penyakit ini diketahui memang dapat terjadi ketika ada gangguan pembuluh darah di otak.

Menurut dr. Sepri, stroke biasa timbul karena ada masalah pembuluh darah di otak, dimana yang paling sering terjadi adalah stroke penyumbatan dan stroke perdarahan. Stroke penyumbatan atau stroke iskemik diakibatkan adanya penyempitan pembuluh darah maupun bekuan darah yang lepas dan menyumbat pembuluh darah otak. Sedangkan stroke perdarahan diakibatkan pecahnya satu atau lebih pembuluh darah di otak.

Kedua mekanisme tersebut menyebabkan asupan darah dan oksigen menuju jaringan otak terhenti. Akibatnya sel-sel otak menjadi kekurangan nutrisi. Dan dalam waktu singkat, organ ini pun mulai mengalami kerusakan.

Kenali jenis stroke

Stroke sendiri ada dua jenis, yakni stroke iskemik dan hemoragik. Untuk iskemik, terjadi ketika aliran darah ke otak terhenti akibat adanya sumbatan pada pembuluh darah. Stroke iskemik biasanya diakibatkan penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes melitus, kolesterol tinggi, dan obesitas.

Sedangkan stroke hemoragik, terjadi ketika pembuluh darah pecah dan aliran darah ke otak mengalami hambatan. Pada stroke jenis ini, darah juga mengalir keluar dari jaringan otak. Stroke hemoragik biasanya diakibatkan oleh penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi), adanya gangguan pada pembuluh darah, dan penggunaan obat pengencer darah berlebihan.

Jika merujuk pada kasus Tio, maka bisa dibilang aktor ini mengalami stroke hemoragik. Gejala utamanya adalah adanya tanda peningkatan tekanan di dalam otak, yaitu sakit kepala hebat, muntah menyemprot, dan gangguan kesadaran.

Penanganan stroke hemoragik

Terkait penanganan, stroke hemoragik memiliki penanganan berbeda dengan iskemik. Menurut dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, pada kondisi stroke hemoragik, penting untuk mengontrol perdarahan yang terjadi dan menurunkan tekanan di dalam otak.

"Beberapa kasus stroke hemoragik yang mengalami perdarahan luas, perlu dilakukan operasi. Namun, sebelum melakukan operasi, dokter juga perlu mempertimbangkan efek terapi dan efek samping dari operasi itu sendiri, tergantung dari keparahan stroke yang dialaminya," jelas dr. Andika.

"Pemberian beberapa obat juga dapat dilakukan, seperti obat pengencer darah, obat penurun tekanan di dalam otak, obat penurun tekanan darah, hingga obat pencegah kejang. Pada beberapa kasus, transfusi darah perlu dilakukan untuk mencegah efek pengenceran darah," lanjut dr. Andika.

Biasanya, jika perdarahan di dalam otak sudah berhenti, penanganannya akan bersifat suportif. Tubuh secara alami akan dapat menyerap darah dari hasil perdarahan di otak.

Namun, bila yang terjadi adalah perdarahan hebat, maka tetap perlu dilakukan operasi untuk mengeluarkan darah tersebut dan mengurangi tekanan di dalam otak.

Sampai saat ini, memang belum ada pernyataan resmi bahwa Tio Pakusadewo terkena stroke. Akan tetapi, besar kemungkinan pembuluh darah pecah di otak memang bisa disebut sebagai salah satu gejala stroke. Semoga Tio Pakusadewo bisa segera pulih dan kembali beraktivitas.

[MS/ RVS]