Konsumsi MSG Saat Hamil, Boleh atau Tidak?

Oleh dr. Dyan Mega Inderawati pada 10 Jul 2019, 12:00 WIB
MSG sering jadi andalan untuk memperkuat cita rasa masakan. Tapi konsumsi MSG saat hamil, boleh atau tidak, sih?
Konsumsi MSG Saat Hamil, Boleh atau Tidak? (Poring/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Gurihnya masakan dengan MSG memang nikmat, sehingga selera makan bisa meningkat. Namun, konsumsi MSG saat hamil dibolehkan atau tidak, ya? Pasalnya, ada yang bilang boleh, ada juga yang bilang tidak.

Selama masa kehamilan, pemilihan makanan wajib diperhatikan. Tak hanya soal nutrisi, tetapi juga penambahan zat tertentu dalam makanan. Salah satunya adalah monosodium glutamat alias MSG.  Bahan ini merupakan zat yang diperoleh dari olahan asam amino glutamat. Dalam ranah kuliner, MSG menjadikan makanan terasa gurih dan lebih nikmat. Namun pertanyaannya, bolehkah ibu hamil mengonsumsi makanan ber-MSG?

Waspadai MSG symptom complex

Meskipun lembaga besar Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyebut MSG “secara umum aman”, tapi pada beberapa orang konsumsinya bisa menimbulkan gangguan kesehatan. Gangguan kesehatan yang dipicu oleh konsumsi MSG ini disebut sebagai MSG symptom complex (dulunya dijuluki Chinese restaurant syndrome). Gejala yang umumnya timbul meliputi:

  • Nyeri kepala
  • Keringat dingin
  • Kemerahan di wajah
  • Kaku wajah
  • Berdebar-debar
  • Sensasi terbakar di wajah, leher, dan area tubuh lainnya
  • Nyeri dada
  • Lemas
  • Mual muntah

Meski begitu, beberapa penelitian membuktikan bahwa kaitan antara MSG dan gejala-gejala di atas tergolong lemah. Artinya, keluhan yang dialami setelah mengonsumsi makanan ber-MSG belum tentu sepenuhnya disebabkan oleh MSG itu sendiri.

Nah, apakah risiko timbulnya gejala di atas akan meningkat pada ibu hamil? Ternyata tidak.

1 of 2

Ibu hamil dan MSG

Glutamat dapat terkandung di dalam cairan amnion yang berada di kantong rahim. Hebatnya, banyaknya glutamat yang perlu disuplai ke aliran darah janin akan disesuaikan oleh plasenta. Artinya, semua yang dikonsumsi ibu hamil tak lantas sampai ke janin.

Secara garis besar, konsumsi makanan yang mengandung MSG tergolong tidak berbahaya bagi ibu hamil maupun janin dalam kandungan. Hanya saja, memang pada wanita yang sebelum hamil sudah ada keluhan setelah mengonsumsi MSG, ada baiknya untuk menghindari zat tersebut saat sedang hamil. Anjuran ini bertujuan agar masa kehamilan tetap bisa dilewati dengan nyaman dan meminimalkan keluhan.

Selain ada atau tidaknya keluhan terkait MSG sebelum masa kehamilan, ada hal lain juga yang harus diperhatikan. MSG mengandung garam, yang bila dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan pada masa kehamilan.

Dalam MSG, terkandung garam dalam jumlah yang cukup tinggi. Pada ibu hamil, kelebihan asupan garam dalam makanan sehari-hari dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Bukan hanya bahaya untuk sang ibu, tekanan darah tinggi yang dialami ibu hamil juga bisa mengancam tumbuh kembang dan kesehatan janin dalam kandungan. Inilah yang wajib jadi pertimbangan ketika ibu hamil akan mengonsumsi makanan yang mengandung MSG.

Alternatif sumber MSG alami

Meski konsumsi makanan ber-MSG menyimpan efek negatif, tetapi tak bisa dimungkiri sebagian ibu hamil butuh penguat rasa tambahan dalam makanannya untuk membantu meningkatkan nafsu makannya. Apalagi pada awal kehamilan, ibu hamil kerap merasakan mual dan nafsu makannya masih sangat terbatas.

Daripada menggunakan MSG, ibu hamil bisa memanfaatkan penambahan MSG dari sumber alami seperti tomat, jamur, rumput laut, kedelai, dan keju. Bahan-bahan tersebut mengandung zat yang komposisinya menyerupai MSG.

Jadi, boleh atau tidak konsumsi MSG saat hamil, jawabannya adalah masih tergolong aman. Namun, ibu hamil juga perlu memperhatikan ada atau tidaknya gangguan saat mengonsumsi MSG sebelum hamil. Kandungan garam yang tinggi di dalam MSG juga harus diperhitungkan. Untuk itu, alternatif MSG dari sumber alami bisa jadi solusi. Meski demikian jangan mengonsumsi makanan ber-MSG terlalu banyak atau terlalu sering. Dan jika Anda mengalami keluhan tertentu setelah mengonsumsinya segera periksa ke dokter.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓