Atasi Sakit Kepala Kronis dengan Cara Ampuh Ini

Oleh dr. Nabila Viera Yovita pada 10 Jul 2019, 15:20 WIB
Sakit kepala kronis bisa terjadi berulang dan dalam waktu yang lama. Jangan tinggal diam, segera atasi dengan cara ini!
Atasi Sakit Kepala Kronis dengan Cara Ampuh Ini (Makistock/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sering mengalami sakit kepala? Apakah keluhan tersebut hilang timbul dan terasa tidak kunjung sembuh dalam waktu yang lumayan lama? Jika menjawab “ya” itu semua pertanyaan tersebut, kemungkinan besar Anda mengalami sakit kepala kronis.

Istilah sakit kepala kronis merujuk pada frekuensi rasa nyeri di kepala dan durasi kondisi tersebut bertahan. Sakit kepala kronis yang dirasakan sehari-hari menjadikannya suatu kondisi yang tentu mengganggu aktivitas. Pengobatan tahap awal dan manajemen nyeri jangka panjang dapat membantu mengurangi keluhan dan kemungkinan terjadinya serangan berikutnya.

Pada kebanyakan kasus, sakit kepala kronis dirasakan selama 15 hari atau lebih dari 1 bulan. Tak menutup kemungkinan, keluhan bisa bertahan dan terjadi selama lebih dari 3 bulan. Kondisi ini berdiri sendiri alias bukan sesuatu yang disebabkan oleh hal yang sudah terjadi sebelumnya.

Beberapa hal yang bisa menjadi penyebab sakit kepala kronis, di antaranya:

  • Migrain kronis
  • Tension type-headache
  • Nyeri kepala harian yang menetap
  • Hemikrania kontinua
1 of 3

Solusi sakit kepala kronis

Supaya sakit kepala kronis bisa reda atau hilang sama sekali, beberapa cara yang bisa Anda lakukan adalah:

  • Menghindari pemicu sakit kepala

Membuat catatan dalam buku harian mengenai sakit kepala dapat menentukan apa saja pemicu kondisi tersebut, sehingga dapat dihindari agar tidak terjadi lagi. Masukkan detail tiap sakit kepala yang Anda alami. Misalnya kapan keluhan muncul, sedang melakukan apa dan berapa lama durasinya.

  • Hindari penggunaan pereda nyeri secara berlebihan

Anda boleh saja menggunakan obat pereda nyeri untuk mengurangi keluhan sakit kepala. Namun, hindari penggunaan obat pereda nyeri, termasuk yang dapat dibeli secara bebas lebih dari 2 kali seminggu. Ini karena hal tersebut justru dapat meningkatkan keparahan dan frekuensi sakit kepala yang Anda rasakan.

Akan lebih baik untuk mengonsultasikan pada dokter mengenai bagaimana Anda dapat mengurangi penggunaannya. Hal ini dilakukan untuk mengurangi efek samping yang mungkin terjadi jika obat-obatan tersebut digunakan secara sembarangan.

  • Tidur yang cukup

Orang dewasa rata-rata membutuhkan 7–8 jam tidur setiap malam. Alangkah baiknya jika Anda bangun dan tidur di waktu yang sama setiap hari. Konsultasikan pada dokter jika Anda mengalami gangguan tidur, termasuk mengorok.

  • Jangan menunda makan

Konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang di waktu yang sama setiap harinya. Hindari makanan dan minuman yang dapat memicu nyeri kepala. Turunkan berat badan jika Anda mengalami obesitas.

  • Olahraga secara rutin

Aktivitas aerobik dapat meningkatkan kesehatan fisik serta mental, juga menurunkan stres. Dengan seizin dokter, lakukan aktivitas yang disenangi seperti berjalan, berenang, atau bersepeda. Untuk mencegah terjadinya cedera, mulailah perlahan dan secara bertahap.

  • Kurangi stres

Sakit kepala kronis sering disebabkan oleh stres. Karenanya, sederhanakan jadwal Anda agar tidak terlalu padat dan malah memicu terjadinya stres. Selain itu, tetaplah berpikir optimis dan lakukan hobi atau teknik meredakan stres seperti yoga, tai chi, atau meditasi.

  • Kurangi kafein

Konsumsi kafein berlebih dapat memperparah keluhan sakit kepala yang sudah ada. Oleh karena itu, pastikan Anda membatasi konsumsi kafein, apalagi ketika keluhan sedang menyerang.

  • Pijat

Keuntungan dari pijat untuk sakit kepala kronis adalah memberi perasaan relaksasi dan mengurangi ketegangan pada otot kepala maupun leher.

2 of 3

Kapan harus ke dokter

Penderita sakit kepala kronis harus segera berobat ke dokter jika mengalami kondisi-kondisi sebagai berikut:

  • Sakit kepala terjadi sebanyak 2 kali atau lebih dalam seminggu
  • Butuh konsumsi obat pereda nyeri dalam jangka waktu tertentu
  • Membutuhkan dosis obat pereda nyeri lebih tinggi dari yang seharusnya untuk meredakan sakit kepala yang dialami
  • Merasakan sakit kepala yang benar-benar mengganggu aktivitas

Penderita sakit kepala kronis mesti segera berkunjung ke instalasi gawat darurat rumah sakit terdekat apabila mengalami tanda maupun gejala berikut ini:

  • Sakit kepala timbul mendadak dan terasa sangat berat
  • Disertai demam, leher kaku, kebingungan, kejang, penglihatan ganda, kelemahan lengan maupun tungkai, atau kesulitan berbicara
  • Sakit kepala hebat setelah mengalami cedera kepala
  • Sakit kepala terasa semakin parah meski sudah istirahat ataupun konsumsi obat pereda nyeri

Konsultasikan kepada dokter saraf mengenai sakit kepala yang Anda alami. Jangan sungkan untuk bertanya perkiraan sebab, pengobatan maupun tindakan yang perlu diterapkan, serta cara ampuh yang dapat dilakukan untuk menghindari sakit kepala berulang.

(NB/ RH)

Lanjutkan Membaca ↓