Jatuh Cinta Bikin Makanan Terasa Lebih Manis?

Oleh dr. Dyah Novita Anggraini pada 10 Jul 2019, 16:45 WIB
Jatuh cinta katanya memiliki dampak fisiologis pada tubuh sehingga membuat makanan terasa lebih manis. Benarkah begitu?
Jatuh Cinta Bikin Makanan Terasa Lebih Manis? (Jelena-Danilovic/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Rasa dari makanan berbanding lurus dengan bumbu yang digunakan. Namun, ada beberapa orang yang percaya bahwa suasana hati dan emosi juga berpengaruh pada rasa makanan yang dikonsumsi. Hal ini kemudian dikaitkan lagi dengan jatuh cinta, yang katanya bisa membuat rasa makanan menjadi lebih manis.

Seperti Anda ketahui, jatuh cinta identik dengan suasana romantis, perkataan atau senyum manis dari pasangan. Tak heran, orang-orang yang sedang jatuh cinta akan merasa bahwa makanan yang mereka konsumsi memiliki rasa yang lebih manis.

Apa kata medis?

Suasana hati dan emosi memberikan pengaruh pada rasa makanan telah diteliti oleh Kai Qin Chan dari Radbound University Nijmegen di Belanda. Ia mengatakan bahwa lidah mengenali rasa berkat bantuan “kuncup” pengecap, yaitu microvillus atau jaringan berbentuk rambut yang terletak di sepanjang lidah, atap mulut dan tenggorokan. Di dalam microvillus terdapat saraf-saraf sensorik yang dapat membawa pesan ke otak mengenai rasa makanan yang dikonsumsi, apakah asin, manis, asam, atau pahit.

Hasil penelitan yang dilakukan oleh Kai Qin Chan menjelaskan bahwa orang yang sedang jatuh cinta memang cenderung merasakan sensasi manis pada makanan, bahkan pada makanan yang tidak memiliki rasa (tawar)

Hasil tersebut didapatkan setelah melakukan penelitian pada 197 orang yang dihadapkan pada serangkaian uji rasa. Para partisipan diminta untuk memberikan peringkat rasa manis, pahit dan asam pada permen yang telah dijajakan.

Setelah uji coba selesai, peneliti menemukan bahwa peserta yang lebih banyak menulis tentang pengalaman cinta di buku harian atau sejenisnya mampu merasakan permen dengan tingkat manis yang lebih kuat. Lucunya, peserta yang menulis cerita tentang perasaan cemburu merasakan bahwa permen tersebut terasa sangat pahit. Dari temuan ini disimpulkan bahwa perasaan jatuh cinta yang positif dapat membuat reseptor lidah menjadi lebih sensitif terhadap rasa manis yang dihasilkan gula.

Sayangnya, penelitian tersebut tidak membawa arti signifikan pada orang lanjut usia yang terus jatuh cinta pada pasangan hidupnya. Ini karena lansia telah mengalami penurunan fungsi pengecap di area mulut, sehingga sensitivitas terhadap rasa juga tidak sekuat orang-orang muda.

Manfaat jatuh cinta lainnya

Selain membuat makanan terasa lebih manis, jatuh cinta ternyata juga mampu memberikan sederet manfaat sehat berikut ini:

  • Menurunkan stres

Ketika sedang jatuh cinta, tubuh memproduksi hormon oksitosin dan vasopressin lebih banyak. Hormon-hormon tersebut membuat seseorang merasa lebih bahagia, sehingga produksi hormon kortisol yang memicu stres menjadi lebih minimal.

  • Meningkatkan kesehatan jantung

Jatuh cinta dapat meningkatkan fungsi kerja jantung. Ini berkaitan dengan respons stres yang menurun, sehingga tekanan darah dan frekuensi nadi juga akan lebih stabil.

  • Meningkatkan kekebalan tubuh

Ketika sedang jatuh cinta, sistem kekebalan tubuh akan semakin baik dalam melawan kuman penyebab penyakit. Karenanya, orang yang jatuh cinta lebih jarang sakit.

Jatuh cinta telah terbukti secara ilmiah dapat memberikan pengaruh pada indra pengecap, sehingga makanan yang hambar atau tidak memiliki kandungan gula bisa terasa manis. Selain itu, banyak sekali kenyamanan dan dampak positif bagi tubuh saat sedang jatuh cinta. Itulah sebabnya, saat sedang jatuh cinta Anda akan merasa lebih semangat, nafsu makan meningkat dan tetap dalam kondisi sehat dalam menjalani hari-hari.

(NB/ RVS)