Pembuluh Darah Otak Pecah seperti Tio Pakusadewo, Pasti Stroke?

Oleh dr. Muhammad Iqbal Ramadhan pada 10 Jul 2019, 17:00 WIB
Pembuluh darah otak pecah seperti yang dialami Tio Pakusadewo selalu dikaitkan dengan stroke. Apa kata medis terkait hal ini?
Pembuluh Darah Otak Pecah seperti Tio Pakusadewo, Pasti Stroke? (Liputan6)

Klikdokter.com, Jakarta Bintang film berusia 55 tahun asal Indonesia, Tio Pakusadewo dikabarkan dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami pembuluh darah otak pecah. Sebagian orang menganggap bahwa kondisi yang dialami Tio adalah akibat serangan stroke.

Tidak dimungkiri, pembuluh darah otak pecah memang berkaitan dengan kondisi stroke. Sebab, perdarahan di otak yang terjadi dalam waktu lama dapat menyebabkan sel-sel otak mati sehingga tidak mampu berfungsi dengan normal.

Perlu Anda tahu, pembuluh darah otak pecah dapat membuat darah keluar dari tempatnya dan menyebabkan iritasi pada jaringan yang terkena. Keadaan ini kemudian berlanjut pada terjadinya suatu pembengkakan yang dikenal sebagai edema serebral.

Tak berhenti di situ, darah yang keluar dan terakumulasi juga akan membentuk sebuah massa yang disebut hematoma. Adanya kondisi ini meningkatkan tekanan pada jaringan otak maupun rongga kepala dan mengurangi aliran darah ke organ otak, sehingga sel-sel otak mengalami kematian dan gagal fungsi.

Penyebab pembuluh darah otak pecah

Pembuluh darah otak bisa pecah akibat kondisi-kondisi berikut ini:

  • Trauma kepala

Cedera atau benturan keras di kepala merupakan penyebab pembuluh darah otak pecah yang paling umum untuk orang berusia 50 tahun ke bawah.

  • Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi yang terjadi dalam jangka waktu lama dan tidak diobati dapat melemahkan dan mengurangi elastisitas dinding pembuluh darah. Ini adalah penyebab utama pembuluh darah otak pecah.

  • Aneurisma

Aneurisma adalah suatu kondisi melemahnya dinding pembuluh darah, yang kemudian membengkak. Pembuluh darah yang bengkak pada kondisi ini bisa tiba-tiba pecah, menyebabkan perdarahan otak dan berakhir pada kondisi stroke.

  • Kelainan pembuluh darah

Kelemahan pada pembuluh darah di dalam dan di sekitar otak dapat muncul sebagai akibat dari cacat bawaan lahir. Kondisi ini bisa saja menyebabkan pembuluh darah otak pecah sewaktu-waktu.

  • Angiopati amiloid

Angiopati amiloid adalah kelainan dinding pembuluh darah yang bisa terjadi akibat penuaan dan tekanan darah tinggi. Kondisi ini dapat menyebabkan banyak perdarahan kecil tanpa disadari, sebelum pada akhirnya menyebabkan perdarahan besar.

  • Gangguan pembekuan darah

Gangguan pembekuan darah atau komponen darah, serperti hemofilia dan anemia sel sabit dapat berkontribusi pada penurunan kadar trombosit darah yang akan dengan mudah mencetuskan perdarahan di otak.

  • Tumor otak

Adanya tumor atau massa di sekitar jaringan otak akan secara otomatis mendesak jaringan lain dan meningkatkan tekanan pada rongga kepala. Hal ini dapat meningkatkan risiko pecahnya pembuluh darah di otak.

Gejala pembuluh darah otak pecah

Gejala-gejala pembuluh darah otak pecah sangat bervariasi. Ini bergantung pada lokasi perdarahan, tingkat keparahan, dan jumlah jaringan yang terkena dampaknya.

Adapun beberapa kondisi yang menjadi gejala perdarahan otak, yaitu:

  • Tiba-tiba sakit kepala hebat
  • Kejang secara mendadak
  • Kelemahan pada anggota gerak lengan atau kaki
  • Mual atau muntah hebat
  • Penurunan hingga kehilangan kesadaran
  • Pandangan tiba-tiba kabur
  • Kesemutan atau mati rasa pada beberapa anggota tubuh
  • Kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan orang lain
  • Kesulitan menelan
  • Kesulitan menulis atau membaca
  • Kehilangan keterampilan motorik halus, seperti tangan bergetar tanpa sebab
  • Kehilangan koordinasi dan keseimbangan secara tiba-tiba.

Kondisi pembuluh darah otak pecah seperti dialami Tio Pakusadewo membuatnya segera dilarikan ke rumah sakit. Masyarakat tentu langsung mengaitkan gejala tersebut dengan stroke. Namun saat ini kondisi aktor ini sudah berangsur membaik. Jika Anda mengalami gejala yang mendekati pada kondisi di atas, bersikaplah tenang, dan segera periksakan diri ke dokter agar segera mendapatkan penanganan yang tepat.

(NB/ RVS)