Arti Warna Memar pada Tubuh Anda

Oleh dr. Nabila Viera Yovita pada 10 Jul 2019, 17:30 WIB
Memar pada tubuh sering muncul tiba-tiba, dan hilang dalam beberapa hari. Namun, apa arti warna memar yang muncul pada tubuh Anda?
Arti Warna Memar pada Tubuh Anda (dean-bertoncelj/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Pernahkah Anda menyadari bahwa warna memar pada tubuh bisa berbeda-beda? Memar terjadi ketika pembuluh darah kecil di bawah kulit rusak akibat suatu trauma. Dari waktu ke waktu, memar di tubuh akan berubah warna seiring dengan darah yang keluar dari pembuluh darah yang mengumpul di bawah kulit, hingga pada akhirnya sembuh.

Warna memar pada tubuh dan proses penyembuhan

Memar biasanya terjadi setelah seseorang mengalami cedera pada suatu area tubuh dan menyebabkan jaringan pada area tersebut rusak. Darah pun berkumpul di bawah kulit dan menimbulkan memar.

Warna memar tersebut secara alami akan mengalami perubahan seiring dengan proses penyembuhan. Dengan sembuhnya memar dan hemoglobin dari darah yang keluar mulai dipecah kembali, memar akan berubah warna.

Perlu diketahui bahwa warna kulit juga memengaruhi penampakan memar. Anda yang memiliki warna kulit cerah akan mengalami variasi warna merah dan kuning pada memar. Sedangkan bagi orang yang berkulit gelap memperlihatkan warna memar yang lebih gelap.

Saat proses penyembuhan, memar biasanya melewati proses perubahan warna seperti berikut:

  • Pada awal terjadinya memar, umumnya kulit akan terlihat merah karena darah yang keluar menumpuk di bawah kulit.
  • Setelah 1-2 hari, darah mulai kehilangan oksigen dan berubah warna, sehingga terlihat biru, ungu, maupun hitam
  • Dalam 5-10 hari, memar berubah menjadi kuning atau hijau. Kedua warna ini disebabkan oleh komponen yang disebut biliverdin dan bilirubin yang dihasilkan tubuh ketika hemoglobin sedang dipecah.
  • Setelah 10-14 hari, memar akan berubah warna menjadi kuning-kecokelatan atau cokelat muda. Setelah memar menjadi cokelat muda, akan mulai menghilang. Sebagian besar memar akan hilang tanpa pengobatan dalam 2 minggu.

Kapan Anda harus khawatir dengan memar pada tubuh?

Pada umumnya, memar bukanlah sesuatu yang harus dikhawatirkan. Sering kali memar merupakan luka yang terjadi pada permukaan kulit saja yang tidak membutuhkan penanganan medis. Namun, pada beberapa kasus seseorang mungkin akan membutuhkan pengobatan.

Contohnya, ketika memar menjadi hematoma, atau dikenal dengan lebam, akibat pengumpulan darah dalam volume yang cukup banyak dan tertahan di dalam jaringan.

Lebam sering kali berkaitan dengan trauma langsung pada area tersebut. Ketika terjadi lebam, tubuh tidak dapat menyembuhkan memar tersebut secepat cedera yang minor. Hasilnya, hematoma atau lebam cenderung tetap satu warna gelap, terasa lebih nyeri, dan menyebabkan nyeri yang signifikan, bahkan setelah beberapa hari.

Seseorang mungkin butuh pengobatan jika hematoma atau lebam membutuhkan perhatian. Lokasi, ukuran, dan penyebab lebam akan menentukan bagaimana cara mengobatinya.

Beberapa tanda seseorang membutuhkan penanganan medis terhadap memar atau lebam yaitu:

  • Lengan atau tungkai menjadi mati rasa
  • Terjadi penurunan atau kehilangan fungsi suatu sendi, tangan atau tungkai, maupun otot
  • Terlihat semakin membesar
  • Terjadi pada area yang sama secara berulang, atau bertahan hingga lebih dari 2 minggu
  • Terjadi bersamaan dengan patahnya suatu tulang
  • Terjadi pada kepala maupun leher
  • Menyebabkan penurunan penglihatan
  • Terjadi tanpa sebab yang diketahui pada kepala, dada, atau perut, yang dapat menjadi sinyal bahwa adanya masalah pada organ dalam tubuh.

Pada kenyataannya, memar dapat berubah warna seiring dengan kemampuan tubuh menyembuhkan suatu cedera. Anda pun dapat memperkirakan 4 fase perubahan warna suatu memar hingga sembuh total dan hilang.

Warna memar bisa menjadi pertanda kondisi pada tubuh Anda. Memar seharusnya akan hilang dalam 2 minggu tanpa pengobatan. Jika memar pada tubuh tidak menghilang, menjadi semakin besar, atau disertai keluhan lain pada tubuh, segera cari pertolongan medis.

[NP/ RVS]