Efek pada Pernapasan Tidur dengan Mulut Diplester seperti Andien

Oleh dr. Alvin Nursalim, SpPD pada 11 Jul 2019, 14:00 WIB
Tidur dengan mulut diplester seperti Andien ternyata bisa berdampak pada kesehatan saluran pernapasan. Ini fakta medis yang perlu Anda tahu!
Efek pada Pernapasan Tidur dengan Mulut Diplester seperti Andien (Tatiana Popova/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Teknik pernapasan Buteyko alias Buteyko Breathing Technique (BBT) kini sedang ramai diperbincangkan setelah penyanyi asal Indonesia, Andien mempraktikkannya. Tidur dengan mulut diplester seperti yang dilakukan Andien tentu saja terlihat tidak umum. Namun beberapa orang percaya bahwa teknik tersebut membawa banyak manfaat.

Di sisi lain, tidak sedikit pula yang membantah dan mengatakan bahwa metode tidur dengan mulut diplester seperti yang dilakukan Andien berbahaya. Salah satu efeknya bisa terjadi pada saluran pernapasan.

Lantas, bagaimana medis menanggapi teknik pernapasan Buteyko seperti yang dilakukan Andien? Apakah teknik ini benar-benar membawa manfaat, atau justru membawa dampak buruk bagi kesehatan?

Fakta di balik teknik pernapasan Buteyko

Teknik pernapasan Buteyko adalah sebuah metode mengatur pola napas yang mengharuskan pelakunya untuk bernapas melalui hidung tanpa menggunakan mulut sama sekali. Teknik ini dituding dapat menurunkan volume pernapasan, menghindari terjadinya hiperventilasi kronis, dan memperbaiki gejala asma agar tak melulu kambuh.

Untuk mengonfirmasi manfaat tersebut, hingga kini terdapat 4 penelitian yang mengevaluasi manfaat teknik pernapasan Buteyko. Penelitian yang sudah dilakukan umumnya diterapkan pada pasien asma dan menilai efektivitasnya pada perbaikan gejala dan fungsi pernapasan.

Merujuk pada penelitian yang telah dilakukan, beberapa di antaranya memang menemukan adanya perbaikan pada kondisi pasien asma. Sayangnya, adanya manfaat tersebut masih menuai tanda tanya besar di kalangan para ahli kesehatan. Oleh karena itu, penelitian lanjutan masih sangat dibutuhkan untuk benar-benar memastikan manfaat teknik pernapasan Buteyko pada penyakit asma.

Lagi pula, asma adalah penyakit dengan mekanisme yang sangat kompleks. Maka dari itu, latihan pernapasan seperti teknik Buteyko mungkin hanya mampu memberikan sedikit manfaat untuk mengendalikan gejala pada pasien asma.

Efek samping teknik pernapasan Buteyko

Meski berpotensi meringankan gejala pada pasien asma, teknik pernapasan Buteyko rupaya tak bisa memberikan manfaat yang signifikan untuk kasus gangguan pernapasan lain seperti obstructive sleep apnea (OSA). Dengan kata lain, gangguan tidur OSA tidak dapat diselesaikan hanya dengan memplester mulut saat tidur atau latihan pernapasan saja.

Perlu Anda ketahui, OSA terjadi akibat berbagai hal, misalnya obesitas dan lemahnya otot saluran pernapasan. Penderita kondisi ini dapat berhenti bernapas selama lebih dari 30 kali selama tidur. Setiap henti napas berlangsung selama 10–20 detik. Jadi, alih-alih mendapatkan manfaat, menutup mulut dengan plester saat tidur malah berpotensi meningkatkan risiko terjadinya sesak napas pada penderita OSA.

Sejatinya, penanganan terbaik OSA adalah berdasarkan penyebabnya. Pada kasus obesitas, maka penderita perlu menurunkan berat badan ke rentang ideal. Sedangkan jika penyebabnya adalah sumbatan jalan napas, penderita perlu dioperasi untuk mengurangi sumbatan tersebut.

Nah, kini Anda mulai memahami tentang teknik pernapasan Buteyko dan plus minusnya bagi kesehatan. Metode tidur dengan mulut diplester seperti yang dilakukan Andien tentu saja tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Jika Anda merasa perlu melakukan metode ini, sebaiknya berkonsultasilah terlebih dahulu pada dokter untuk menghindari beragam risiko yang bisa membahayakan kesehatan Anda.

(NB/ RVS)