Adakah Kaitan Kopi dengan Risiko Kanker Paru?

Oleh Ayu Maharani pada 11 Jul 2019, 13:00 WIB
Selama ini, rokok dianggap adalah pencetus utama kanker paru. Namun, sebuah penelitian mengaitkan kopi dengan risiko kanker paru.
Adakah Kaitan Kopi dengan Risiko Kanker Paru? (Portumen/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kanker paru kembali menjadi perbincangan hangat semenjak Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia karena penyakit kronis itu beberapa waktu lalu. Pemicu Supoto menderita kanker paru pun tetap diperbincangkan. Pria yang disapa Pak Topo itu dikenal tidak merokok. Selama ini, rokok dianggap adalah pencetus utama kanker paru. Namun kini, salah satu penelitian mengaitkan kopi dengan risiko kanker paru. Benarkah kopi memicu kanker paru?

Kebiasaan merokok dan minum kopi

Dilansir dari Livescience.com, selama ini, minum kopi sebenarnya telah dikaitkan dengan banyak manfaat kesehatan. Sebut saja meningkatkan usia harapan hidup hingga penurunan risiko depresi, serangan jantung, dan kanker tertentu.

Sayangnya, sebuah studi baru menunjukkan bahwa minum kopi di pagi hari dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan. Para peneliti melaporkan, minum dua cangkir kopi atau lebih dapat meningkatkan seseorang terkena kanker paru. Temuan tersebut sempat dipresentasikan pada 31 Maret 2019 di pertemuan tahunan American Association for Cancer Research. 

Menurut penulis utama studi, Jingjing Zhu, Ph.D, temuan tersebut juga berlaku pada mereka yang tidak merokok. Seperti yang telah Anda ketahui, orang yang sering minum kopi dikaitkan dengan kebiasaan merokok secara aktif.

“Namun, yang digunakan dalam studi ini adalah orang-orang di Amerika Serikat serta Asia yang tidak merokok, tetapi rutin mengonsumsi kopi,” kata Jingjing Zhu.

Para peserta kemudian diteliti selama 8,5 tahun. Selama itu pula, lebih dari 20.500 peserta mengalami kanker paru. Persentasenya, mereka yang merokok dan rutin mengonsumsi kopi berisiko 41 persen untuk terkena kanker paru. Adapun mereka yang tidak merokok, tetapi mengonsumsi kopi secara rutin, berisiko 37 persen untuk terkena kanker paru.

1 of 2

Karena kafein atau proses pemanggangan biji kopi?

Nah, mereka yang minum kopi atau teh tanpa kafein secara rutin disebut-sebut berisiko 15 persen untuk mengalami penyakit kronis tersebut. Meski mendapati hasil itu, Zhu tetap meyakini bahwa kafein bukanlah penyebab utama dari peningkatan risiko kanker paru yang diderita oleh peserta penelitian.

Menurutnya, justru pemanggangan dan proses lainnyalah yang mendorong peningkatan risiko kanker paru di dalam tubuh seseorang. Namun, paparan zat dan pola hidup yang dilakukan oleh peserta penelitian diduga juga menyumbang peningkatan persentase kanker. Mereka yang selama bertahun-tahun menjadi perokok pasif (terpapar zat berbahaya) pun mendapatkan dampak serupa.

Bicara soal perokok pasif, dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter mengatakan bahwa perokok pasif dapat menghirup berbagai senyawa kimia, antara lain:

  • Amonia: zat yang juga ditemukan dalam produk pembersih lantai
  • Butan: zat yang juga digunakan dalam cairan pemantik
  • Karbon monoksida: zat yang juga ditemukan dalam knalpot kendaraan bermotor
  • Kromium: zat yang digunakan dalam pembuatan besi
  • Sianida: zat yang digunakan dalam pembuatan senjata api
  • Formaldehid: zat yang digunakan pada industri kimia
  • Timbal: bahan metal yang beracun 
  • Polonium: suatu substansi radioaktif

Sekumpulan partikel berbahaya di atas dapat bertahan di dalam udara selama beberapa jam atau bahkan lebih lama. “Selain itu, bukan cuma asapnya yang berbahaya, residu yang menetap pada rambut, pakaian, karpet, ataupun sofa juga membahayakan, khususnya pada anak-anak,” kata dr. Karin.

Tak berhenti di sana, dr. Karin menjelaskan, benzena yang terkandung dalam asap rokok juga dapat meningkatkan risiko leukemia (kanker darah). 

Merokok, menjadi perokok pasif, serta minum kopi terlalu berlebihan mungkin menjadi perpaduan mematikan yang berhubungan risiko kanker paru. Oleh sebab itu, tinggalkan rokok sama sekali dan menjauhlah dari lingkungan berasap rokok. Selanjutnya, atur pola minum kopi Anda. Batasi jumlah dan frekuensinya, sekitar satu cangkir dalam sehari. Bila perlu, ganti kopi dengan teh hijau yang lebih menyehatkan. 

[HNS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓