Diet Golongan Darah, Benarkah yang Terbaik?

Oleh dr. Karin Wiradarma pada 11 Jul 2019, 15:00 WIB
Diet sesuai golongan darah dinilai bisa menjadi solusi bagi mereka yang sering diet tapi tidak pernah sukses. Tapi benarkah ini yang terbaik?
Diet Golongan Darah, Benarkah yang Terbaik? (Hugo_34/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Anda yang sering diet mungkin pernah mencoba – atau setidaknya mendengar – tentang diet golongan darah. Ya, bagi para wanita memiliki tubuh indah dengan berat badan ideal adalah sebuah impian. Dan diet menjadi salah satu alat untuk mewujudkan mimpi itu.

Meski demikian untuk mendapatkan tubuh indah yang diidamkan tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, apalagi bagi wanita yang sudah hamil dan melahirkan, umumnya tubuh menjadi melar tak terkendali. Berbagai jenis diet telah dilakukan, namun terkadang tidak juga membuahkan hasil.

Nah dari sekian jenis pengaturan pola makan, diet golongan darah adalah salah satu jenis diet populer yang sempat tren beberapa waktu lalu.

Mengenal diet sesuai golongan darah

Diet golongan darah diciptakan oleh seorang naturopath yang bernama Peter J. D’Adamo, yang mengklaim bahwa makanan yang dikonsumsi dapat menimbulkan reaksi kimia sesuai dengan jenis golongan darah.

Teori diet golongan darah ini menyatakan jika Anda mengonsumsi makanan yang sesuai dengan golongan darah, maka tubuh akan lebih mudah mencerna makanan tersebut secara efisien, sehingga berat badan tidak mudah bertambah.

Peter J. D’Adamo merekomendasikan jenis makanan yang berbeda untuk tiap-tiap golongan darah. Untuk golongan darah O, makanan yang dikonsumsi adalah yang tinggi protein seperti daging merah, unggas, ikan, sayur-sayuran, kacang-kacangan, dan produk susu.

Selain itu, D’Adamo juga menganjurkan golongan darah O untuk mengonsumsi suplemen guna membantu mengatasi permasalah saluran cerna yang kerap melanda pemilik golongan darah ini.

Berbeda kemudian, pemilik golongan darah A dianjurkan untuk menghindari daging. Sebaliknya, mereka disarankan untuk banyak mengonsumsi sayur, buah, dan kacang-kacangan, diutamakan bisa yang organik. Berbeda dengan golongan darah O, golongan darah A dikatakan memiliki sistem kekebalan tubuh yang sensitif.

D’Adamo menganjurkan pemilik golongan darah B untuk menghindari jagung, gandum, polong-polongan, tomat, kacang, wijen, dan ayam. Sebaliknya, golongan darah B disarankan untuk mengonsumsi sayuran hijau, telur, daging, dan produk susu rendah lemak.

Sementara itu, mereka yang memiliki golongan darah AB diarahkan untuk mengonsumsi tahu, makanan laut, produk susu, dan sayuran hijau, serta menghindari kafein, alkohol, dan merokok.

1 of 2

Kelemahan diet golongan darah

Mungkin diet sesuai dengan golongan darah ini terdengar menarik untuk dicoba. Namun sebelumnya, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu bahwa diet ini memiliki sejumlah kelemahan dan keterbatasan. Pilihan makanan yang dapat dikonsumsi sehari-hari menjadi sangat terbatas.

Banyaknya larangan untuk mengonsumsi makanan yang disukai ini tentunya akan membuat Anda kurang bahagia dan menjadi kurang semangat untuk menjalani diet.

Belum lagi, apabila ada satu atau lebih anggota keluarga yang menjalani diet golongan darah namun memiliki jenis golongan darah yang berbeda, hal tersebut juga akan merepotkan. Anda harus menyiapkan makanan yang berbeda untuk setiap orang yang berbeda, bukan?

Selain itu, diet ini tidak memasukkan diet bebas gluten ke dalamnya, sehingga mungkin akan merepotkan bagi Anda yang butuh menjalankan diet bebas gluten.

Terakhir, karena diet golongan darah ini menganjurkan untuk mengonsumsi sayur dan buah organik dan juga suplemen, tentunya uang yang harus Anda keluarkan untuk hal tersebut tidaklah murah.

Apakah terbukti bermanfaat?

Sebuah studi menemukan bahwa pemilik golongan darah A yang menjalani diet sesuai dengan golongan darah A berhasil menurunkan berat badan dan memperbaiki hasil pemeriksaan laboratoriumnya. Namun demikian, hal tersebut juga dialami oleh semua pemilik golongan darah lain yang juga menjalani diet yang sama.

Penelitian besar lainnya juga menyimpulkan bahwa diet golongan darah ini tidak dapat memberikan manfaat yang diharapkan.

Para ahli lainnya juga menyatakan bahwa penurunan berat badan dan manfaat sehat lainnya berhasil didapat karena orang yang menjalankan diet tersebut memantang banyak makanan dan mengonsumsinya dalam kalori tertentu.

Lagipula, diet golongan darah tersebut hanya ideal untuk dijalankan oleh orang yang sehat. Karena jika Anda memiliki penyakit kronis seperti darah tinggi, diabetes, penyakit ginjal, dan penyakit jantung, tentunya ada sejumlah pantangan tersendiri dalam diet, bukan?

Misanya Anda memiliki penyakit ginjal namun bergolongan darah O yang harus mengonsumsi makanan tinggi protein. Protein yang terlalu tinggi malah dikhawatirkan semakin memberatkan fungsi ginjal Anda.

American Diabetes Assocation menganjurkan agar tidak memantang suatu kelompok makanan tertentu, atau hanya mengonsumsi suatu jenis makanan tertentu. Sehingga, konsumsi diet bisa seimbang sesuai dengan piramida makanan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan.

Nyatanya diet golongan darah memang tak selalu baik. Namun, bila Anda ingin mencobanya, konsultasikan dulu kondisi Anda dengan ahli gizi. Sehingga, hasil yang Anda peroleh pun menjadi optimal.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓