Hindari 5 Makanan Ini Kalau Ingin Bebas Jerawat

Oleh dr. Muhammad Iqbal Ramadhan pada 12 Jul 2019, 15:00 WIB
Bebas jerawat mungkin bukan perkara mudah bagi sebagian orang. Namun ternyata, menghindari makanan berikut bisa jadi solusinya.
Hindari 5 Makanan Ini Kalau Ingin Bebas Jerawat (Valeriokoye/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Masalah kulit yang berjerawat sering ditemukan di sekitar wajah, dada, atau punggung. Jerawat sendiri memiliki tingkat keparahan yang beragam, mulai dari yang ringan seperti komedo hingga benjolan yang bersifat kistik dan berisi cairan nanah. Nah, jika Anda ingin kulit yang bebas jerawat, ada triknya.

Penyebab tersering jerawat sendiri adalah produksi minyak yang berlebihan, sehingga menyebabkan sebagian besar pori-pori tersumbat. Ditambah lagi, tingkat kebersihan wajah yang kurang serta ketidakstabilan hormonal cenderung menjadi faktor pencetus terjadinya jerawat.

Namun, penyebab jerawat tidak hanya dipicu oleh hal itu saja. Faktanya, makanan yang Anda santap setiap harinya juga berisiko memicu jerawat.

Berikut ini adalah beberapa contoh jenis makanan pemicu jerawat:

1. Biji-bijian olahan dan menu tinggi karbohidrat  atau gula

Menurut sebuah penelitian, orang yang sering mengonsumsi gula tambahan berisiko 30 persen lebih besar terkena jerawat. Sementara, mereka yang secara teratur makan kue ataupun makanan manis lainnya memiliki risiko 20 persen lebih besar.

Peningkatan risiko ini disebabkan oleh efek karbohidrat olahan terhadap kadar gula darah dan insulin. Karbohidrat olahan diserap dengan cepat ke dalam aliran darah dan juga dengan cepat meningkatkan kadar gula darah.

Ketika gula darah naik, kadar insulin juga naik untuk membantu memindahkan gula darah keluar dari aliran darah dan masuk ke dalam sel organ tubuh Anda.

Insulin yang selalu tinggi membuat hormon androgen lebih aktif dan meningkatkan faktor pertumbuhan seperti insulin 1 (IGF-1).

Hal ini sangat berkontribusi pada perkembangan jerawat dengan membuat sel-sel kulit tumbuh lebih cepat dan dengan meningkatkan produksi sebum/ kelenjar minyak.

2. cProduk susu (dairy products)

Banyak penelitian telah menemukan hubungan antara produk susu dan tingkat keparahan jerawat pada remaja. Penelitian lain juga menemukan bahwa orang dewasa muda yang secara teratur mengonsumsi susu atau es krim empat kali lebih mungkin menderita jerawat.

Susu diketahui meningkatkan kadar insulin, terlepas dari pengaruhnya terhadap gula darah yang dapat memperburuk keparahan jerawat. Susu sapi juga mengandung asam amino yang merangsang hati untuk menghasilkan lebih banyak IGF-1, yakni salah satu zat pemicu jerawat.

3. Makanan cepat saji

Makanan cepat saji, seperti burger, nugget, hot dog, kentang goreng, soda, dan milkshake adalah makanan yang dapat meningkatkan risiko jerawat.

Sebuah penelitian terhadap 5.000 remaja dan dewasa muda di Cina menemukan bahwa diet tinggi lemak berkaitan dengan peningkatan risiko timbulnya jerawat hingga 43 persen.

Hingga kini memang belum jelas mengapa makanan cepat saji dapat meningkatkan risiko munculnya jerawat. Tetapi beberapa peneliti menyimpulkan adanya ekspresi gen yang dapat mengubah kadar hormon dengan cara yang mencetuskan pengembangan jerawat.

4. Cokelat

Sebenarnya penyebab mengapa cokelat dapat meningkatkan jerawat masih belum jelas, meskipun sebuah penelitian mengklaim bahwa makan cokelat meningkatkan reaktivitas sistem kekebalan terhadap bakteri penyebab jerawat.

Sementara itu, penelitian terbaru mendukung hubungan antara konsumsi cokelat dan jerawat. Sehingga, masih belum jelas apakah cokelat benar-benar menyebabkan jerawat.

5. Whey protein

Kaya asam leusin dan glutamin, asam amino ini membuat sel-sel kulit tumbuh dan membelah lebih cepat, sehingga berkontribusi pada pembentukan jerawat.

Asam amino dalam protein whey juga dapat merangsang tubuh untuk menghasilkan tingkat insulin yang lebih tinggi, sehingga memicu perkembangan jerawat

Jika ingin memiliki kulit mulus bebas jerawat, sebaiknya tetap jaga higienitas kulit, serta jauhi beberapa jenis makanan di atas yang dapat memicu jerawat. Karena faktanya, zat dalam makanan juga berpengaruh terhadap kestabilan hormonal dan turut menentukan kesehatan kulit Anda.

[NP/ RVS]