Angela Merkel Gemetar Lagi, Benarkah Hanya karena Dehidrasi?

Oleh Krishna Mahendra Sudarmo pada 12 Jul 2019, 15:30 WIB
Kanselir Jerman Angela Merkel kembali terlihat gemetar saat bertugas dan disebut akibat dehidrasi. Namun, benarkah hanya karena itu?
Angela Merkel Gemetar Lagi, Benarkah Hanya karena Dehidrasi? (360b/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kanselir Jerman Angela Merkel kembali terlihat gemetar untuk ketiga kalinya dalam beberapa pekan terakhir. Seperti dilansir dari Liputan6.com, hal ini terjadi pada Rabu (10/7) waktu setempat, saat ia menyambut kunjungan Perdana Menteri Finlandia Antti Rinne, di halaman depan Gedung Kanselir Jerman. Sebelumnya, dehidrasi dituduh sebagai penyebab gangguan gemetar atau tremor yang dialami Merkel. Namun, benarkah hanya karena dehidrasi?

Insiden gemetarnya Merkel pertama kali terjadi pada 18 Juni lalu. Tepatnya, saat perempuan yang menjabat sebagai Kanselir Jerman sejak 2005 tersebut melakukan upacara penyambutan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Berlin.

Selama ini, Merkel memang dikenal memiliki reputasi sebagai pekerja keras yang mampu bekerja tanpa henti sejak pagi hingga tengah malam. Oleh sebab itu, tak mengherankan jika kemudian kondisi Merkel yang sesungguhnya jadi perdebatan para ahli media, terutama tentang penyebabnya.

Apalagi, seperti dilansir dari The Guardian, Merkel baru saja meminta perubahan protokol saat menyambut Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen. Dengan perubahan itu, Merkel jadi bisa duduk saat sesi pemutaran lagu kebangsaan Jerman dan Denmark.

Pemerintah Jerman pun sangat tertutup mengenai informasi kesehatan Merkel. Hingga kini, tidak ada yang tahu pasti apa penyebab gemetarnya, selain keterangan resmi berupa dehidrasi.

"Saya baik-baik saja dan Anda tidak perlu khawatir," kata Merkel dalam konferensi pers setelah insiden gemetarnya yang ketiga.

Kaitan dehidrasi dan tubuh gemetar

Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, dehidrasi dapat terjadi saat tubuh kehilangan cairan. Kondisi ini tentu saja membuat tubuh menjadi tidak bisa berfungsi secara optimal.

"Umumnya, dehidrasi terjadi ketika seseorang tidak cukup minum saat berada di tengah cuaca terik atau ketika berolahraga secara intens," jelas dr. Nadia.

Soal kaitannya dengan gemetar yang dialami Merkel, ternyata dehidrasi memang bisa menjadi pemicunya.

"Seseorang yang mengalami dehidrasi biasanya akan mengalami ketidakseimbangan atau gangguan elektrolit, seperti potasium dan yodium. Hal inilah yang dapat menyebabkan kontraksi otot (kejang). Kalau dibiarkan, penderitanya bisa kehilangan kesadaran," lanjut dr. Nadia.

1 of 2

Tipe dan penyebab gemetar atau tremor

Di sisi lain menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, gangguan gemetar akibat dehidrasi biasanya tak terjadi berulang. Sebab, hal tersebut hanya akan terjadi saat tubuh seseorang benar-benar kekurangan cairan.

"Selain itu, untuk mengetahui penyebab terjadinya gemetar atau tremor berulang pada seseorang, harus dilihat juga kapan gangguan tersebut muncul. Apakah saat ia sedang diam, atau apakah saat ia sedang beraktivitas? Sebab, gangguan tremor sendiri memiliki beberapa tipe," kata dr. Dyah.

Gemetar atau tremor sendiri dapat diartikan sebagai pergerakan atau kontraksi otot yang menimbulkan osilasi atau getaran ritmis tanpa ada unsur kesengajaan. Keadaan ini paling sering terjadi pada bagian tangan, meski bisa juga terjadi pada bagian lengan, kepala, wajah, kaki, atau suara.

Berikut ini adalah beberapa tipe tremor, yaitu:

1. Tremor istirahat (resting tremor)

Ini adalah tremor yang terjadi saat otot sedang dalam keadaan relaksasi, misalnya saat tangan diletakkan di atas meja.

2. Tremor aksi (action tremor)

Ini adalah tremor yang terjadi saat terdapat pergerakan otot dari bagian tubuh terkait. Tremor tipe ini kemudian terbagi lagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Tremor postural, terjadi saat seseorang berusaha mempertahankan postur tubuh melawan gravitasi, misalnya saat berdiri. Tremor jenis inilah yang diduga terjadi pada Merkel.
  • Tremor kinetis, terjadi saat seseorang berusaha menggerakkan anggota tubuh seperti mengangkat tangan.
  • Tremor intensional, muncul saat pasien diminta untuk berusaha menyentuh sesuatu.
  • Tremor spesifik, terjadi hanya pada aktivitas tertentu, seperti saat menulis atau berbicara.

Biasanya, gemetar atau tremor terjadi karena adanya gangguan pada bagian otak yang mengatur gerak tubuh dan otot. Gangguan ini bisa muncul bersama dengan gangguan saraf, atau berdiri sendiri sebagai gejala tunggal akibat kondisi-kondisi lain.

Meski penyebab tremor tidak diketahui dengan pasti, namun ada beberapa kondisi yang diduga terkait, yaitu:

  • Multipel sklerosis
  • Stroke
  • Cedera kepala
  • Penyakit saraf degeneratif, misalnya Parkinson
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti obat asma, kortikosteroid, kafein
  • Penyalahgunaan konsumsi alkohol
  • Keracunan merkuri
  • Gangguan tiroid
  • Gagal hati atau ginjal
  • Gangguan cemas atau panic.

Gangguan gemetar atau tremor memang bisa terjadi pada siapa saja. Meski terkadang penyebabnya tidak terlalu serius, seperti dehidrasi yang diduga terjadi pada Kanselir Jerman Angela Merkel. Meski demikian Anda tetap harus waspada jika kondisi tersebut terjadi berulang. Sebab, bisa saja itu merupakan gejala penyakit serius.

[RVS]

Lanjutkan Membaca ↓