Tips Mempersiapkan Anak Perempuan Memasuki Pubertas

Oleh Hotnida Novita Sary pada 12 Jul 2019, 17:15 WIB
Setiap anak perempuan akan menghadapi pubertas yang membingungkan. Oleh karena itu, orang tua wajib memberi pendampingan.
Tips Mempersiapkan Anak Perempuan Memasuki Pubertas (ShutterOK/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Mungkin semua orang bakal sepakat bahwa pubertas adalah masa yang menegangkan sekaligus membingungkan, terutama pada anak perempuan. Biasanya cerita seputar pubertas tidak terlepas dari muculnya jerawat pertama, pertumbuhan rambut di area kemaluan, serta menstruasi pertama.

Namun, di luar itu semua, orang tua sering tidak siap mendampingi sang anak perempuan. Padahal, dengan persiapan yang baik, gadis kecil Anda bisa lancar melalui pubertas ini.

Pubertas dan tanda-tandanya

Seperti dijelaskan dr. Nitish Basant Adnani, BMedSc, MSc dari KlikDokter, pubertas adalah masa ketika seseorang – baik anak laki-laki maupun perempuan – mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi-fungsi seksual.

“Saat ini pubertas sudah dimulai pada usia 8-12 tahun dan berakhir lebih kurang di usia 15-16 tahun. Di masa ini, pertumbuhan dan perkembangan anak berlangsung dengan cepat,” kata dr. Nitish.

Masa pubertas pada remaja putri ditandai dengan menstruasi pertama (menarche). Setelah menarche terjadi, seorang anak sudah mampu untuk bereproduksi. Pada masa pubertas, terdapat pengaruh hormonal yang mempengaruhi proses ini, yaitu hormon FSH dan LH, ditambah dengan hormon estrogen dan progesteron pada anak perempuan.

Selain keluarnya menstruasi, bentuk fisik juga berubah. “Pada wanita akan ditandai dengan pertambahan tinggi badan, perubahan bentuk payudara, serta pertumbuhan rambut pubis dan ketiak,” ujar dr. Nitish.

Cek apa saja persiapan orang tua

Peran orang tua dalam mempersiapkan remaja putri mereka memasuki pubertas amatlah penting. Namun sayang, banyak orang tua merasa tidak siap dan tidak nyaman memulai percakapan tentang pubertas. Kalau Anda merasakan hal yang sama, berikut tipsnya.

  • Mulai pembicaraan dini

Saat anak perempuan Anda berusia 8 tahun, ia harus tahu perubahan apa saja yang akan dialami tubuhnya,  terkait dengan pubertas. Misalnya, tumbuhnya payudara dan tumbuhnya rambut di sekitar kelamin.

Mungkin Anda memandang sang putri masih sebagai anak kecil, tapi pengetahuan dini semacam ini penting agar dia tidak kaget. Anda tentu tidak perlu berdiskusi panjang lebar, tapi pastikan anak tahu perubahan tubuhnya akan segera terjadi ketika memasuki masa puber.

  • Diskusikan soal menstruasi sebelum dia mendapatkannya

Ingat, gadis kecil Anda tidak menyadari tubuh mereka sedang berubah. Karena itu, mereka juga mungkin takut dan kaget dengan kemunculan darah secara tiba-tiba di pakaian dalamnya.

Karena itu, sebaiknya ajak anak berdiskusi seputar menstruasi dan apa yang harus dilakukan saat itu terjadi. Ingatkan anak untuk memberitahu Anda saat mendapat menstruasi pertamanya.

  • Berikan Putri Anda perlengkapan yang dibutuhkannya

Jauh sebelum putri Anda memulai menstruasi, Anda harus pastikan memiliki persediaan pembalut (tampon) yang cukup di rumah. Bicaralah dengannya tentang cara menggunakan pembalut. Pastikan juga dia tahu untuk mengganti pembalut beberapa kali dalam sehari untuk menjaganya tetap bersih.

  • Jaga agar tetap riang

Jangan bebani anak bahwa pubertas dan menstruasi adalah sesuatu yang menyeramkan. Yakinkan mereka bahwa menstruasi pertama mungkin saja sangat ringan dan tidak mengalir deras. Anak pun tetap dapat merasa nyaman menghadapi menstruasi pertama mereka.

Sambil berbelanja, Anda juga dapat mendiskusikan menemukan bra yang pas dan mengobrol tentang pubertas. Ini akan menghilangkan rasa stres anak dan membuat Anda tetap nyaman.

  • Yakinkan anak semuanya adalah normal

Banyak gadis kecil tidak nyaman dengan tubuh mereka yang berubah dan khawatir tentang penampilan mereka. Sebagai orang tua, yakinkan anak perempuan Anda bahwa apa yang mereka alami adalah normal dan penampilan mereka baik-baik saja.

Beberapa anak perempuan juga akan merasa khawatir dengan pertumbuhan payudara yang tidak secepat teman sebayanya. Nah, katakann juga kepadanya bahwa perkembangan anatomis bisa berbeda.

Memasuki pubertas bagi seorang anak perempuan sering kali terasa sulit dan penuh tekanan. Sebagai orang tua, Anda wajib mempersiapkan mereka untuk menghadapi masa puber dengan perasaan dan pikiran yang tenang. Ajak anak perempuan Anda untuk berdiskusi tentang perubahan-perubahan alamiah yang akan dialaminya ketika ia memasuki masa menjadi wanita dewasa.

[RVS]