3 Cara Menghilangkan Memar di Tubuh Secara Alami

Oleh dr. Nabila Viera Yovita pada 13 Jul 2019, 08:00 WIB
Meski bisa sembuh sendiri, tetapi ada beberapa cara untuk menghilangkan memar di tubuh lebih cepat secara alami. Coba, deh!
3 Cara Menghilangkan Memar di Tubuh Secara Alami (Zynatis/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Memar di tubuh memang bisa sembuh sendiri, tetapi ada beberapa cara untuk menghilangkan memar lebih cepat secara alami. Khususnya pada memar berukuran besar, yang kemunculannya di tubuh – apalagi pada bagian tubuh yang tak tertutupi pakaian – bisa mengganggu penampilan.

Saat seseorang terjatuh, terpukul, atau tak sengaja terbentur benda keras, pembuluh darah kecil (kapiler) di bawah kulit bisa pecah, sehingga memunculkan luka memar. Kondisi tersebut terjadi karena darah terperangkap di bawah kulit.

Darah tersebut menetap hingga terserap kembali lewat proses pemulihan. Selama 2 minggu, akan terjadi perubahan warna pada memar yang merupakan tahapan pemulihan. Nyeri dan bengkak pun juga wajar, tak perlu dikhawatirkan.

Cara menghilangkan memar di tubuh secara alami

Meski umumnya akan sembuh dengan sendirinya, tetapi Anda mesti tahu cara mengurangi rasa tak nyaman dan menghilangkan memar secara alami.

  1. I.C.E

R.I.C.E adalah empat tahapan penyembuhan luka yang meliputi:

  • Mengistirahatkan (rest)
  • Memberikan kompres es (ice)
  • Memberikan balutan yang bersifat menekan (compression)
  • Serta tinggikan area tubuh yang bermasalah (elevation)

Umumnya, teknik ini dilakukan pada orang-orang yang baru menjalani operasi, keseleo, atau ketegangan otot berlebih. Namun, teknik ini juga bermanfaat untuk menghilangkan memar di tubuh secara alami. Caranya adalah dengan mengurangi sementara aliran darah di bagian tubuh yang memar. Gunanya adalah untuk mencegah pembengkakan dan memar berlebih.

Meninggikan, mengistirahatkan, memberikan balutan tekanan rendah, dan memberi kompres es selama 20 menit per jam bisa mengurangi aliran darah dan peradangan. Itu semua berkontribusi terhadap memar.

Mengaplikasikan teknik R.I.C.E segera setelah terjadi cedera dan selama proses penyembuhan memar juga dapat mengurangi rasa nyeri.

1 of 3

Selanjutnya

  1. Krim atau gel vitamin K

Tubuh membutuhkan vitamin K untuk menggumpalkan darah ketika diperlukan. Obat minum mungkin bukanlah solusi terbaik untuk orang-orang yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah dan obat-obatan lainnya. Namun, obat oles vitamin K akan memberikan terapi penanganan memar, dan secara umum aman untuk sebagian besar individu.

Suatu studi dalam jurnal “Drugs in Dermatology” menyebutkan, seseorang yang mengoleskan gel vitamin K setelah penggunaan kosmetik mengalami memar yang lebih sedikit dibandingkan dengan partisipan lainnya yang menggunakan plasebo. Obat oles vitamin K dapat digunakan sesuai dengan petunjuk yang tertera di kemasan.

  1. Pola makan yang tepat

Ada, lo, diet yang bisa membantu menyembuhkan memar! Makanan yang dianjurkan antara lain:

  • Kandungan bromelin dalam nanas mampu menyembuhkan memar lebih cepat.
  • Makanan yang mengandung quercetin seperti apel, buah golongan sitrus, bawang merah, buah berry dan ceri berwarna gelap, dan sayuran berdaun hijau.
  • Buah golongan sitrus. Suatu studi menemukan bahwa flavonoid di dalamnya mampu menyembuhkan memar pada lansia yang mengalami memar berulang. Contohnya adalah jeruk, lemon, dan jeruk nipis.
  • Makanan yang mengandung vitamin K untuk meminimalkan terjadinya memar. Contohnya adalah bayam, brokoli, selada, kacang kedelai, stroberi, dan blueberry adalah sumber vitamin K yang tinggi.
  • Protein tanpa lemak seperti ikan, unggas, tofu dan daging tanpa lemak menyediakan protein yang cukup untuk menguatkan pembuluh darah kecil yang rentan terhadap memar. Hindari sumber protein yang memilkiki kadar lemak jenuh dan kolesterol yang tinggi, seperti burger dan daging yang digoreng.
  • Makanan yang kaya akan zink untuk membantu tubuh menyembuhkan memar dan jaringan yang cedera. Anda bisa mengonsumsi daging kepiting, lobster, bayam, biji labu, dan kacang polong.
2 of 3

Memar yang harus diwaspadai

Pada umumnya memar tak membutuhkan penanganan medis karena bisa sembuh sendiri. Namun pada beberapa kasus, memar bisa menjadi tanda peringatan akan kondisi medis yang serius atau adanya kekurangan nutrisinya.

Jika menemukan gejala memar seperti yang disebutkan di bawah ini, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

  • Memar muncul tanpa suatu sebab cedera yang jelas
  • Memar terjadi berulang kali
  • Mudah mengalami memar
  • Memar yang muncul tiba-tiba setelah konsumsi obat maupun suplemen baru
  • Memar yang muncul di tempat yang tidak biasa, seperti perut maupun punggung.

Pada umumnya, wanita dan orang tua lebih mudah untuk mengalami memar dibandingkan pria dan dewasa muda. Antibiotik, pengencer darah, dan obat asma juga dapat meningkatkan risiko terjadinya memar pada sebagian individu. Namun, Anda sebaiknya tidak menghentikan konsumsi suatu obat tanpa persetujuan dokter.

Sebagian besar memar tidak berbahaya dan ada beberapa cara untuk meringankan rasa sakit sekaligus menghilangkan memar di tubuh secara alami. Produk oles umumnya lebih aman, beda dengan obat oral. Hindari mengonsumsinya tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓