Tips Nutrisi bagi Lansia Saat Ibadah Haji

Oleh Ayu Maharani pada 13 Jul 2019, 15:00 WIB
Agar lansia selalu sehat dan bugar saat melaksanakan ibadah haji, ikutilah tips nutrisi bagi lansia berikut ini!
Tips Nutrisi bagi Lansia Saat Ibadah Haji (Foto: Zainul Arifin/Liputan6)

Klikdokter.com, Jakarta Perbedaan cuaca, suhu udara, dan padatnya aktivitas bisa membuat lansia yang sedang melaksanakan ibadah haji jatuh sakit. Pasalnya, daya tahan tubuh serta fungsi organ lansia tidak sebaik saat muda dulu. Oleh karena itu diperlukan tips nutrisi bagi lansia agar kondisi kesehatannya selalu terjaga saat ibadah haji.

Menurut, dr. Sara Elise Wijono, MRes dari KlikDokter lansia memang rentan mengalami malnutrisi akibat beberapa faktor medis. Dengan kebutuhan nutrisi yang baik, para lansia calon haji ini akan tetap khusyuk saat melaksanakan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Beberapa kiat nutrisi yang bisa dijalankan untuk menjaga kondisi kesehatan lansia saat naik haji, antara lain:

  • Asupan cairan harus dilebihkan dari biasanya

Menurut dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter, cuaca ekstrem di sana sangat memengaruhi kondisi tubuh lansia, khususnya soal hidrasi tubuh. Oleh sebab itu, dr. Devia menyarankan lansia untuk mencukupi kebutuhan cairan mereka, meskipun belum merasa haus.

“Ketika di negara sendiri, mungkin anjuran yang sering didengar adalah penuhi asupan cairan minimal 8 gelas per hari. Namun ketika sudah berada di Arab Saudi, akan lebih baik bila lansia meningkatkan asupan cairannya. Dari 8 gelas per hari menjadi 10-12 gelas per hari,” kata dr. Devia.

Cairan yang dimaksud tak mesti harus air putih terus-menerus. Bila bosan, lansia bisa mengonsumsi air kelapa ataupun susu. 

  • Tingkatan asupan kalori agar punya tenaga lebih

Jumlah makanan yang dimakan tentu harus seimbang dengan tingkat aktivitas Anda. Apabila aktivitas selama di Tanah Suci terbilang melelahkan, Anda juga mesti memperhatikan jumlah kalori yang dimasukkan ke dalam tubuh.

“Tak ada salahnya bila selama di sana, Anda meningkatkan asupan kalori, asalkan aktivitas yang dijalani cukup berat. Jika aktivitas terbilang padat, tetapi pola makan kacau dan apa yang dimakan terlalu sedikit, bisa-bisa lansia lemas dan jatuh sakit,” tuturnya. 

  • Karbohidrat, protein, dan serat mesti terpenuhi

Meski jumlah kalorinya ditambah, dr. Devia menyarankan Anda untuk tetap memenuhi gizi yang seimbang. Karbohidrat memang bisa diperbanyak, tetapi protein dan serat (sayur dan buah) tidak boleh ditinggalkan.

Ketika Anda sempat jatuh sakit, protein sangat berguna untuk memperbaiki sel-sel tubuh sehingga proses pemulihan bisa berjalan lebih cepat. Adapun serat berfungsi untuk melancarkan pencernaan Anda sehingga BAB akan tidak terganggu. Anda pun tidak akan mengalami panas dalam. 

  • Boleh konsumsi kudapan untuk stabilkan gula darah

Kadar gula darah yang terlalu rendah alias hipoglikemia dapat menyebabkan seseorang, khususnya penderita diabetes, mengalami penurunan kesadaran. Untuk mengatasinya, di tengah-tengah aktivitas, lansia disarankan untuk menyantap kudapan agar gula darahnya tetap stabil.

Bila ada, konsumsilah snack sehat kemasan yang memang Anda bawa dari Tanah Air. Jika tidak ada, Anda bisa mengonsumsi kurma. Namun, kata dr. Devia, kurma sebaiknya tidak dijadikan snack atau camilan oleh penderita diabetes.

“Diabetesi yang sedang beribadah haji lebih baik cari camilan sehat yang lain,” tuturnya. 

  • Bila perlu, konsumsi suplemen 

Jika kebetulan makanan yang dikonsumsi tidak memenuhi standar nutrisi, tak ada salahnya bila Anda mengonsumsi suplemen tertentu untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit. Tapi ingat, pengonsumsian suplemen sebaiknya dijadikan opsi terakhir. Kecukupan nutrisi wajib didapatkan terlebih dulu dari makanan pokok. 

Nutrisi bagi lansia harus dipenuhi saat melaksanakan ibadah haji. Jika Anda memiliki kondisi medis tertentu, akan lebih baik jika Anda berkonsultasi dulu kepada ahli gizi dan dokter. Jadi kebutuhan nutrisi pun bisa disesuaikan dengan kebutuhan harian Anda.

[HNS/ RVS]