7 Dampak Negatif Masker Putih Telur untuk Wajah

Oleh Ruri Nurulia pada 15 Jul 2019, 08:00 WIB
Sering dimanfaatkan untuk mengencangkan dan mencerahkan kulit, ternyata masker putih telur menyimpan dampak negatif untuk wajah.
7 Dampak Negatif Masker Putih Telur untuk Wajah (Kitzzeh/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Meski banyak yang memuji khasiatnya, ternyata masker putih telur menyimpan dampak negatif. Sering digunakan untuk mengencangkan dan mencerahkan kulit secara alami, ternyata banyak ahli yang tidak menganjurkan penggunaan masker ini. Kenapa, ya?

Masker putih telur mungkin jauh lebih terjangkau ketimbang harus membeli serum yang harganya cenderung mahal. Faktanya, ada lebih banyak alasan untuk tidak mengaplikasikan putih telur ke kulit ketimbang potensi manfaatnya.

Dampak negatif masker kulit untuk wajah

Entah untuk masker anti penuaan atau menghilangkan noda hitam, penggunaan masker putih telur tidak sebanding dengan risikonya. Beberapa potensi bahayanya antara lain:

  1. Potensi reaksi alergi

Jika Anda punya alergi terhadap putih, bukan hanya Anda tak boleh memakan telur, tetapi Anda juga tidak disarankan untuk mengoleskannya ke kulit. Bergantung pada tingkat keparahan alergi, Anda bisa mengalami gejala seperti gatal parah, timbul ruam, biduran, atau kesulitan bernapas jika mengoleskan putih telur ke wajah.

  1. Gejala intoleransi telur

Beda dengan alergi, intoleransi telur bisa mengakibatkan peradangan dan ketidanyamanan di perut saat mengonsumsinya. Jika Anda menggunakan putih telur sebagai masker, Anda tetap berisiko mendapat sejumlah kecil putih telur lewat mulut.

  1. Infeksi salmonela

“Telur mentah berpotensi menyimpan bakteri salmonela,” kata dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter. Gejala yang akan dialami adalah demam yang diiringi keluhan saluran cerna seperti perut kembung, muntah, dan diare.

Gejala umumnya muncul 6-48 jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi dan menetap selama 4-7 hari setelahnya. Pada anak-anak, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah, infeksi salmonela membawa ancaman serius.

  1. Iritasi kulit

Hampir semua zat bisa sebabkan iritasi kulit, bahkan tanpa adanya kondisi alergi atau intoleransi. Jika Anda merasakan gatal, kemerahan, atau benjolan ringan setelah menggunakan masker putih telur, hentikan pemakaiannya.

  1. Infeksi lainnya

Mengaplikasikan bahan makanan mentah ke kulit, khususnya jika baru-baru ini mengalami luka atau goresan, bisa menyebabkan infeksi sekunder.

  1. Mengontaminasi permukaan

Penggunaan masker putih telur mentah bisa mengontaminasi permukaan seperti wastafel atau meja dapur. Begitu juga tempat lainnya jika masker putih telur yang Anda oleskan di wajah menetes ke mana-mana di sekitar rumah.

  1. Membahayakan orang lain

Jika di rumah ada yang alergi putih telur, Anda bisa meningkatkan risiko kekambuhan alerginya. Jika memang masker putih telur adalah ritual wajib kecantikan Anda, pastikan untuk membuatnya dengan sarung tangan dan hanya di satu area, sehingga Anda tidak menyebarkan proteinnya di penjuru rumah.

1 of 2

Adakah manfaatnya untuk kulit?

Di luar dari potensi risikonya, penggunaan putih telur di wajah dikatakan tidak efektif. Kulit mungkin akan terasa kencang dan lembut setelah pemakaian, tetapi efek ini akan cepat hilang begitu Anda membilas masker dari kulit wajah.

Jika memang Anda ingin mengurangi keluhan hiperpigmentasi, kerutan, atau tanda penuaan lainnya, lebih baik gunakan produk perawatan yang hasilnya telah terbukti secara klinis. Misalnya yang mengandung minyak kelapa untuk melembapkan, ekstrak teh hijau untuk meminimalkan inflamasi dan kerusakan sel, hydroxy acid untuk membantu eksfoliasi sel kulit mati, niasin untuk kerusakan akibat sinar matahari, retinoid yang mengandung turunan vitamin A, serta vitamin C untuk mencerahkan wajah.

Cara alami yang lebih aman

Jika memang menyenangi perawatan wajah alami, menurut dr. Atika dari KlikDokter ada beberapa cara yang lebih baik, yaitu:

  • Menjaga kulit dari paparan sinar matahari, karena sinar ultraviolet bisa merusak kolagen. Dokter Atika menyarankan Anda untuk berlindung di balik payung, topi, memakai pakaian yang menutupi kulit, serta tak pernah absen memakai tabir surya minimal SPF 30 yang dioleskan ulang tiap 2 jam.
  • Berhenti merokok. “Merokok mempercepat perubahan kulit menuju penuaan, yaitu dikaitkan dengan timbulnya kerutan serta kulit tampak kusam dan tidak bercahaya,” jelas dr. Atika.
  • Merawat kulit dengan baik. Misalnya dengan membersihkan wajah sebelum tidur, menggunakan produk perawatan wajah yang tidak mengiritasi, penggunaan pelembap secara rutin sesuai jenis kulit, perbanyak minum air putih, penggunaan serum atau krim malam yang mengandung antioksidan, dan lain-lain.
  • Konsumsi makanan sehat. Perbanyak konsumsi sayur dan buah karena antioksidannya bisa mencegah kerusakan karena penuaan dini. Selain itu, hindari makanan tinggi gula dan karbohidrat simpleks lainnya karena menurut penelitian, makanan tersebut bisa mempercepat penuaan.
  • Olahraga teratur. Perbaikan sirkulasi darah yang diperoleh ketika berolahraga secara rutin juga terjadi di kulit juga dirasakan oleh kulit.
  • Kurangi konsumsi alkohol karena bisa memberikan efek kekeringan atau dehidrasi pada kulit. Kulit yang kering mudah rusak dan alami penuaan.

Adakah cara aman memakai masker putih telur?

Kalau sudah terlanjur sayang dengan masker putih telur, Anda bisa meminimalkan risiko reaksi kulit dengan memilih telur yang paling aman. Pilihlah telur organik atau telur pasteurisasi.

Minimalkan juga risiko kontaminasi dengan mengaplikaskan masker di satu area, misalnya di kamar mandi atau wastafel dapur. Pastikan untuk melakukan disinfeksi wastafel atau permukaan sekitarnya dan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah menggunakan masker.

Dibanding manfaatnya, masker putih telur lebih banyak menawarkan bahaya. Untuk melawan penuaan dini, mengencangkan kulit, atau apa pun alasan Anda menggunakan masker putih telur, sebaiknya pilih metode lain yang telah teruji. Agar hasilnya maksimal sesuai kondisi kulit, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dermatolog atau dokter spesialis kulit.

[RVS]

Lanjutkan Membaca ↓