Tips Hadapi Bullying di Tempat Kerja

Oleh dr. Sara Elise Wijono MRes pada 16 Jul 2019, 15:20 WIB
Bullying tidak hanya ditemukan di sekolah-sekolah. Bullying di tempat kerja pun bisa terjadi. Berikut tips untuk menghadapi situasi ini.
Tips Hadapi Bullying di Tempat Kerja (Africa-Studio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Jika selama ini Anda berpikir bullying hanya terjadi di sekolah dan menimpa anak-anak, Anda salah. Faktanya, kasus bullying di tempat kerja juga rentan terjadi.

Bullying adalah suatu tindakan yang membuat orang lain merasa terintimidasi atau tersinggung. Meski tidak semua tindakan tak menyenangkan digolongkan dalam bullying, namun tindakan negatif yang dilakukan secara sengaja dan menargetkan individu tertentu secara berulang-ulang dan persisten termasuk dalam bullying.

Tindakan yang dapat digolongkan dalam perundungan antara lain menyebarkan rumor jahat tentang seseorang, bertindak secara tidak adil, meledek seseorang, merendahkan seseorang, atau tidak memberikan seseorang kesempatan untuk promosi jabatan atau menjalani pelatihan.

Hasil survei tahun 2015 di Inggris menyatakan 37 persen responden mengaku pernah menjadi korban bullying di tempat kerja. Lebih lanjut, kurang lebih seperlima responden mengaku pernah menyaksikan rekan kerjanya mengalami perundungan di lingkungan pekerjaan.

Sayangnya, lebih dari setengah responden yang menjadi korban atau saksi bullying memilih untuk tidak melakukan apapun terhadap tindakan tak menyenangkan ini.

Tips menghadapi bullying

Jika anda mengalami bullying, terutama di tempat kerja, ada beberapa tips yang dapat anda terapkan untuk mengatasinya.

1. Kontrol diri

Sering kali, tujuan pelaku bullying adalah membuat marah atau sedih. Jika Anda tidak menunjukkan reaksi demikian di hadapannya, maka tujuan pelaku tidak tercapai.

Tentu saja menahan emosi tak mudah dan memerlukan kesabaran yang ekstra. Namun, dengan tetap menjaga diri agar tenang, Anda tidak membiarkan pelaku bullying 'menang'.

2. Pelajari cara merespons bullying

Misalnya saja, apabila pelaku selalu mengkritik hasil pekerjaan Anda, mintalah untuk menjelaskan lebih lanjut apa yang akan dia lakukan jika diminta menyelesaikan pekerjaan tersebut. Karena sering kali, pelaku bullying hanya berusaha mengkritik tanpa memiliki solusi yang lebih baik.

Dengan meminta rincian dan detail, Anda dapat membuat pelaku bingung. Bedakan hal ini dengan orang yang ingin memberikan kritik membangun.

3. Buat jurnal bullying

Anda perlu mencatat perilaku ini setiap kali terjadi, untuk mengenali pola bullying dan juga sebagai bahan bukti apabila Anda ingin melaporkannya.

Yang sebaiknya dicatat adalah tanggal, jam, serta lokasi bullying, siapa pelakunya. apa yang dikatakan atau dilakukan, efek yang terjadi, serta apakah ada saksi mata dari perilaku tersebut.

4. Konsultasi dengan sesama rekan kerja

Cobalah berbicara dengan beberapa rekan kerja Anda. Cari tahu apakah mereka juga mendapatkan perlakuan serupa. Tanyakan apakah mereka pernah menyaksikan perilaku bullying yang Anda alami.

Rekan kerja Anda dapat menjadi partner untuk melaporkan pelaku, membantu menghentikan pelaku, atau sekadar moral support dalam menjalani kehidupan di lingkungan kerja. Pertemanan yang positif ini dapat menguatkan anda menghadapi peristiwa tidak menyenangkan di pekerjaan.

5. Pahami kebijakan di kantor

Anda juga perlu memahami bagaimana kebijakan tempat kerja sehubungan dengan bullying. Apakah ada peraturan yang jelas terkait bullying di tempat kerja? Siapa yang perlu dihubungi apabila hal ini terjadi? Bagaimana proses pelaporannya?

Jika tidak ada peraturan yang jelas, Anda dapat mencoba menjelaskan masalah ini kepada atasan atau pihak dari departemen HR (Human Resources). Jika masalah ini berlanjut, sebaiknya laporkan agar dapat diselesaikan dengan baik.

Demikian beberapa tips menghadapi bullying di tempat kerja. Bila Anda mengalaminya, jangan sampai terbawa stres. Segera lakukan langkah-langkah di atas agar kinerja Anda di tempat kerja tetap optimal.

[NP/ RVS]