Anak Tak Mau Masuk Sekolah, Wajarkah?

Oleh dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid pada 16 Jul 2019, 15:40 WIB
Kejadian anak tak mau masuk sekolah bukanlah hal yang jarang terjadi. Untuk itu Anda perlu mengenali penyebab dan cara mengatasinya.
Anak Tak Mau Masuk Sekolah, Wajarkah? (Sharomka/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tahun ajaran baru telah dimulai. Masuk sekolah bisa jadi hal yang sangat menyenangkan dan menarik bagi sebagian anak. Namun sering juga terjadi anak tak mau masuk sekolah karena berbagai alasan. Kejadian anak mogok sekolah kadang membuat orang tua kesal dan frustasi.

Penyebab anak mogok sekolah

Jika anak tak mau masuk sekolah, Anda sebagai orang tua sebaiknya tak langsung marah atau panik. Pahamilah, ada berbagai penyebab anak tidak mau masuk sekolah. Faktornya bisa datang dari internal (gangguan pada si Kecil) maupun eksternal seperti lingkungan sekolah, guru, dan teman-teman.

Penyebab internal yang sering menyebabkan si Kecil mogok sekolah di antaranya adalah:

  • Anak sedang sakit

Ini adalah hal yang sering terjadi. Terkadang si Kecil merasakan hal yang tak nyaman – bisa karena sakit atau hal lain – tetapi sulit mengungkapkannya pada orang tua. Ia hanya menyatakan bahwa ia tidak mau bersekolah. Enggan sekolah karena sedang sakit umumnya hanya terjadi selama satu atau beberapa hari saja, tidak berkepanjangan.

  • Gangguan perpisahan (separation anxiety)

Kondisi ini merupakan gangguan psikologis yang dapat terjadi, umumnya pada anak usia balita. Gangguan perpisahan terjadi karena anak merasa takut dipisahkan dari orang tua atau pengasuhnya, meskipun hanya sebentar saja.

Umumnya, gejala yang terlihat adalah anak menangis atau mengalami tantrum saat peristiwa perpisahan terjadi. Kondisi ini misalnya saat anak diantar ke sekolah, muntah atau sakit kepala menjelang berangkat sekolah, mimpi buruk, dan sebagainya.

  • Fobia sekolah

Berbeda dengan gangguan perpisahan yang lebih sering terjadi pada masa balita, fobia sekolah lebih sering terjadi pada anak usia remaja. Anak yang mengalami fobia sekolah umumnya mengalami kekhawatiran terus menerus setiap kali akan berangkat dan berada di sekolah.

Hal ini tidak hanya terjadi saat anak baru mulai sekolah, melainkan terjadi selama berbulan-bulan. Akibatnya, anak yang mengalami fobia sekolah umumnya tak memiliki banyak teman dekat, dan sering bolos sekolah.

  • Gangguan belajar

Gangguan belajar merupakan gangguan pada saraf yang menyebabkan anak sulit mempelajari hal tertentu.

Ada berbagai macam gangguan belajar, di antaranya adalah:

  • Disleksia atau gangguan belajar terkait bahasa yang menyebabkan anak kesulitan dalam mengeja, membaca, dan menulis.
  • Disgrafia atau gangguan belajar yag menyebabkan anak sulit menulis dengan tangan dan pekerjaan motorik halus lainnya.
  • Diskalkulia atau gangguan belajar yang ditandai dengan kesulitan memahami angka dan berhitung.

Selain masalah-masalah tersebut, keengganan masuk sekolah juga bisa terjadi karena faktor lingkungan, misalnya anak mengalami bullying di sekolah, ada konflik dengan guru, atau adanya peristiwa tak menyenangkan yang terjadi di sekolah.

Apa yang harus dilakukan?

Jika si Kecil tak mau sekolah, sebagai orang tua Anda tidak perlu panik atau marah kepada anak. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membantu anak agar mau sekolah:

1. Hindari marah dan memaksa anak ke sekolah

Memarahi atau memaksa si Kecil akan menyebabkannya semakin tidak nyaman dan enggan untuk menceritakan masalahnya pada orang tua. Sebaliknya, perlihatkan pada anak bahwa Anda memahami ketidaknyamanan yang dirasakan anak. Coba cari tahu dan identifikasi perlahan apa yang mendasari perilaku si Kecil.

2. Diskusikan dengan guru atau kepala sekolah

Guru atau kepala sekolah berperan dalam mengobservasi kegiatan anak di sekolah. Tanyakan pada mereka, apakah ada hal yang dapat menyebabkan si Kecil tidak nyaman di sekolah. Bisa jadi, mereka juga memiliki berbagai pengalaman dalam menghadapi masalah serupa.

3. Coba dampingi si Kecil saat bersekolah

Mintalah izin pada kepala sekolah atau guru untuk bisa ikut serta dalam kegiatan belajar anak dalam beberapa hari. Dengan demikian, orang tua bisa mengidentifikasi dengan lebih baik mengenai penyebab anak tidak mau sekolah dan bisa memberikan dukungan yang tepat bagi si Kecil.

Jika anak tak mau sekolah, Anda sebagai orang tua perlu bekerjasama dengan guru dan pihak sekolah untuk mengidentifikasi penyebabnya. Lebih baik jangan paksa si Kecil, melainkan diskusikan dengan guru untuk mencari jalan keluar yang tepat.

[NP/ RVS]