Anak Gampang Sakit Perut, Gejala Stres atau Penyakit?

Oleh Tamara Anastasia pada 16 Jul 2019, 15:00 WIB
Sakit perut adalah keluhan paling umum pada anak. Tapi jangan salah, sakit perut juga bisa menjadi indikasi anak sedang stres.
Anak Gampang Sakit Perut, Gejala Stres atau Penyakit? (New-Africa/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sakit perut mungkin keluhan yang paling sering dilontarkan anak. Sakit perut sendiri merupakan gejala yang disebabkan oleh kondisi medis tertentu. Sering kali keluhan tersebut hilang dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan khusus.

Namun, sakit perut yang berkelanjutan, bisa menjadi tanda ada yang salah pada anak. Salah satu kondisi medis yang mungkin diderita anak adalah stres.

Stres pada anak

Mungkin Anda tidak mengira anak dapat mengalami stres karena tanggung jawab dan beban hidupnya masih sedikit. Namun kenyataannya, menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, stres pada anak bisa terjadi.

“Stres pada dasarnya adalah respons terhadap perubahan pada diri anak. Penyebab stres (stresor) dapat berasal dari luar maupun dalam diri sang anak,” ujar dr. Sepri.

Penyebab stres ini bervariasi dan terus berkembang seiring usianya. Contohnya, stresor pada balita adalah cemas akan berpisah (separation anxiety) dengan orang tua. Adapun pada usia sekolah, stres bisa berupa lingkungan sekolah atau tekanan dari teman sebaya.

“Meski begitu, tidak semua stres berdampak buruk bagi anak. Misalnya saat anak dipacu oleh pelatih olahraga, hal tersebut dapat mendorong anak untuk menguasai keahlian dalam olahraga tersebut,” tutur dr. Sepri.

Namun, bila stresor yang dialami terlalu berat atau terus-menerus, anak mungkin tidak dapat mengatasinya. Akibatnya, beragam masalah kesehatan dapat terjadi, termasuk sakit perut.

Sakit perut dipicu stres atau penyakit?

Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari Klikdokter, ketika seorang anak sedang berada dalam kondisi yang stres dan cemas, sakit perut merupakan kondisi yang paling sering dikeluhkan.

“Anak yang sedang cemas, takut, stres, banyak pikiran, memang sering mengeluh sakit perut. Apalagi jika sakit perut anak disertai dengan tidak nafsu makan, lebih memilih menyendiri, dan jadi tertutup sama orang tuanya,” kata dr. Ega. 

Namun begitu, Anda juga harus singkirkan faktor organiknya. “Faktor organik seperti apa? Misalnya, apakah si anak sebelumnya terkena infeksi, telat makan, atau memang pada dasarnya dia ada alergi tertentu. Itu harus Anda singkirkan terlebih dahulu. Kalau tidak ada masalah, baru Anda bisa kaitkan dengan kondisi psikisnya,” ujar dr. Ega. 

Menurutnya sakit perut akibat stres bisa dikatakan sebagai kondisi psikosomatis, yaitu gangguan psikis yang bisa muncul di fisik seorang anak. Bila benar disebabkan oleh stres, segera cari tahu penyebabnya dan atasi.

Anda bisa bicara dengan anak secara personal dan tanyai dengan perlahan. Selanjutnya, Anda bisa bicara dengan guru bila anak sudah mulai bersekolah. Bisa saja pemicunya ada di sekolah, tapi enggan diceritakan anak.

Kapan harus ke dokter? 

Dokter Ega menyarankan agar para orang tua segera membawa sang anak ke dokter jika sudah beberapa kali mengeluh sakit pada perut. 

“Kalau anaknya sudah mengeluh terus, Anda harus segera membawanya ke dokter. Walau sakit perutnya sebentar-sebentar hilang tapi tidak kunjung membaik, lebih baik langsung bawa ke Dokter,” kata dia.

Lalu, kalau sakit perut yang disertai dengan muntah atau buang air terus-menerus, itu juga harus segera dibawa ke rumah sakit. Kalau dibiarkan terlalu lama, ditakutkan anak kena dehidrasi.

Dia menambahkan, “Kalau anak sudah sangat lemas dan dibarengi dengan demam tinggi segera bawa dia ke dokter.”

Kondisi stres dan cemas ternyata dapat memicu sakit perut pada anak. Oleh karena itu, sebelum buru-buru memberikan obat sakit perut pada anak, Anda harus ketahui penyebab pastinya. Apakah disebabkan oleh faktor fisik ataukah psikis. Dengan mengetahui sumber masalahnya, penanganan pun akan jadi tepat sasaran. 

[HNS/ RVS]