6 Penyebab Noda pada Gigi yang Jarang Diketahui
searchtext customer service

Penyebab Noda pada Gigi yang Jarang Diketahui

Tanpa disadari, tahu-tahu ada noda pada gigi? Kenali hal-hal berikut yang mungkin jadi penyebab kondisi tersebut.
Penyebab Noda pada Gigi yang Jarang Diketahui

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian orang baru menyadari bahwa ada noda pada giginya saat mereka periksa ke dokter gigi. Sebelumnya, mereka bahkan tidak terlalu memperhatikannya!

Meski tak menimbulkan keluhan, munculnya noda pada gigi bisa menurunkan rasa percaya diri. 

Noda tersebut dapat muncul bervariasi, mulai dari berwarna cokelat kekuningan dengan ukuran menyerupai bercak kecil, hingga kehitaman dengan ukuran yang relatif besar dan mengganggu penampilan.

Noda pada gigi tak muncul sendirinya. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu:

1 dari 7

1. Makanan

Makanan
loading

Jenis makanan yang dapat meninggalkan noda pada gigi, di antaranya saus tomat, bumbu soto atau kari, serta buah-buahan berwarna pekat seperti beri.

Makanan-makanan tersebut mengandung pigmen yang menempel pada lapisan pelindung gigi atau enamel.

Dengan berjalannya waktu, noda ini bisa menjadi permanen, terutama jika Anda memiliki kebersihan mulut yang buruk.

Cara mencegahnya, yaitu usahakanlah selalu menyikat gigi setelah menikmati makanan tersebut. Atau setidaknya selalu menyikat gigi malam hari sebelum tidur.

Dengan demikian, Anda dapat mencegah terjadinya perubahan warna gigi yang dapat menurunkan rasa percaya diri.

Artikel Lainnya: Jenis Zat Asam Penyebab Erosi Gigi

2 dari 7

2. Minuman

loading

Anggur merah adalah jenis minuman yang bisa menjadi penyebab noda pada gigi.

Perlu Anda ketahui, minuman tersebut memiliki kandungan asam tannic di dalamnya. Asam tannic menyebabkan timbulnya bintik-bintik berwarna kecokelatan pada gigi.

Tak hanya anggur merah, lho. Kopi, teh, minuman bersoda, dan beberapa jenis jus juga dapat menyebabkan gigi ternodai. Ini karena kandungan tanin di dalamnya.

Tanin adalah sejenis senyawa polifenol yang dapat menempel pada permukaan gigi dan mengubah warna gigi menjadi lebih kuning.

Untuk mencegah munculnya noda pada gigi akibat minuman, caranya bisa dengan menggunakan sedotan. Selain itu, usahakan untuk meminumnya dengan cepat, jangan biarkan tergenang lama di dalam mulut.

3 dari 7

3. Merokok

Merokok
loading

Merokok atau mengisap tembakau adalah kebiasaan buruk yang dapat menjadi penyebab noda pada gigi.

Gigi pada perokok bisa terlihat ada noda kuning, cokelat, cokelat tua, bahkan hitam. Hal itu tergantung dari berapa lama dan sering frekuensi merokoknya.

Kandungan nikotin dan tar yang terdapat di dalam rokok dapat menempel pada pori-pori lapisan enamel gigi. 

Menurut BMC Public Health Journal, merokok memang memiliki dampak negatif pada tampilan warna gigi. Maka tak heran, sebagian besar perokok memiliki warna gigi yang lebih kusam.

Jurnal tersebut juga menyebutkan bahwa mengajak si perokok untuk melihat langsung noda di giginya dapat membantu mereka untuk mengurangi kebiasaan tersebut.

Artikel Lainnya: Cara Ampuh Mencegah dan Menghilangkan Noda Kopi di Gigi

4 dari 7

4. Penggunaan Antibiotik

loading

Beberapa obat dapat mengakibatkan perubahan warna pada gigi. Terutama obat golongan antibiotik jenis tetrasiklin, seperti chlortetracycline, oxytetracycline, minocycline.

Obat-obatan tersebut diketahui dapat menimbulkan noda pada gigi jika Anda mengonsumsinya saat periode pertumbuhan gigi. 

Penggunaan antibiotik pada saat kandungan berusia 4 bulan sampai 5 bulan setelah lahir dapat menyebabkan terjadinya noda pada gigi susu anak nantinya.

Sementara itu, jika Anda menggunakan antibiotik pada saat menyusui, atau ketika anak usia 4 bulan sampai 7 tahun, noda pada gigi sang buah hati dapat muncul.

Oleh karena itu, penggunaan tetrasiklin tidak dianjurkan pada ibu yang sedang hamil atau menyusui. 

Jika memang membutuhkan pengobatan antibiotik, gunakan jenis antibiotik lainnya yang tidak memicu noda pada gigi.

5 dari 7

5. Kerusakan Gigi

Kerusakan Gigi
loading

Bakteri pada plak dan karang gigi akan memakan gula dari sisa makanan yang tertinggal di dalam rongga mulut. Proses tersebut menghasilkan sifat asam yang dapat membuat lapisan enamel jadi lunak.

Jika terjadi terus-menerus, maka lama-kelamaan lapisan enamel tersebut akan melemah sehingga gigi terlihat berwarna kekuningan. Hal ini terjadi terutama di bagian sepertiga gigi dekat gusi. 

Apabila tidak segera dibersihkan di dokter gigi, lama-kelamaan pengeroposan akibat asam tersebut semakin melibatkan lapisan yang lebih dalam.

Pada akhirnya, kerusakan bisa bertambah parah dan menyebabkan noda yang makin kecokelatan pada gigi.

Artikel Lainnya: Memutihkan Gigi dengan Pasta Gigi Pemutih, Efektifkah?

6 dari 7

6. Penggunaan Obat Kumur

loading

Selain dengan menyikat gigi, banyak orang yang menambahkan berkumur sebagai ritual menjaga kebersihan gigi.

Meski dapat membantu membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi dan juga membuat napas lebih segar, terlalu sering berkumur dengan obat kumur tertentu bisa menyebabkan noda pada gigi.

Studi dalam Journal of Clinical and Experimental Dentistry menyatakan bahwa ada beberapa kandungan yang dapat menimbulkan noda pada gigi. Beberapa kandungan tersebut, yaitu zat ammonium, chlorhexidine, potassium permanganate, titanium oxide, dan zinc oxide.

Jurnal tersebut juga membuktikan bahwa obat kumur dengan kandungan nano partikel titanium oxide dan zinc oxide menyebabkan noda di gigi lebih banyak dibandingkan dengan kandungan chlorhexidine.

Oleh karena itu, selalu gunakan obat kumur sesuai dengan indikasinya saja. 

Baca Juga

Noda pada gigi memang tidak menimbulkan rasa sakit. Namun jika terjadi berkelanjutan dan semakin parah, bisa jadi suatu pertanda adanya kerusakan. Jadi, hindari kebiasaan-kebiasaan buruk yang bisa membuat warna gigi berubah.

Anda juga wajib menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan menyikat gigi dua kali sehari serta berkunjung ke dokter gigi setiap enam bulan sekali.

Gunakan fitur Live Chat dari aplikasi KlikDokter untuk berkonsultasi kepada dokter terkait kesehatan gigi dan mulut secara lebih mudah!

[WA]

Referensi:

  1. Bupa. Diakses pada 2022. Top 10 Teeth-staining Foods.
  2. NCBI. Diakses pada 2022. Smoking And Tooth Discolouration: Findings from A National Cross-Sectional Study.
  3. NCBI. Diakses pada 2022. The Staining Effect of Different Mouthwashes Containing Nanoparticles on Dental Enamel.
  4. Researchgate. Diakses pada 2022. Tooth staining: A review of etiology and treatment modalities.
  5. Researchgate. Diakses pada 2022.  Dental Discoloration: An Overview.
  6. Researchgate. Diakses pada 2022. The Effect of Different Drinks on Tooth Color After Home Bleaching.
  7. Researchgate. Diakses pada 2022. Medication-related Tooth Discoloration: A Review.

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

drg. drg. Dhiyan Andre Prima Poetra

Dokter Gigi
wallet
Rp. 50.000
avatar

drg. Nuzulul Ismi, Sp. Perio

Dokter Gigi Spesialis Periodonsia
wallet
Rp. 65.000
avatar

drg. Max Johnson, Sp. BM

Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut
wallet
Rp. 50.000

ARTIKEL TERKAIT

Sakit Gigi Bisa Sembuh Sendiri?

Info Sehat
15 Mar

Inilah Penyebab Gusi Hitam yang Anda Perlu Tahu

Info Sehat
07 Mar

Terganggu Napas Bau Bawang? Atasi dengan Makan Apel!

Info Sehat
04 Mar

Jenis Zat Asam Penyebab Erosi Gigi

Info Sehat
24 Feb

Apa Sebenarnya Fungsi Gigi Seri? Ini Faktanya

Info Sehat
22 Feb

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat