Stroke pada Anak, Atasi dengan Cara Ini

Oleh Ayu Maharani pada 17 Jul 2019, 16:00 WIB
Tahukah Anda bahwa anak juga bisa kena stroke? Kenali penyebab dan cara mencegah stroke pada anak.
Stroke pada Anak, Atasi dengan Cara Ini (Narikan/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Stroke sering dianggap sebagai penyakit orang berusia 50 tahun ke atas. Sayangnya, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Meski risikonya lebih besar dialami oleh orang lanjut usia, nyatanya stroke pada anak juga bisa terjadi. Bahkan, menurut dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc dari KlikDokter, stroke juga bisa terjadi pada bayi yang baru lahir hingga janin yang masih di dalam kandungan.

Berbeda dengan kasus pada umumnya, stroke pada anak tidak bersinggungan dengan gaya hidup. Berdasarkan dr. Nitish, terjadinya stroke pada anak lebih dihubungkan dengan hal-hal berikut ini:

  • Penggumpalan darah pada jantung 

Gumpalan darah yang terbentuk di jantung kemudian berlalu ke pembuluh darah otak biasanya menjadi penyebab utama dari stroke pada anak. Kondisi ini tidak terjadi tiba-tiba, melainkan dipicu oleh penyakit jantung bawaan, seperti katup jantung yang tidak normal ataupun infeksi. 

  • Cedera pada leher

Hati-hati apabila si Kecil pernah terjatuh atau cedera saat beraktivitas dan bagian tubuh yang terdampak adalah leher. Pasalnya, cedera leher dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah arteri besar sehingga dapat menurunkan aliran darah dan memicu terjadinya stroke. 

  • Penyakit sel sabit

Penyakit sel sabit adalah salah satu kelainan darah yang sering dikaitkan dengan stroke pada anak. Fakta menyebutkan, 10% anak yang menderita sel sabit mengalami stroke. Sebab, penyakit tersebut menyebabkan darah tidak mampu mengantarkan oksigen ke otak, lalu pembuluh darah yang menuju otak akan menyempit atau menutup. 

Pada bayi, gejala stroke yang umumnya muncul adalah kejang, rasa kantuk berlebihan, serta kecenderungan hanya menggunakan satu sisi tubuhnya. Sedangkan, apabila buah hati Anda sudah lebih besar (anak-anak dan remaja), gejala stroke yang mungkin muncul adalah sebagai berikut:

  • Kehilangan keseimbangan dan koordinasi beberapa bagian tubuh
  • Sakit kepala berat 
  • Rasa kantuk yang berlebih
  • Muntah.

Mengatasi stroke pada anak

Tujuan utama pengobatan stroke pada anak adalah meminimalkan kerusakan tubuh dan mencegah serangan terjadi berulang. Dan, karena stroke pada anak umumnya disebabkan oleh penggumpalan darah, maka perawatan yang dapat diberikan adalah dengan memberikan obat pengencer darah.

Adapun beberapa obat pengencer darah yang biasa diresepkan dokter, yaitu:

  • Walfarin (oral)
  • Aspirin atau ASA (oral)
  • Clopidogrel (Plavix) (oral)
  • Heparin (diberikan secara intravena)
  • Low molecular weight heparin (diberikan melalui suntikan).

Untuk menurunkan risiko serangan stroke agar tidak terjadi berulang, dr. Nitish mengatakan bahwa anak yang mengalami penyakit tersebut harus:

  • Sebisa mungkin berusaha agar suhu tubuh tetap normal dan stabil
  • Tubuh harus terhidrasi dengan baik
  • Kadar gula darah normal dan stabil
  • Tekanan darah juga normal, tidak terlalu rendah atau tinggi.

Singkirkan pemahaman bahwa stroke hanya menimpa orang lanjut usia. Karena fakta medis mengungkap bahwa kondisi mengerikan itu juga bisa terjadi pada anak, bahkan pada janin yang masih di dalam kandungan.

Oleh karena itu, apabila Anda mendeteksi kelainan yang menggambarkan adanya stroke pada anak, segera bawa berobat ke dokter atau rumah sakit. Deteksi dan penanganan kasus stroke pada anak secara dini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup pasien.

(NB/ RVS)