Ibu Hamil Mual Saat Ibadah Haji, Atasi dengan Cara Ini

Oleh dr. Theresia Rina Yunita pada 18 Jul 2019, 13:20 WIB
Ibu hamil bisa saja mengalami mual, termasuk saat sedang melaksanakan ibadah haji. Ini cara terbaik untuk mengatasi masalah tersebut.
Ibu Hamil Mual Saat Ibadah Haji, Atasi dengan Cara Ini (Prostock-studio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Beribadah haji saat hamil, mengapa tidak? Ibu hamil memang tidak dilarang untuk beribadah ke Tanah Suci. Namun, ada aturan khusus yang wajib dipenuhi, yaitu usia kandungan telah lebih dari 14 minggu dan kurang dari 26 minggu, serta telah mendapat vaksin meningitis.

Apakah Anda ibu hamil yang memenuhi kriteria tersebut? Jika ya, Anda berarti boleh dan bisa pergi ke tanah suci. Akan tetapi, Anda diminta untuk tetap waspada, karena keluhan-keluhan kehamilan seperti mual bisa terjadi kapan saja.

Solusi mual pada ibu hamil saat ibadah haji

Mual dan perasaan ingin muntah memang rentan dialami ibu hamil. Supaya keluhan tersebut tidak menganggu ibadah yang sedang dilakukan, berikut tips yang bisa diterapkan:

1. Istirahat cukup

Ibadah haji tentu adalah perjalanan spiritual yang telah dinanti-nanti oleh umat muslim. Namun, setiap kegiatan selama sebulan penuh tentu membutuhkan energi yang cukup besar.

Maka, menjaga kekuatan fisik bagi ibu hamil yang sedang menjalankan ibadah haji haruslah menjadi perhatian khusus. Istirahat yang cukup di sela-sela ibadah akan sangat membantu memulihkan tenaga, agar kemungkinan kelelahan hingga sakit berat dapat dihindari.

2. Konsumsi makanan sehat dan bergizi

Beberapa jenis makanan yang tersedia di tempat tujuan mungkin dapat memicu mual atau muntah, khususnya jika rasanya tidak cocok dengan lidah ibu hamil. Karenanya, usahakan untuk membawa cadangan makanan dari Tanah Air untuk berjaga-jaga ketika tidak ada sesuatu yang cocok untuk dikonsumsi.

Selain itu, ibu hamil juga harus mencukupi nutrisi yang lengkap dan seimbang, seperti karbohidrat, protein, zat besi, asam folat, serat, vitamin, lemak dan kalsium. Jika takut kekenyangan dan memicu perasaan mual, ibu hamil dapat mengonsumsi makanan lebih sedikit dengan frekuensi yang lebih sering pada rentang waktu tertentu.

3. Cukupi kebutuhan cairan

Cairan tubuh yang cukup juga menjadi salah satu kunci untuk menghindari mual dan muntah pada ibu hamil. Mengingat kebutuhan cairan pasti akan meningkat dari biasanya, sangat disarankan bagi ibu hamil membawa air minum di mana pun berada.

Hidrasi yang cukup akan membantu ibu hamil untuk menjaga kestabilan suhu tubuh dan mengurangi kemungkinan mual maupun muntah.

4. Membawa wewangian yang segar

Mual dan muntah pada ibu hamil sering dipicu oleh indra penciuman yang semakin sensitif selama kehamilan. Hal ini dapat diatasi dengan membawa aroma wewangian yang segar selama beribadah. Ketika ibu hamil mulai merasa pusing dan mual, segera hirup wewangian yang telah disiapkan sebelumnya.

5. Bangun pagi

Bangun lebih pagi dari biasanya dapat membantu mengurangi mual dan muntah pada ibu hamil. Ketika bangun pagi, disarankan agar ibu hamil segera minum air putih hangat dan mengonsumsi makanan ringan untuk menghindari naiknya asam lambung.

6. Hindari stres

Stres atau tekanan yang disebabkan oleh pikiran bisa menjadi pemicu naiknya asam lambung dan menyebabkan mual maupun muntah pada ibu hamil. Oleh sebab itu, sangat dianjurkan bagi ibu hamil untuk fokus dalam beribadah serta menenangkan diri selama perjalanan untuk menghindari stres berlebih.

Jika ibu hamil mengalami mual atau muntah dengan frekuensi sangat sering selama melakukan ibadah haji, dianjurkan untuk segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. Jangan anggap sepele, karena mual dan muntah yang terjadi berulang dapat menganggu kenyamanan beribadah dan mengancam keselamatan jiwa.

(NB/ RVS)