Ibu Hamil Sulit Tidur, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Oleh Tamara Anastasia pada 18 Jul 2019, 14:20 WIB
Meski lumrah terjadi pada ibu hamil, insomnia dapat berefek buruk pada kesehatan janin. Apa sih penyebab ibu hamil sulit tidur?
Ibu Hamil Sulit Tidur, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya (Monkey-Business-Images/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sulit tidur, atau biasa dikenal dengan insomnia, mungkin merupakan gangguan tidur yang paling sering dialami oleh ibu hamil. Bahkan keluhan ibu hamil sulit tidur akan semakin bertambah seiring bertambahnya usia kehamilan.

Insomnia tidak hanya menurunkan energi, tapi juga bisa memengaruhi mood dan kesehatan ibu hamil. Untuk ibu hamil perlu mengenali penyebab kondisi tersebut sekaligus mencari solusi untuk mengatasinya.

Penyebab insomnia pada ibu hamil

Anda yang baru pertama kali hamil, jangan kaget dan cemas jika Anda mengalami sulit tidur di malam hari. Menurut dr. Adeline Jaclyn dari KlikDokter, ada beberapa penyebab seorang ibu hamil jadi sulit untuk tidur. 

Beberapa faktor berikut bisa memicu kondisi sulit tidur yang dialami oleh ibu hamil:

1. Perubahan hormon

Ketika Anda hamil, tidak hanya fisik, tapi hormon dalam tubuh Anda pun akan ikut berubah.

“Perubahan hormon inilah yang memicu ibu hamil jadi sulit tidur. Mood-nya jadi berubah, mungkin juga jadi lebih sering cemas karena fisiknya jadi berubah,” kata dr. Adeline. 

2. Perut yang membesar 

Memasuki trimester kedua, biasanya perut ibu hamil akan makin besar setiap harinya. Hal ini karena adanya perkembangan dan bertambahnya ukuran bayi dalam kandungan.

“Biasanya ibu akan merasa kesakitan saat perutnya semakin besar. Karena bayi dalam kandungan kan sudah mulai bisa bergerak, pindah arah juga. Lalu peregangan pada perut juga membuat kulit perut ibu hamil jadi gatal. Rasa gatal ini jugalah yang bisa buat ibu hamil jadi sulit untuk tidur,” ujar dr. Adeline. 

3. Sering buang air kecil 

Frekuensi buang air kecil pada malam hari kembali meningkat pada trimester ketiga karena perubahan posisi janin yang mulai menekan kandung kemih. Untuk menghindari pertambahan frekuensi buang air kecil, ibu hamil dianjurkan untuk membatasi minum sebelum tidur. Kurangi juga minuman yang mengandung kafein tinggi, seperti kopi dan teh. 

4. Heartburn

Heartburn merupakan istilah yang menggambarkan sensasi terbakar yang dimulai dari bagian tengah dada dan bergerak naik ke tenggorokan akibat asam lambung. Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, sensasi terbakar terjadi ketika beberapa isi lambung mendorong ke kerongkongan.

5. Kaki kram 

Mengutip laman Healthline, kaki kram juga kerap dialami ibu hamil saat malam hari, sehingga membuatnya sulit tidur nyenyak. Kram bisa terjadi karena adanya kelelahan pada otot kaki yang mengharuskan ibu menahan berat tubuh. Untuk mengatasi permasalahan ini, ibu hamil bisa mengoleskan minyak zaitun pada kaki dan mulai memijitnya secara perlahan. 

Bagaimana cara mengatasinya?

Gangguan tidur yang terjadi berkali-kali tidak hanya berdampak pada kondisi ibu, tapi juga  bisa memengaruhi kesehatan janin dalam kandungan. Itulah sebabnya kondisi ini harus diatasi segera.

Beberapa cara di bawah ini bisa jadi solusinya:

  1. Gunakan bantal tambahan untuk menyokong perut dan punggung, yang dapat memudahkan ibu hamil untuk tidur.
  2. Konsumsi asupan makanan yang dapat membuat Anda lebih mudah tidur, seperti makanan tinggi karbohidrat, camilan tinggi protein, susu hangat, dan teh kamomil.
  3. Relaksasi dapat menenangkan pikiran sekaligus meregangkan otot. Cobalah yoga, pijat, dan mandi di air hangat atau pancuran air hangat.
  4. Olahraga rutin selama kehamilan dapat menjaga kesehatan fisik dan mental ibu hamil, serta membuat tidur menjadi lebih nyaman.
  5. Mendengarkan musik jaz atau instrumental agar pikiran jadi tenang dan tidak tegang. Mendengarkan musik lembut juga bisa buat bayi jadi lebih tenang dan tidak rewel saat berada di dalam kandungan.

Itulah beberapa penyebab ibu hamil sulit tidur. Coba terapkan cara-cara di atas untuk mengatasi kondisi tersebut. Yang terpenting, jangan biarkan gangguan tidur ini berlarut-larut. Namun, bila insomnia Anda tak reda, segeralah berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk mendapatkan solusi terbaik.

[HNS/ RVS]