Penuhi Nutrisi bagi Ibu Hamil Cegah Penyakit Kronis pada Anak

Oleh Hotnida Novita Sary pada 18 Jul 2019, 14:50 WIB
Pemenuhan nutrisi bagi ibu hamil akan mencegah beragam penyakit kronis pada anak, termasuk stunting. Berikut penjelasannya.
Penuhi Nutrisi bagi Ibu Hamil Cegah Penyakit Kronis pada Anak (Foto: Hotnida Novita Sary/Klikdokter)

Klikdokter.com, Jakarta Ibu merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi saat dalam kandungan. Karena itu, penting bagi ibu hamil untuk mendapatkan asupan makanan sehat dengan menu makanan yang seimbang. Pemenuhan nutrisi bagi ibu hamil akan mencegah beragam penyakit kronis pada anak sejak dalam kandungan, termasuk mencegah stunting.

Hal tersebut dijelaskan Dr. dr. Ali Sungkar, Sp.OG (K) dalam acara SGM Bunda Dampingi Bunda Jalani Kehamilan dengan Sehat sebagai Langkah Awal Dukung Generasi Maju di bilangan Kuningan, Jakarta, Rabu (17/7) lalu.

1.000 hari yang menentukan

Masa kehamilan termasuk ke dalam 1.000 hari periode emas yang sangat menentukan pada perkembangan dan pertumbuhan seorang anak. Menurut dr. Ali Sungkar, kalau Anda ingin mencetak anak dan generasi yang lebih baik dan berkualitas, sejak hamil bahkan sebelum terjadinya kehamilan, nutrisi sudah harus disiapkan.

“Lalu, 1.000 hari pertama kehidupan artinya apa? Yaitu 9 bulan masa hamil (270 hari) ditambah 2  tahun (730 hari) kehidupan anak. Itu totalnya sekitar 1.000 hari. Oleh karenanya pastikan dalam rentang itu kebutuhan nutrisi anak dan ibu hamil tercukupi,” kata dr. Ali.

Sejak minggu-minggu awal kehamilan itulah organ-organ penting bayi terbentuk. Minggu keempat kehamilan merupakan masa pembentukan sistem saraf pusat. Selanjutnya di minggu kelima terbentuklah organ jantung, serta lengan, mata, tungkai, dan telinga mulai dibentuk di usia kehamilan 6 minggu.

“Bayangkan kalau di awal-awal kehamilan wanita tidak memenuhi kecukupan gizi. Padahal betapa pentingnya masa-masa itu,” dr. Ali menegaskan.

Ditambahkannya, jika di masa-masa ini kebutuhan nutrisi mikro dan makro ibu hamil tidak terpenuhi, maka bisa berdampak buruk ke bayi. Kondisi yang bisa terjadi adalah kelainan plasenta, pendarahan saat melahirkan, bayi lahir prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah, bahkan bayi meninggal dalam kandungan.

1 of 3

Risiko penyakit kronis pun meningkat

Dengan konsumsi gizi yang baik dan lengkap sejak hamil, Anda otomatis menghindarkan anak dari kemungkinan terkena beragam penyakit kronis di masa dewasanya kelak.

Sebut saja bemacam penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan sakit jantung. Penyakit-penyakit tersebut, menurut dr. Ali, mungkin didapatkan sebelum seorang individu lahir atau saat masih di dalam kandungan.

Dokter spesialis kandungan dan kebidanan itu mengibaratkan ibu hamil yang kekurangan nutrisi seperti orang puasa. Kalau orang dewasa setelah puasa, ada waktunya buka puasa. Lalu jika janin yang “puasa”, kira-kira kapan buka puasa?

“Karena dia tidak cukup dapat nutrisi saat di kandungan, bayi buka puasanya saat sudah lahir,” kata dr. Ali.

Namun, tidak sesederhana itu menurut dr. Ali. Anda harus melihat efeknya lebih panjang. Ketika bayi kurang nutrisi yang terjadi adalah ada bagian-bagian yang dikorbankan dalam pertumbuhannya.

Menurut dr. Ali, bayi akan mempertahankan pertumbuhan otak. Namun bisa jadi ada beberapa organ yang tidak berkembang seperti pankreas, sel neutron rusak hingga hepar yang tidak tumbuh.

Ketika si Kecil tumbuh dewasa kekurangan-kekurangan ini akan termanifestasikan menjadi penyakit-penyakit kronis. Antara lain diabetes, hipertensi, dan gangguan jantung.

“Belum lagi kalau bicara soal stunting (defisiensi nutrisi) yang sudah dimulai sejak dalam kandungan. Data ASEAN 2016 mengatakan anak Indonesia itu 8,9 juta stunting. Bangsa ini mau bersaing apa kalau 8,9 juta anak alami stunting?” kata dr. Ali.

2 of 3

Cukupi kebutuhan nutrisi

Cukupi kebutuhan nutrisi (Foto: Hotnida Novita Sary/Klikdokter)
Cukupi kebutuhan nutrisi (Foto: Hotnida Novita Sary/Klikdokter)

Jika hendak memperbaiki satu generasi, dr. Ali menegaskan agar nutrisi bagi ibu dan anak. Dan selayaknya dilakukan sejak sebelum hamil, selama hamil, dan setelah si anak lahir. Singkatnya dalam fase-fase itu nutrisi harus dipenuhi.

Nutrisi itu terdiri dari zat makro dan mikro. Nutrisi makro adalah sumber energi dan penyusun materi tubuh, yang terdiri dari protein, lemak, dan karbohidrat. Adapun nutrisi mikro terdiri dari vitamin dan mineral.

Selanjutnya, kebutuhan setiap trimester kehamilan pun berbeda-beda. Saat trimester pertama, yakni saat pembentukan organ vital, otak, sisitem saraf jantung, dan kelamin, dibutuhkan nutrisi asam folat, NTD, vitamin A, B1, B6, B12, dan vitamin E.

Sementara itu, pada trimester 2, yakni saat perkembangan organ vital, peningkatan volume darah, dan tulang, dibutuhkan asam folat, DHA dan ARA, zat besi, kalsium, dan vitamin E.

Adapun pada trimester 3, saat terjadi perkembangan organ, penambahan bobot bayi, dan tulang, dibutuhkan nutrisi DHA, asam folat, kalsium , vitamin B1, B2, B6, iodium, dan zinc.

Beragam nutrisi tersebut harus terpenuhi agar ibu hamil selalu dalam kondisi sehat dan bayi dalam kandungan juga sehat. Dengan demikian, setelah bayi lahir pertumbuhan dan perkembangannya pun bisa optimal.

Tercukupinya nutrisi bagi ibu hamil bisa menghindarkan ibu dan bayi dari beragam kondisi yang mengancam kesehatan, termasuk penyakit kronis pada anak. Untuk itu perlu peran serta seluruh anggota keluarga untuk memastikan bahwa ibu hamil mendapatkan asupan nutrisi yang cukup, tepat dan sehat.

[RVS]

Lanjutkan Membaca ↓