5 Lokasi di Mal yang Bisa Bikin Anak Ketularan Penyakit

Oleh Tamara Anastasia pada 20 Jul 2019, 16:30 WIB
Berkunjung ke mal memang asyik, tapi waspadai lima tempat berikut karena bisa picu anak ketularan penyakit.
5 Lokasi di Mal yang Bisa Bikin Anak Ketularan Penyakit (Dragon Images/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Libur akhir pekan memang dinantikan oleh siapa saja termasuk anak-anak. Dan mal, biasanya menjadi tempat yang paling banyak dikunjungi oleh keluarga saat akhir pekan tiba. Tapi awas, anak ketularan penyakit juga bisa terjadi di mal.

Ya, mal juga bisa menjadi tempat di mana anak terjangkit virus penyakit. Dilansir CNN Health, ada beberapa spot di mal yang sebaiknya diwaspadai oleh orang tua.  Tempat-tempat ini tanpa disadari justru bisa mengancam kesehatan anak Anda.

Berikut adalah beberapa tempat yang harus Anda waspadai karena dari sini anak rentan terjangkit virus penyebab penyakit:

  • Wastafel dan toilet

Wastafel dan toilet di mal bisa jadi merupakan tempat yang paling banyak bakteri penyebab penyakit. Bakteri seperti E. coli banyak menumpuk di bagian keran wastafel, karena orang-orang menyentuhnya setelah menggunakan toilet.

"Area wastafel adalah lingkungan yang lembap, sehingga bakteri dapat bertahan lebih lama di sana,"ujar  Charles Gerba, Ph.D., seorang profesor mikrobiologi lingkungan di University of Arizona.

Tidak hanya wastafel, tempat sabun cuci tangan pun juga dipenuhi oleh bakteri penyebab penyakit. Para peneliti  menguji tempat sabun cair isi ulang di toilet umum. Mereka menemukan satu dari empat dispenser sabun mengandung bakteri dalam taraf yang tidak aman.

  • Meja makan di food court

Baik meja makan di restoran maupun meja makan di food court, keduanya sama-sama memiliki bakteri yang bisa menularkan penyakit. Sekalipun Anda melihat mejanya bersih, tapi itu tidak berarti bakteri juga tidak ada di atas meja. Sebaiknya selalu sediakan tisu kering atau basah untuk mengelap meja makan yang hendak Anda dan keluarga Anda gunakan saat itu. Jangan lupa juga untuk mengelap kursi yang  akan diduduki anak Anda.

  • Pegangan eskalator

"Dalam pengujian kami, kami telah menemukan makanan, E. coli, urine, lendir, tinja, dan darah pada pegangan eskalator," kata Gerba. "Dan di mana ada lendir, Anda mungkin juga menemukan virus flu,” tambahnya.

Untuk mencegah anak tertular virus penyebab penyakit di pegangan eskalator, biarkan anak menggenggam tangan Anda ketika menaiki eskalator.

  • Toko mainan

Selain menjadi tempat bermain anak, toko mainan juga bisa menjadi tempat tinggal bagi bakteri penyebab penyakit. Mainan yang tidak dibeli oleh orang tua akan kembali diletakan di dalam rak, yang nantinya bisa disentuh lagi oleh anak lain.

“Saat melihat mainan, anak-anak akan menyentuh, menggenggam, menaruhnya di atas kepala, menggosoknya pada wajah, dan mungkin memasukan mainan tersebut ke dalam mulutnya. Semua hal tersebut akan meninggalkan sejumlah besar kuman di dalam tubuh anak, ” ujar Elaine Larson, Ph.D., seorang profesor epidemologi di Sekolah kesehatan Masyarakat Mailman di Universitas Columbia.

Untuk mencegah kuman masuk ke dalam tubuh anak, lap terlebih dahulu mainan yang hendak dibeli oleh anak dengan menggunakan tisu basah atau antiseptik.

  • Toko gadget

Toko gadget pun tidak lepas dari intaian kuman penyakit. Saat sedang mengetes ponsel pintar, kuman dari banyak orang akan menempel pada layar ponsel yang telah dicobanya.

Seperti yang Anda tahu, tidak hanya orang dewasa saja yang sekarang sudah mengerti cara menggunakan ponsel pintar, tapi anak kecil juga. Jadi tak heran jika mereka ikutan mengetes ponsel yang mereka genggam di toko gadget.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Applied Microbiology bahkan menemukan bahwa virus mudah menyebar pada permukaan kaca seperti layar tablet dan ponsel dari ujung jari.

1 of 2

Melindungi anak dari kuman penyebab penyakit di mal

Disarankan oleh dr. Anita Amalia Sari dari KlikDokter, agar anak lebih sering mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir setelah berkontak fisik dengan benda atau orang lain. Khususnya sebelum makan dan sebelum menyentuh hidung, mulut atau mata.

“Jika saat itu sabun sedang tidak tersedia, orang tua bisa memberikan antiseptik untuk anak gunakan, ” ujarnya.

Dokter Anita juga menyarankan agar anak maupun orang dewasa bisa menjaga kebersihan tubuhnya dengan saksama. Dalam hal ini, anak dianjurkan untuk mandi menggunakan air bersih yang mengalir dan sabun anti kuman.

Kelima tempat di mal yang disebutkan di atas memang rentan terpapar bakteri. Akibatnya saat kondisinya lemah, anak ketularan penyakit jadi lebih mudah ketika Anda mengajaknya ke mal. Meski demikian tidak berarti Anda harus menghindari kelima tempat di atas. Sebagai orang tua Anda hanya perlu lebih waspada dalam melakukan pencegahan dan melindungi anak dari penyakit. 

[RVS]

Lanjutkan Membaca ↓