Anak Malas Olahraga, Pilihkan 5 Aktivitas Fisik Ini

Oleh Ayu Maharani pada 21 Jul 2019, 16:30 WIB
Jangan menyerah kalau anak malas olahraga. Pilihkan anak aktivitas fisik ini agar ia tetap bergerak aktif demi tumbuh kembangnya.
Anak Malas Olahraga, Pilihkan 5 Aktivitas Fisik Ini (Soloviova-Liudmyla/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Mengajak anak olahraga kadang tak semudah yang dibayangkan. Kalau anak ogah-ogahan, Anda jangan lantas menyerah. Meski anak malas olahraga, pilihkan ia aktivitas yang tetap bisa membuatnya bergerak aktif demi menunjang tumbuh kembangnya.

“Aktivitas fisik secara teratur yang dilakukan oleh anak bisa meningkatkan kemampuan serta kekuatan otot dan tulangnya, meningkatkan kemampuan motorik dan koordinasi, mengurangi komposisi lemak, serta baik untuk kesehatan emosionalnya, seperti mengurangi kecemasan dan menurunkan risiko depresi,” kata dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter memaparkan.

Anak malas olahraga, pilihkan ia aktivitas fisik ini

Apabila anak terlihat enggan berolahraga, tak perlu sampai frustasi dan memaksanya. Aktivitas fisik berikut bisa membantu membuatnya tetap aktif:

1. Berkebun

Menurut dr. Nitish Basant Adnani, BMedSc, MSc dari KlikDokter, berkebun merupakan salah satu jenis aktivitas fisik aerobik yang baik bagi tubuh.

Berkebun dalam waktu yang cukup lama bisa membantu membakar kalori dalam jumlah yang relatif tinggi, sehingga cocok dilakukan untuk anak dengan berat badan berlebih atau obesitas.

“Selain itu, gerakan aktif dari tangan dan kaki yang dilakukan selama berkebun dapat membantu melatih kekuatan otot, stamina, dan fleksibilitas,” jelas dr. Nitish.

Tak cuma itu, sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal “Science” menyebutkan, bakteri baik dalam tanah dapat membantu meningkatkan sistem daya tahan tubuh. Dengan kata lain, anak yang gemar berkebun akan lebih mudah melawan infeksi dan mencegah penyakit, termasuk mengurangi frekuensi kekambuhan serta keparahan alergi.

2. Menari

Berbagai variasi gerakan tari berpengaruh pada ketahanan kerja otot jantung dan paru. Oleh sebab itu, menari bisa menjadi pilihan olahraga jenis aerobik yang bagus untuk kesehatan jantung anak.

Menari juga baik untuk menjaga berat badan tetap ideal. Saat sudah masuk sekolah dasar, biasanya bocah SD akan lebih gemar jajan makanan berlemak dan berkalori tinggi, sehingga mungkin saja berat badannya naik. Dengan mengikutsertakan anak ekstrakulikuler atau kelas menari, anak tetap bisa membakar kalori hingga 240 kkal.

Untuk anak yang pemalu, menari dapat menjadi terapi efektif untuk menghilangkan rasa takut atau malunya di depan umum.

1 of 2

Selanjutnya

3. Mengajak anjing peliharaan jalan-jalan

Jika ada anjing peliharaan keluarga, manfaatkan! Libatkan anak saat mengajak anjing peliharaan jalan-jalan mengitari kompleks rumah. Anda juga bisa mengajak anak ke taman dan berjalan-jalan di sana.

Manfaat jalan kaki sering kali diremehkan. Berdasarkan data dari American College of Sports Medicine, berjalan kaki selama 30 menit per hari dapat mencegah berbagai penyakit kronis.

Dengan berjalan kaki selama 30 menit setiap hari, 5 kali seminggu, si Kecil dapat mengurangi risiko penyakit jantung, kolesterol dan tekanan darah tinggi di kemudian hari.

Untuk anak yang suasana hatinya cepat berubah-ubah, bermain dengan hewan peliharaan juga memberikan sejumlah manfaat. Dikutip dari Women’s Health, bermain dengan hewan peliharaan selama 30 menit dapat melepaskan hormon bahagia ke otak dan menjaga kestabilan mood.

4. Ikuti latihan bela diri

Baik anak laki-laki maupun perempuan, aktivitas fisik yang satu ini juga bisa menjadi alternatif aktivitas fisik anak. Jika di dekat rumah atau sekolah ada sanggar bela diri seperti taekwondo, karate, pencak silat, judo, dan lain-lain coba perkenalkan dan tawarkan ia untuk bergabung.

Selain dapat melindungi diri dari kemungkinan tindak kejahatan, semua manuver bela diri berikut peregangannya baik untuk otot dan sistem kardiovaskular anak. Sebagai bonus, anak yang ikut bela diri akan memiliki tingkat percaya diri yang tinggi.

5. Permainan yang butuh aktivitas lari

Beberapa permainan tradisional bisa mengakomodasi kebutuhan ini. Daripada terus-terusan memberikan permainan lewat gawai, coba perkenalkan anak dengan permainan tradisional, seperti yang mungkin Anda lakukan dulu waktu kecil. Misalnya petak umpet, benteng, gobak, dan lain-lain.

Jika si Kecil punya banyak teman sebaya di lingkungan rumah, dorong ia untuk bermain bersama teman-temannya sesuai waktu yang disepakati. Permainan yang melelahkan bisa membuatnya berkeringat, membakar kalori, serta melatih kemampuannya bersosialisasi.

Bicarakan tentang manfaat olahraga dan jadilah panutan

Meski anak malas berolahraga, tetapi terlalu dini untuk meyimpulkan bahwa anak tak akan pernah mau berolahraga. Tanyakan anak apa yang membuatnya tak suka olahraga.

Bisa jadi olahraga yang diajarkan di sekolah membuatnya tak nyaman, ia kurang percaya diri, merasa tak mampu, di-bully, dan lain-lain. Jika tak puas dengan jawabannya, Anda juga bisa bertanya kepada gurunya.

Selain itu, jangan bosan untuk membicarakan berbagai manfaat olahraga. Ajak anak mentonton kompetisi olahraga, misalnya dengan memanfaatkan ajang kejuaraan Indonesia Open.

“Tak hanya membicarakan pertandingan, tetapi bahas juga mengenai manfaat olahraga secara keseluruhan. Sampaikan rasa antusiasme tanpa terkesan memaksa, sehingga minat anak untuk berolahraga akan tumbuh dengan sendirinya,” saran dr. Sepriani.

Selain itu, coba introspeksi diri. Jika Anda sebagai orang tua malas berolahraga atau bahkan tak pernah, tak heran anak juga bisa “tertular”. Karena itu, jadilah teladan untuk anak.

Anjuran dari dr. Sepriani, tetapkan waktu dalam jadwal harian Anda untuk berolahraga bersama anak agar suasananya menyenangkan. Anda dan anak pun akan tetap semangat.

Wah, banyak juga, ya, aktivitas fisik sebagai alternatif jika anak malas olahraga. Tujuh poin di atas pun hanya segelintir, karena ada banyak sekali yang bisa membuat anak tetap aktif jika Anda kreatif. Manfaatkan momen ini untuk memperkuat ikatan serta sama-sama berupaya menjadikan tubuh sehat dan bugar.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓