Pilek Tak Kunjung Sembuh, Mungkinkah si Kecil Sinusitis?

Oleh dr. Fiona Amelia MPH pada 22 Jul 2019, 08:00 WIB
Si Kecil mengalami pilek yang tak kunjung sembuh? Jangan disepelekan, karena bisa jadi itu tanda dari sinusitis.
Pilek Tak Kunjung Sembuh, Mungkinkah si Kecil Sinusitis? (Vitalinka/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Pilek (common cold/rinitis) adalah salah satu jenis infeksi saluran nafas atas yang paling sering dialami oleh bayi dan anak. Faktanya, anak dapat mengalami pilek hingga 4-6 kali dalam setahun. 

Jika Anak Anda sering mengalami pilek, jangan diabaikan. Meski tergolong ringan, pilek yang tak kunjung sembuh dapat menandakan adanya infeksi yang lebih berat, yakni sinusitis.

Mengapa anak yang pilek dapat mengalami sinusitis?

Sinus merupakan rongga di dekat saluran hidung. Tiap individu memiliki empat jenis sinus yakni sinus ethmoidalis, sinus maksilaris, sinus frontalis, dan sinus sphenoidalis. 

Dalam kondisi normal, sinus hanya terisi udara, dan tiap ruangnya terhubung dengan saluran hidung melalui sebuah celah atau pintu. 

Saat pilek, rongga sinus dan dinding saluran hidung akan membengkak sehingga celah ini tertutup. Akibatnya, udara, cairan, dan kuman terjebak di dalam sinus dan memicu infeksi yang disebut sebagai sinusitis.

Membedakan pilek biasa dengan sinusitis

Pada anak, sinusitis memiliki keluhan yang serupa dengan pilek biasa. Dikarenakan oleh kemiripannya, kedua kondisi tersebut jadi sulit dibedakan. Satu-satunya hal yang membedakan adalah dari durasi keluhannya. 

Anak yang mengalami pilek biasa umumnya bisa pulih dengan sendirinya dalam waktu 5-10 hari. Sedangkan anak yang mengalami sinusitis, akan terus-menerus mengalami keluhan hingga 4 minggu (sinusitis akut) atau bahkan hingga lebih dari 3 bulan (sinusitis kronis).

Baik pilek maupun sinusitis memiliki keluhan utama yakni hidung tersumbat dengan keluarnya lendir hidung yang berwarna bening hingga kuning kehijauan. Kadang-kadang, disertai pula dengan keluhan demam ringan (<38,5 derajat Celcius).

Sedangkan pada sinusitis, keluhan-keluhan ini cenderung menetap hingga 10-14 hari atau lebih. Anak-anak pun tampak lebih gelisah dan rewel dari biasanya.

Pada sebagian anak, sinusitis juga bisa menyebabkan batuk yang tak kunjung sembuh, yang hanya muncul di waktu-waktu tertentu. Kondisi tersebut muncul terutama saat anak berbaring atau tidur dan beberapa saat setelah bangun tidur. 

Hal ini terjadi ketika lendir yang diproduksi rongga sinus berlebihan hingga akhirnya mengalir di belakang tenggorokan. Kondisi ini disebut dengan post-nasal drip. Sebagai kelanjutannya, nafas anak pun bisa menjadi berbau.

Selain keluhan-keluhan tersebut di atas, sinusitis juga bisa menimbulkan rasa nyeri pada gigi dan rahang atas, nyeri telinga, hingga nyeri wajah khususnya di sekitar mata. Selain itu rasa nyeri juga muncul pada hidung, pipi dan dahi, sakit kepala, serta bengkak di sekitar mata.

1 of 2

Pengobatan sinusitis

Berbeda dengan pilek yang umumnya dapat sembuh sendiri, sinusitis umumnya memerlukan pengobatan yang spesifik. Apalagi, jika disebabkan oleh bakteri. 

Dalam hal ini, sinusitis perlu diobati dengan antibiotik. Namun demikian, obat ini hanya bisa diperoleh atas anjuran dokter. Dekongestan dan antihistamin biasanya pun diberikan untuk mengurangi keluhan hidung meler dan tersumbat.

Di rumah, Anda dapat mengurangi kemungkinan sinusitis pada si Kecil yang sedang pilek dengan cara-cara berikut:

  • Menjaga kelembapan udara pada level 45-50 persen dengan menggunakan pelembab ruangan (humidifier). Cara ini akan mencegah udara mengiritasi sinus sehingga lebih tahan dari infeksi. 

Meski demikian perlu diingat, alat ini perlu sering dibersihkan untuk mencegah tumbuhnya jamur.

  • Mencuci saluran hidung anak dengan larutan garam isotonik (NaCl 0,9%) 2-3 kali sehari. Larutan ini tersedia dalam bentuk tetes hidung (drops), semprot hidung (spray), dan bilas hidung (nasal rinse). 

Pemilihan bentuknya disesuaikan dengan usia anak. Tetes hidung diperuntukkan bagi bayi dan anak di bawah 2 tahun. Semprot hidung untuk anak usia 2-5 tahun. Sedangkan bilas hidung untuk anak usia 4 tahun ke atas.

Kapan harus ke dokter?

Jika Anda melihat pilek yang dialami si Kecil tak kunjung sembuh setelah berlangsung selama 7-10 hari, segera periksakan ke dokter. Selanjutnya dokter akan memeriksa apakah pilek ini hanya kondisi biasa atau mengarah pada sinusitis.

Begitu pula jika demam anak terus meningkat hingga lebih dari 3 hari meski sudah diberi obat penurun panas. Bila memang ada tanda-tanda ke arah sinusitis, maka si Kecil dapat segera diobati agar terhindar dari komplikasi yang lebih berat. 

Bila keluhan pilek dan sinusitis kerap berulang atau berlangsung hingga berbulan-bulan, bisa jadi si Kecil mengalami sinusitis kronis. Dalam hal ini, si Kecil perlu dibawa ke dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorok (THT) untuk mendapatkan pemeriksaan lengkap dan pengobatan yang terarah.

Selama ini jika anak mengalami pilek, orang tua mungkin akan menganggap penyakit tersebut sebagai gangguan yang akan hilang dalam beberapa hari. Namun sebenarnya bisa jadi itu gejala yang mengarah pada sunisitis. Jadi segera bawa ke dokter agar segera mendapatkan penanganan yang tepat. 

[RVS]

Lanjutkan Membaca ↓