Hasil Tes Positif tapi Tidak Hamil, Kok Bisa?

Oleh dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons pada 23 Jul 2019, 08:00 WIB
Beberapa wanita mungkin mendapati hasil test pack positif, tetapi setelah periksa ke dokter ternyata dirinya tidak hamil. Apa sebabnya?
Hasil Tes Positif tapi Tidak Hamil, Kok Bisa? (Studio Number 94/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kalau sedang program hamil, ketika melihat dua garis biru di test pack pasti bahagia sekali! Namun, hasil tersebut belum tentu 100 persen akurat. Seorang wanita bisa saja hasil test pack-nya positif, tetapi saat cek USG ternyata dirinya tidak hamil.

Test pack adalah salah satu alat yang dinilai akurat dalam mendeteksi kehamilan. Kalau setelah tes hasilnya positif, kemungkinan besar Anda hamil. Namum, tetapi saja ada kemungkinan tidak hamil, sehingga butuh konfirmasi dengan memeriksakan diri ke dokter.

Tingkat keakuratan test pack

Sebenarnya, tes kehamilan baik lewat urine maupun darah sama-sama mendeteksi hormon human chorionic gonadotropin (hCG). Hormon ini diproduksi ketika sel telur yang sudah dibuahi sperma menempel pada dinding rahim. Ketika hamil, level hCG makin meninggi dan jumlahnya menjadi dua kali lipat setiap 2-3 hari.

Keakuratan test pack menggunakan urine dinilai 99 persen akurat. Hasil akan lebih akurat jika tes dilakukan pertama kali saat bangun pagi ketika urine lebih terkonsentrasi. Hasil juga akan lebih akurat jika Anda melakukan tes sesuai dengan instruksi yang tertulis di kemasan test pack.

Apabila setelah tes mendapatkan hasil positif, kemungkinan besar Anda hamil. Hasil ini akurat, tak peduli seberapa samar garis, warna, atau tanda yang muncul pada tes pack. Sesegera konfirmasi hasil tersebut dengan berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk dicek apakah benar terdapat kantung kehamilan dan detak jantung janin.

Lantas, jika hasil test pack negatif, apakah tetap ada kemungkinan untuk hamil. Tentu saja! Anda masih mungkin hamil jika:

  • Test pack sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
  • Penggunaan test pack yang salah.
  • Pengujian terlalu cepat.
  • Urine terlalu encer (tidak pekat) karena minum banyak cairan beberapa waktu sebelum melakukan tes.
  • Sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti obat diuretik atau antihistamin.
1 of 2

Terbilang jarang, tetapi bisa hasil hasil tes kehamilan “positif palsu”

Dalam kasus yang sangat jarang, seorang wanita bisa mendapatkan hasil tes “positif palsu” di test pack. Artinya, Anda tidak hamil tetapi hasil tes menunjukkan sebaliknya. Hasil ini bisa didapat jika:

  1. Hamil kimia

Kehamilan kimia adalah kehamilan yang terjadi hanya karena ada kadar hCG saja. Hamil kimia terjadi ketika sel telur yang sudah dibuahi (embrio) tidak mampu untuk menempel di dinding rahim, tumbuh, dan berkembang. Kondisi ini bisa terjadi akibat banyak hal seperti: kurangnya hormon progresteron, adanya jaringan parut, kelainan pada rahim, dan sebagainya.

  1. Hamil ektopik

Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi di luar rahim, biasanya di dalam tuba falopi. Kondisi ini terjadi ketika embrio embrio tetap berada di tuba falopi di tengah-tengah perjalanan ke rahim. Selain itu, kehamilan ini juga bisa terjadi di mulut rahim, ovarium, bahkan ruang abdomen (perut).

Situasi kehamilan ini tidak bisa menjadi kehamilan yang normal, bahkan dikategorikan menjadi salah satu kegawatan dalam kehamilan. Gejalanya berupa: nyeri tajam di perut, pinggang, perdarahan (dari ringan hingga berat) dari vagina, hingga pingsan.

  1. Keguguran

Keguguran yang baru terjadi juga dapat menyebabkan hasil tes kehamilan positif palsu akibat lambatnya penurunan kadar hormon hCG. Hormon tersebut tetap berada pada darah dan urine hingga usia 6 minggu pada akhir kehamilan.

  1. Ada darah atau protein dalam urine

Ada beberapa kondisi medis yang juga bisa memberikan hasil test pack positif palsu, seperti infeksi saluran kencing, penyakit ginjal, kista ovarium, kanker ovarium, dan masalah kelenjar pituitari.

  1. Konsumsi obat-obatan tertentu

Konsumsi beberapa jenis obat juga bisa mengakibatkan hasil tes “positif palsu” di test pack. Misalnya obat penenang, antikonvulsan, hipnotik, dan beberapa obat kesuburan.

Dengan adanya lima kondisi di atas, Anda yang masih melonjak kesenangan karena mendapatkan hasil test pack positif tetap harus mengonfirmasinya lewat pemeriksaan dengan dokter. Pasalnya, meski tes kehamilan yang positif tingkat keakuratannya adalah 99 persen, tetapi tetap ada 1 persen kemungkinan Anda tidak hamil atau mengalami hasil tes positif palsu.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓