7 Benda di Kamar Tidur yang Berbahaya bagi Kesehatan

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 23 Jul 2019, 11:15 WIB
Jangan kira setiap benda di kamar tidur Anda benar-benar “ramah”. Beberapa di antaranya bahkan bisa mengancam kesehatan!
7 Benda di Kamar Tidur yang Berbahaya bagi Kesehatan (LightField Studios/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Setiap benda yang ada di sekitar Anda tak sepenuhnya aman bagi kesehatan. Sebagian benda di kamar tidur yang tidak terpapar polusi dari luar bahkan bisa memberikan ancaman bagi kesehatan Anda, lo!

Seperti dikatakan dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, kamar bisa menjadi sumber alergi. Ini karena benda di kamar tak sepenuhnya bersih dan bebas dari kuman, tungau atau jamur.

Lebih spesifik, berikut adalah beberapa benda yang biasanya ada di kamar dan tak sepenuhnya ramah untuk kesehatan Anda:

  1. Bantal

Bantal masuk ke dalam daftar benda yang ternyata bisa membahayakan kesehatan Anda jika tidak diperhatikan kebersihannya. Hal ini terutama jika bantal terbuat dari bahan busa "memory foam". Meski nyaman, bantal yang terbuat dari jenis busa tersebut dapat menjadi tempat bagi jamur, tungau debu, dan alergen lain untuk hidup dan berkembang.

Untuk meminimalkan risiko penyakit, ahli perlengkapan tidur, Kimberly Button menyarankan Anda untuk memilih bantal berbahan lateks alami atau wol yang tahan terhadap tungau debu.

  1. Kasur 

Ada beberapa kasur yang berisi bahan kimia beracun dan dapat menganggu kesehatan. Menurut Environmental Working Group (EWG), satu masalah besar terletak pada busa poliuretan, yaitu bahan dasar kasur yang dapat mengeluarkan volatile organic compounds (VOC).

Menurut dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter, dampak jangka pendek dari VOC adalah nyeri kepala, iritasi pada mata, mual, pusing dan kelelahan. Sedangkan dampak jangka panjang VOC bagi kesehatan meliputi gangguan saraf, masalah hati, ginjal dan dapat mencetuskan terjadinya kanker.

Ada pula jenis kasur lain yang berbahaya bagi kesehatan, yaitu yang mengandung bahan kimia tahan api dan PVC. Kedua zat tersebut telah dikaitkan dengan beberapa jenis kanker dan gangguan hormon.

1 of 2

Selanjutnya

  1. Meja rias, rak buku, dan perabotan kayu lain

Sebagian meja, rak atau perabotan kayu lainnya terbuat dari kayu imitasi. Dalam penggunaannya, kayu tersebut biasanya direkatkan dengan bahan formaldehyde, yang dapat menyebabkan masalah pernapasan dan menyebabkan iritasi mata, serta berpotensi meningkatkan risiko kanker. 

Mereka yang berisiko mengalami hal-hal tersebut, termasuk bayi dan anak-anak di bawah umur, orang tua, serta penderita asma dan gangguan napas lainnya.

  1. Kapur barus atau kamper

Kamper biasanya digunakan untuk melindungi pakaian dari serangga dan bau tidak sedap. Namun, menurut National Pesticide Information Center, kamper terdiri dari hampir 100% bahan aktif, baik naphthalene atau paradichlorobenzene yang dapat membuat benda tersebut menjadi sesuatu yang memiliki uap beracun. 

Jika menghirup aroma khas kamper, Anda berarti menghirup racun tersebut. Hal itu dapat menyebabkan sakit kepala, iritasi mata dan kulit. Dalam jangka panjang, menurut Cleveland Clinic, kapur barus bahkan bisa menyebabkan katarak dan kerusakan hati. 

  1. Karpet

Sebuah tinjauan penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health menunjukkan bahwa karpet yang diletakkan di kamar dan tidak dijaga kebersihannya dikaitkan dengan iritasi saluran napas, infeksi, sakit kepala dan kelelahan. Salah satu penyebabnya adalah kandungan VOC dari serat sintetis, perekat, dan bantalan yang biasanya ada di karpet.

  1. Pengharum ruangan

Pengharum ruangan yang digantung di kipas atau AC memang bisa membuat udara sekitar terasa nikmat untuk dihirup. Sayangnya, sebagian penyegar ruangan memiliki kandungan bahan kimia Phthalates.

Adanya bahan kimia tersebut dihubungkan dengan peningkatan risiko gangguan hormon, cacat lahir, dan gangguan reproduksi. Satu studi yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Health Perspectives mengatakan bahwa wanita hamil yang terpapar Phthalates memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk memiliki anak yang menderita asma.

  1. Lilin aromaterapi

Beberapa produsen lilin aromaterapi menambahkan zat kimia VOC di dalam produknya. Dikatakan oleh Jane McElroy, seorang profesor kedokteran komunitas di Fakultas Kedokteran Universitas Missouri, Amerika Serikat, bahan kimia beracun dan partikel udara dari lilin aromaterapi telah dikaitkan dengan efek kesehatan yang merugikan.

“Contohnya, gangguan pernapasan, sakit kepala sebelah atau migrain dan dermatitis kontak. Menghindari paparan racun ini dengan tidak menggunakan benda yang mengeluarkan wewangian adalah solusi terbaik," katanya.

Sebagian benda di kamar tidur diam-diam bisa mengancam kesehatan Anda. Tak hanya menyebabkan masalah pernapasan, beberapa di antaranya bahkan bisa mencetuskan terjadinya kanker. Oleh karena itu, jaga kebersihan setiap benda yang ada di kamar dengan saksama dan lakulkan pergantian pada benda-benda yang sudah tidak layak. Jika mengalami gejala atau keluhan yang dirasa mengganggu, jangan sungkan untuk berobat ke dokter.

(NB/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓