Pengaruh Teknologi pada Pola Asuh Anak, Banyak Positifnya?

Oleh Ayu Maharani pada 23 Jul 2019, 13:30 WIB
Teknologi kerap dinilai memberi pengaruh negatif pada pola asuh anak. Agar tak melulu begitu, kenali pengaruh teknologi terhadap pola asuh anak ini.
Pengaruh Teknologi pada Pola Asuh Anak, Banyak Positifnya? (Odua Images/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Dampak pemanfaatan teknologi terhadap pola asuh anak dapat dikatakan sebagai topik “klasik”. Bagaimana orang tua memanfaatkan teknologi juga berperan pada perkembangan anak.

Teknologi yang seharusnya bermanfaat bisa memiliki efek buruk bagi pola asuh ketika orang tua tidak mampu menggunakannya dengan bijak. Contohnya, ketika orang tua mengalami kecanduan bermain gawai atau menonton televisi, tentu ini bukan hal yang baik. Karena bagaimana pun juga, perhatian terhadap anak menjadi tersita.

Dalam rangka Hari Anak Nasional, orang tua perlu kembali menengok bagaimana pola asuh pada anak yang dijalankannya selama ini. Benarkah perkembangan teknologi memberikan dampak positif atau justru berefek negatif.

Orang tua instropeksi diri terlebih dulu

Anak kecil sebenarnya belum memiliki pola perilakunya sendiri. Apa pun yang dilakukannya adalah hasil dari yang dia lihat selama ini. Mungkin saja, kecanduan gawai yang kini dialaminya juga bersumber dari Anda sebagai orang tua. 

Misalnya, setelah tiba di rumah usai bekerja seharian, bukannya langsung membersihkan diri atau berinteraksi dengan anak, Anda justru duduk di sofa sambil bermain gawai. Alhasil, si Kecil pun akan menyerap pola perilaku yang sehari-hari dia lihat di rumah.

Dilansir dari Verywell Family, memakai teknologi secara berlebihan saat semestinya Anda bisa berinteraksi dengan anak akan mengaburkan batasan antara pekerjaan dengan urusan rumah. Salah satu akibatnya, anak tidak mendapatkan “jatah” interaksi yang adil.

Jadi, sebelum menilai buruk perilaku anak yang terus-menerus memandangi gawai dan membuatnya menjadi pribadi yang pasif, Anda juga perlu introspeksi diri Anda. Bisa jadi, dia meniru apa yang selama ini Anda lakukan sebagai orang tua. 

Teknologi sebenarnya membantu proses belajar

Hal itu pun mendapat tanggapan dari dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter. Menurutnya, tak adil bila langsung menilai bahwa teknologi membawa dampak buruk bagi perkembangan anak. Pasalnya, di era digital seperti sekarang, teknologi justru berperan positif bagi tumbuh kembang mereka. 

Misalnya saja, banyak sekali permainan, bacaan, serta tontonan edukatif yang dapat diakses melalui gawai serta dapat dilakukan di mana pun dan kapan pun. Tak seperti dulu proses belajar hanya bisa dilakukan di sekolah atau tempat les. Kini, berkat bantuan teknologi, proses pembelajaran bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. 

“Lalu, orang tua tinggal memberikan batasan dan kontrol. Batasan dan kontrol itu bisa dilakukan setiap hari. Misalnya, setiap hari hanya boleh menggunakan gawai selama beberapa jam serta pantau juga konten apa yang dia akses. Karena meski berbentuk kartun atau animasi, banyak juga yang isinya negatif,” kata dr. Ega. 

Kontrol konten juga sangat berperan penting di sini. Sebagai orang tua, Anda juga harus menyediakan waktu untuk memilihkan dan menyediakan beragam konten edukatif menarik. Ingat, tak ada hasil positif yang instan, jadi Anda memang mesti mengeluarkan usaha lebih. 

Untuk Youtube misalnya, Anda bisa subscribe banyak kanal yang menyediakan konten-konten edukatif. Lalu, bila si Kecil memang suka menggambar, Anda pun bisa menyediakan pena digital yang bisa dia manfaatkan untuk membuat gambar-gambar di tabletnya.

Tak cuma itu, agar terjadi ikatan dan keterbukaan terhadap anak, khususnya pada anak yang beranjak remaja, Anda sebagai orang tua juga bisa menunjukkan ketertarikan terhadap konten yang sedang diaksesnya. Misalnya, dia sedang menonton sebuah film petualangan. Cobalah untuk tanyakan tentang tokoh yang ada di film itu ataupun hal lain terkait film tersebut.

Semakin Anda terlihat tertarik dengan apa yang dia saksikan, semakin besar pula keinginannya untuk berbagi dengan Anda. Ujung-ujungnya, anak pun memanfaatkan gawainya untuk berbagi pengetahuan dengan orang-orang yang dia percaya. 

Bicara soal pengaruh teknologi terhadap pola asuh anak memang tak akan habisnya. Sebab, teknologi akan selalu berkembang hingga anak besar nanti. Yang terpenting, orang tua harus selalu melakukan kontrol konten dan memberikan batasan-batasan waktu yang wajar. Batasan penggunaan gawai yang tidak wajar atau terlalu ketat hanya akan membuat anak penasaran dan mencari tahu lebih banyak.

[HNS/ RVS]