5 Penyebab Lutut Nyeri Saat Ditekuk

Oleh dr. Nabila Viera Yovita pada 24 Jul 2019, 12:00 WIB
Lutut nyeri sering kali menghambat aktivitas sehari-hari. Sebab, untuk ditekuk saja rasanya tidak nyaman. Kira-kira apa saja, ya, penyebabnya?
5 Penyebab Lutut Nyeri Saat Ditekuk (Jo Panuwat D./Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Rasa nyeri pada lutut dapat disebabkan oleh berbagai hal, yang komponen sendinya terdiri atas tulang, tendon, meniskus, dan otot. Lutut nyeri sebenarnya tidak memandang umur dan bisa terjadi akibat cedera, atau penuaan.

Pada umumnya nyeri lutut juga bisa diakibatkan oleh adanya infeksi, robeknya komponen sendi lutut, maupun berlebihnya kadar dalam darah seperti asam urat. Terjadinya kondisi ini sangat menganggu aktivitas siapa pun yang mengalaminya. 

Penyebab nyeri pada lutut

Satu kondisi yang kerap mengganggu adalah ketika lutut ditekuk. Rasa nyeri akan timbul dan mengganggu aktivitas penderitanya. Penyebab dari kondisi ini bisa berbagai hal, yaitu:

  1. Bursitis

Bursitis terjadi ketika kondisi suatu kantung yang disebut bursa, mengandung sedikit cairan yang berada di bawah kulit Anda, tepatnya di atas sendi. Bursa mencegah adanya gesekan antar tulang ketika sendi sedang bergerak.

Jika terjadi penggunaan berlebih pada sendi, jatuh, maupun gerakan menekuk yang berulang, bisa terjadi iritasi pada bursa lutut. Kondisi ini juga sering disebut “preacher’s knee”.

  1. Dislokasi lutut

Kondisi ini ditandai tempurung lutut bergeser ke lokasi yang tidak seharusnya, sehingga menyebabkan nyeri lutut dan bengkak. Dokter biasa menyebutnya dengan kondisi dislokasi patella.

  1. Robeknya meniskus (tulang rawan)

Terkadang, cedera lutut menyebabkan tulang rawan robek. Nah, robekan yang besifat kasar pada ujungnya dapat tersangkut di sendi, sehingga menyebabkan lutut menjadi nyeri dan bengkak. Saat sendi lutut digerakkan, akan terasa ada yang menyangkut. 

  1. Osteoartritis

Tak asing lagi, osteoartritis sering kali menjadi penyebab nyeri lutut setelah usia 50 tahun. Kondisi ini menyebabkan sendi lutut bengkak dan terasa nyeri saat digunakan. Sendi yang terkena osteoartritis dapat menyebabkan kekakuan di pagi hari.

  1. Tendinitis patella

Peradangan terjadi pada tendon yang menghubungkan tempurung lutut dengan tulang pada betis Anda. Tendon adalah  jaringan yang kuat pada sendi, di mana jika Anda melakukan olahraga berlebihan, tendon akan meradang dan terasa nyeri.

Kondisi ini sering disebut jumper’s knee akibat lompatan berulang, yang sering kali menjadi sebab utama timbulnya peradangan tendon.

Meski penyebabnya beragam, Anda mungkin merasakan nyeri saat berbagai kondisi berikut:

  • Saat menekuk maupun meluruskan lutut (terutama saat turun tangga).
  • Ketika lutut bengkak.
  • Kesulitan menggerakkan lutut.
  • Sulit memberi beban tambahan pada lutut.
  • Lutut yang terasa “terkunci”.  

Jika mengalami satu atau lebih dari beberapa gejala ini, Anda bisa menemui dokter ortopedi yang dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada lutut. Bila diperlukan, mungkin Anda membutuhkan rontgen, CT scan atau MRI untuk melihat kondisi sendi lebih jelasnya. 

Tips mencegah terjadinya nyeri lutut

Walaupun cedera tak dapat sepenuhnya dicegah, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut ini untuk mengurangi risiko terjadinya nyeri lutut:

  • Berhenti berolahraga ketika terjadi nyeri pada lutut.
  • Jika ingin menambah intensitas olahraga, lakukan secara bertahap.
  • Lakukan peregangan pada lutut sebelum dan sesudah aktivitas fisik.
  • Gunakan bantalan lutut untuk mencegah terjadinya bursitis, terutama jika Anda banyak berlutut di lantai.
  • Gunakan sepatu yang tidak terlalu sempit maupun longgar dan dapat memberikan sokongan yang cukup.
  • Perkuat otot paha dengan peregangan serta penguatan rutin.
  • Jika Anda kelebihan berat badan, turunkan beberapa kilogram agar tidak terjadi penambahan beban pada semua sendi.

Dengan berbagai penyebab lutut nyeri saat ditekuk, tentu penanganannya bisa berbeda-beda pula. Jika Anda mengalami nyeri lutut yang sudah sering mengganggu aktivitas dan tidak hilang dengan istirahat, konsultasikan kepada dokter, terutama dokter ortopedi bila membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. 

[NP/ RVS]