Panduan Perawatan Gigi untuk Anak Down Syndrome

Oleh drg. Wiena Manggala Putri pada 26 Jul 2019, 09:00 WIB
Karena sangat rentan bermasalah, anak down syndrome perlu mendapatkan perawatan gigi khusus.
Panduan Perawatan Gigi untuk Anak Down Syndrome (Diego Cervo/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Lahir dengan keadaan berkebutuhan khusus membuat anak down syndrome memerlukan perhatian ekstra. Tak hanya untuk aktivitas sehari-hari, tapi juga dalam hal perawatan gigi mereka. Hal ini tak luput dari peran orang tua dalam menjaga dan merawat  kesehatan gigi dan mulut mereka.

Faktanya, anak down syndrome umumnya memiliki kesulitan dalam menyikat gigi. Keadaan ini membuat mereka rentan mengalami berbagai masalah pada gigi maupun gusi.

Masalah gigi dan mulut pada anak down syndrome

Beberapa alasan mengapa anak down syndrome rentan mengalami masalah gigi dan mulut, yaitu:

  • Sistem kekebalan tubuh yang rendah

Hampir setiap anak down syndrome mengalami penyakit gusi. Tingkat keparahannya pun bervariasi, dari derajat sedang hingga berat. Hal ini disebabkan oleh karena sistem kekebalan tubuh anak down syndrome sangatlah lemah.

  • Bernapas melalui mulut

Anak down syndrome juga biasanya bernapas melalui mulut. Perilaku ini membuat kondisi mulutnya menjadi lebih kering (xerostomia), gigi lebih maju ke depan (tonggos), lidah lebih lebar, gigi berjejal (maloklusi) dan timbul bau mulut (halitosis).

  • Obat-obatan 

Anak down syndrome perlu mengonsumsi obat untuk mengendalikan kejang dan risiko infeksi. Obat yang dikonsumsi biasanya berasa manis, agar anak bisa lebih tenang. Di sisi lain, rasa manis pada obat bisa memberikan dampak buruk pada kesehatan gigi dan gusi.

  • Jarang menyikat gigi

Karena mengalami kesulitan untuk menyikat gigi, anak down syndrome sangat mungkin untuk mengalami penumpukan plak pada gigi. Kondisi ini bisa sangat parah, karena laju air liur di dalam mulut yang rendah.

Merawat gigi anak down syndrome

Adanya kesulitan berkomunikasi pada anak down syndrome membuat masalah gigi yang dialaminya sangat mudah berubah ke derajat yang lebih parah. Untuk itu, orang tua perlu mengenalkan anak tersebut dengan dokter gigi sedini mungkin, agar kerusakan gigi yang lebih parah bisa dicegah.

Di tahap awal, orang tua bisa mengenalkan sosok dokter gigi pada anak down syndrome melalui buku cerita atau gambar-gambar menarik. Ceritakan pada mereka bahwa dokter gigi tidaklah menakutkan dan justru memberikan pertolongan.

Selain membawa anak ke dokter, perawatan gigi secara mandiri di rumah juga perlu diterapkan. Orang tua wajib mengajari anak down syndrome untuk menyikat gigi dua kali sehari. Untuk memudahkan dan lebih menarik perhatian, ajarkan dengan menggunakan boneka atau alat peraga lainnya. 

Sebelum mulai benar-benar menyikat gigi, pilihkan anak down syndrome sikat gigi yang memiliki bulu lembut dan pasta gigi berfluoride. Dan, setelah anak menyikat gigi―baik secara mandiri atau bersama orang tuanya―pastikan Anda melakukan penyikatan ulang agar gigi dan mulutnya benar-benar bersih.

Butuh usaha ekstra untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut anak down syndrome. Oleh karena itu, jika Anda merasa kesulitan atau menemukan kendala dalam hal perawatan gigi mereka, jangan sungkan untuk berkonsultasi lebih lanjut pada dokter gigi.

(NB/ RVS)