Efek Konsumsi Suplemen Vitamin Setiap Hari pada Tubuh

Oleh dr. Reza Fahlevi pada 26 Jul 2019, 11:30 WIB
Ada sebagian orang yang mengonsumsi suplemen vitamin tiap hari. Apa efeknya pada tubuh jika suplemen ini dikonsumsi tiap hari?
Efek Konsumsi Suplemen Vitamin Setiap Hari pada Tubuh (Antonio Guillem/Shutterstock)
1 of 3

Bagaimana cara mencegah terjadinya overdosis vitamin?

Banyak orang yang khawatir kekurangan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh, sehingga mereka memutuskan mengonsumsi suplemen vitamin setiap hari. Adakah efeknya pada tubuh?

Bagi tubuh manusia, vitamin sangat bermanfaat untuk merangsang, membantu, serta berperan dalam berbagai reaksi fisiologis. Kurangnya jenis vitamin tertentu akan menyebabkan gangguan salah satu atau beberapa proses metabolisme tubuh, sehingga tubuh tidak dapat menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya.

Kekurangan vitamin jenis tertentu dalam jangka waktu lama juga dapat menyebabkan timbulnya penyakit tertentu. Itu sebabnya, saat ini ada banyak makanan dan minuman yang ditambahkan dengan vitamin. Selain itu juga ada banyak produk suplemen vitamin dan multivitamin di pasaran.

Sebetulnya vitamin yang bersumber dari suplemen tidak terlalu diperlukan jika kebutuhan vitamin dalam tubuh sudah terpenuhi dari makanan sehari-harinya. Kalau ternyata masih mendapatkan “suntikan” vitamin lagi setiap hari lewat konsumsi suplemen, kelebihan vitamin bisa terjadi.

Dampak kelebihan vitamin

Apabila sehari-hari Anda menerapkan pola makan sehat bergizi lengkap seimbang serta bervariasi, sebetulnya Anda tak perlu khawatir mengalami kekurangan vitamin. Namun mungkin karena untuk ‘jaga-jaga’, suplemen vitamin pun dikonsumsi setiap hari.

Pada orang normal, suplementasi vitamin boleh dilakukan pada beberapa kondisi, seperti jadwal pekerjaan yang padat sehingga aktivitas fisik berlebihan, kelelahan, sakit ringan, dalam perjalanan, atau kurangnya asupan makanan. Namun, perlu juga diketahui bahwa tidak hanya kekurangan vitamin, kelebihan vitamin juga sama-sama berbahaya bagi tubuh. Jika ini sudah berlangsung lama, dampaknya pada tubuh bisa negatif. Kondisi ini juga dikenal sebagai keracunan vitamin, karena kelebihan vitamin dalam tubuh menimbulkan beberapa efek samping.

Vitamin diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu yang larut dalam air (vitamin B dan C) dan larut dalam lemak (vitamin A, D, E dan K). Overdosis vitamin yang larut dalam lemak menimbulkan efek samping yang lebih serius dibandingkan dengan vitamin yang larut dalam air.

  • Vitamin C

Misalnya jika Anda kelebihan vitamin C, gejala yang muncul adalah mual, muntah, diare, dan kram perut. Dalam jangka waktu panjang, kelebihan vitamin C juga merupakan faktor risiko terjadinya batu ginjal.

  • Vitamin D 

Apabila Anda sampai kelebihan vitamin D, efek sampingnya antara lain peningkatan level darah, meningkatnya kadar kalsium darah, mual, muntah, nafsu makan menurun, sakit perut, konstipasi, diare, tulang keropos, dan gagal ginjal.

  • Vitamin B kompleks

Jika Anda mengalami overdosis vitamin B kompleks, biasanya efek samping yang dirasakan adalah sulit bernapas, nyeri dengan sensasi terbakar, mati rasa di kaki dan tangan, hilangnya koordinasi otot, sakit kepala, depresi, dan kelumpuhan.

  • Vitamin A

Terlalu banyak vitamin A dalam tubuh dilaporkan bisa mengakibatkan penglihatan kabur, pusing, pingsan, haid tidak teratur, mual, insomnia, diare, ruam kulit, nyeri serndi, dan sakit kepala.

  • Vitamin E

Hati-hati, kebanyakan vitamin E bisa menampakkan gejala tekanan darah tinggi, kelemahan otot, kelelahan, payudara lunak, serta kemampuan penyembuhan luka melambat.

  • Vitamin K

Penting untuk proses penggumpalan darah. Tetapi overdosis vitamin K bisa menyebabkan mual, muntah, anemia, diare, dan ruam kulit.

2 of 3

Bagaimana cara mencegah terjadinya overdosis vitamin?

Tubuh memiliki kebutuhan vitamin harian. Dosis harian vitamin yang dibutuhkan biasanya kecil. Nah, untuk mencegah kelebihan vitamin, sebaiknya Anda membaca label tentang berapa jumlah vitamin di kemasan makanan maupun di kemasan suplemen.

Biasanya, pada label kandungan nutrisi produk-produk tersebut terdapat berapa jumlah vitamin dalam satuan tertentu, dan berapa persen anjuran dosisnya memenuhi kebutuhan harian Anda. Apabila makanan, minuman, dan/atau suplemen tersebut memenuhi hingga 100 persen atau lebih dari kebutuhan vitamin setiap hari, maka ada potensi Anda akan mengalami overdosis vitamin.

Selanjutnya, konsumsilah suplemen vitamin sesuai indikasi. Tak perlu terlalu paranoid Anda akan mengalami defisiensi vitamin, kecuali jika memang pola makan Anda benar-benar buruk atau terbukti mengalami kekurangan jenis vitamin tertentu.

Prioritaskan makan secara teratur dalam jumlah teratur, menu seimbang dan bervariasi dari hari ke hari, serta mendapatkan paparan sinar matahari cukup.

Cobalah untuk taat dosis dan tahu kebutuhan masing-masing jenis vitamin untuk tubuh, serta konsumsi suplemen vitamin kalau perlu. Agar lebih aman, sebelum mengonsumsi suplemen jenis apa pun konsultasikan dengan dokter supaya konsumsinya aman, sesuai kondisi tubuh, dan tepat sasaran.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓