4 Penyakit Mata Penyebab Kebutaan pada Penderita Diabetes

Oleh dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid pada 27 Jul 2019, 08:00 WIB
Penderita diabetes berisiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit mata dan kebutaan setelahnya.
4 Penyakit Mata Penyebab Kebutaan pada Penderita Diabetes (VdZ/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Gula darah tinggi yang dialami penderita diabetes sering tak menyebabkan gejala apa pun. Meski begitu, bukan berarti kondisi tersebut bisa dianggap sebagai hal yang sepele. Pasalnya, gula darah tinggi pada penderita diabetes yang dibiarkan terjadi berkelanjutan bisa menyebabkan komplikasi, sala satunya penyakit mata.

Ya, diabetes tak hanya menyebabkan komplikasi pada organ jantung, otak, dan ginjal. Melainkan juga menimbulkan kerusakan pada organ-organ dengan pembuluh darah yang kecil, seperti mata.

Penyakit mata akibat diabetes terbilang cukup sering terjadi. Kondisi itu bahkan menjadi salah satu penyebab tertinggi kebutaan di Indonesia.

Penyakit mata pada diabetes

Berikut adalah beberapa penyakit mata yang berkaitan dengan penyakit diabetes dan paling sering menyebabkan kebutaan:

  1. Retinopati diabetes

Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan peradangan dan kerusakan pada pembuluh darah. Salah satu yang rentan mengalami kerusakan tersebut adalah pembuluh darah pada retina mata, yaitu jaringan di dalam mata yang berfungsi meneruskan cahaya ke saraf otak. Kerusakan retina mata akibat diabetes dikenal dengan sebutan renitopati diabetes.

Pada retinopati diabetes, pembuluh darah di retina rapuh dan rentan mengalami kebocoran. Jika rusak dan terjadi kebocoran, penglihatan akan menjadi terganggu. Pada kondisi yang lebih berat, akan terbentuk banyak pembuluh darah baru di mata (neovaskularisasi) yang akan membuat penglihatan menjadi lebih buruk.

  1. Katarak

Tak hanya penuaan, diabetes juga bisa menyebabkan terjadinya katarak. Meski proses mekanisme terjadinya masih belum diketahui, studi telah membuktikan bahwa penderita diabetes memiliki risiko 60% lebih tinggi untuk mengalami katarak dibandingkan orang yang sehat.

Katarak ditandai dengan adanya bercak putih di lensa mata. Hal ini menyebabkan penderitanya mengalami penglihatan kabur dan sangat silau jika terpapar cahaya lampu atau sinar matahari. Lama-kelamaan, katarak bisa menyebabkan kebutaan.

  1. Glaukoma

Glaukoma adalah penyakit mata yang ditandai dengan penumpukan cairan mata berlebih, sehingga membuat tekanan di dalam bola mata meningkat. Kondisi tersebut akan menyebabkan kerusakan pada saraf mata, dan bisa berujung pada kebutaan.

Pada penderita diabetes, glaukoma bisa terjadi karena pembentukan pembuluh darah baru yang tidak normal pada selaput pelangi mata (iris). Kondisi ini cukup sulit untuk ditangani.

  1. Edema makula

Makula adalah area kecil di tengah-tengah retina mata yang berperan dalam membuat penglihatan lebih tajam dan memiliki warna yang jelas. Pada kondisi edema makula, area tersebut mengalami pembengkakan karena adanya penumpukan cairan di daerah retina. Penyakit ini bisa menyebabkan kebutaan yang permanen.

1 of 2

Mencegah penyakit mata akibat diabetes

Penyakit mata yang terjadi akibat diabetes bisa dicegah. Hal utama yang perlu dilakukan oleh diabetisi, yaitu:

  • Menjaga kadar gula darah dalam keadaan terkontrol

Menurut Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), diabetesi dikategorikan memiliki gula darah yang terkontrol jika kadar gula darah puasa kurang dari 130 miligram per desiliter (mg/dl), gula darah dua jam setelah makan kurang dari 180 mg/dl, dan kadar HbA1C kurang dari 7%.

  • Skrining mata setahun sekali

Pemeriksaan ini umumnya bisa dilakukan oleh para diabetesi di dokter spesialis mata. Dokter akan memeriksa tajam penglihatan dan melakukan pemeriksaan dengan alat untuk melihat bagian dalam mata penderita diabetes. Jika ditemukan kelainan, dokter bisa segera melakukan tindakan untuk mencegah munculnya kondisi yang lebih parah.

Penyakit mata akibat diabetes bisa saja terjadi dan menyebabkan kebutaan. Namun, kondisi tersebut bisa dihindari dan dicegah dengan menjaga gula darah agar tetap terkontrol dan melakukan skrining mata setidaknya setahun sekali. Selain itu, terapkan gaya hidup sehat. Dan jangan lupa menerapkan pola makan 3J (jumlah, jadwal, jenis), minum obat sesuai anjuran dokter, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, ya.

(NB/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓