Pengaruh Infeksi Rahim pada Kesuburan

Oleh dr. Dyan Mega Inderawati pada 27 Jul 2019, 16:30 WIB
Banyak hal yang dapat menyebabkan gangguan kesuburan wanita. Infeksi rahim ternyata bisa jadi salah satunya.
Pengaruh Infeksi Rahim pada Kesuburan (Nekrasova Anastasiya/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tidak sedikit pasangan suami istri yang mengalami kesulitan mendapat momongan setelah bertahun-tahun membina rumah tangga. Salah satu hal yang ternyata bisa mengganggu kesuburan adalah adanya infeksi rahim.

Tak heran, Segala cara sudah dicoba mulai dari perhitungan masa subur hingga konsumsi obat yang konon dapat meingkatkan peluang kehamilan. Namun, belum juga tampak tanda keberhasilan. Apa yang salah?

Hati-hati, dari sekian banyak faktor yang mendasari, satu yang ternyata banyak menjadi penyebab gangguan keseuburan seorang wanita adalah infeksi pada rahim. Sayangnya, tidak semua dapat segera dikenali, apalagi tuntas diobati.

Penyebab infeksi rahim

Infeksi rahim terjadi akibat adanya bakteri, jamur, parasit atau mikroorganisme pengganggu lain yang tidak seharusnya berada di dalam rahim. Salah satu yang cukup banyak dialami adalah infeksi akibat Chlamydia sp.

Infeksi akibat Chlamydia sp bisa saja tidak terdeteksi karena tidak semua penderitanya mengalami keluhan bermakna. Bahkan, tidak jarang infeksi ini “tidak sengaja” ditemukan ketika seorang wanita memeriksakan diri untuk evaluasi kesuburan.

Selain akibat Chlamydia sp, infeksi rahim juga bisa terjadi karena gonore, sifilis, infeksi parasit trichomonas, dan juga jamur. Sebagian besar penyakit penyebab infeksi rahim ini ditularkan oleh aktivitas seksual yang tidak sehat dengan berganti-ganti pasangan.

Oleh karena itu, penting bagi pasangan untuk memeriksakan diri bila salah satunya, baik istri maupun suami, mengalami keluhan seputar organ reproduksi.

Tanda infeksi rahim

Beberapa tanda yang dapat menjadi indikasi adanya infeksi rahim adalah :

  • Keputihan yang berat dan beraroma tajam 
  • Nyeri panggul
  • Perdarahan di luar siklus haid atau saat berhubungan
  • Nyeri saat berhubungan
  • Demam
  • Gangguan berkemih.

Penting untuk diingat bahwa tidak semua orang dengan infeksi rahim memiliki keluhan bermakna dan hanya mengalami gangguan ringan. Bahkan sebagian lainnya tidak mengalami gejala sama sekali. Pada kasus seperti ini, pemeriksaan lengkap ketika mengalami masalah kesuburan mutlak untuk dilakukan.

Infeksi dan gangguan kesuburan

Bila infeksi rahim ini tidak diobati dengan tuntas, bukan tidak mungkin kesuburan seorang wanita yang jadi taruhannya. Infeksi menahun yang terus dibiarkan akan memengaruhi kondisi saluran telur yang menyebabkan peradangan hingga mengakibatkan sumbatan di saluran tersebut.

Kondisi ini tentu akan menghambat pelepasan sel telur dari indung telur dan menurunkan tingkat keberhasilan pembuahan oleh sperma.

Untuk itu, penegakan diagnosis harus segera dilakukan begitu ada tanda-tanda yang mengarah pada infeksi rahim. Guna mengevaluasi ada tidaknya sumbatan saluran telur akibat infeksi rahim ini diperlukan berbagai pemeriksaan oleh dokter.

Selain wawancara medis dan pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang umumnya juga diperlukan untuk mengevaluasi penyebab yang mendasari infeksi rahim.

Pemeriksaan penunjang tersebut dapat berupa ultrasonografi (USG) untuk mengevaluasi kondisi rahim, penggunaan cairan yang disemprotkan ke rahim dan difoto menggunakan sinar X. Selain itu juga bisa dengan laparoskopi melalui operasi kecil untuk melihat langsung kondisi rahim dan jaringan sekitarnya.

Bila memang terbukti infeksi rahim yang jadi penyebab gangguan kesuburan, pengobatan dan beragam terapi akan dilakukan. Mulai dari obat yang sifatnya mengurangi peradangan, antibiotik, pil hormonal hingga tindakan operatif bisa jadi solusi pengobatannya.

Eratnya kaitan antara infeksi rahim dan kesuburan mengharuskan seorang wanita untuk benar-benar menjaga kesehatan organ reproduksinya. Tidak hanya memastikan area kewanitaan selalu bersih dan kering, namun juga menghindari penggunaan cairan pencuci vagina dan memastikan tidak berganti-ganti pasangan seksual.

Dengan menghindarkan diri dari potensi infeksi rahim, kesuburan seorang wanita dapat optimal dijaga secara optimal.

[NP/ RVS]