Persiapan Penting Membangun Keluarga Sehat

Oleh Ayu Maharani pada 29 Jul 2019, 12:00 WIB
Membangun keluarga sehat perlu persiapan fisik, psikis dan finansial yang matang. Kesehatan ibu dan bayi menjadi prioritas utama.
Persiapan Penting Membangun Keluarga Sehat (Foto: Ayu Maharani/Klikdokter)

Klikdokter.com, Jakarta Membentuk keluarga sehat perlu persiapan matang, bahkan saat Anda hendak memiliki momongan. Idealnya, persiapan nutrisi, fisik, psikis, hingga finansial mesti disiapkan dari jauh-jauh hari dan tak berhenti saat ibu selesai melahirkan. 

Sayangnya, tak semua pasangan muda memahami hal itu. Untuk itulah, Hallobumil bersama Prenagen menyelenggarakan acara “Smart Sharing: Lengkapi Nutrivestasi Melahirkan” untuk mengedukasi para pasangan muda yang masih awam tentang cara mempersiapkan kehadiran buah hati.

Kehamilan itu milik berdua

Acara yang diselenggarakan di KalCare Bintaro Jaya Xchange, Tangerang Selatan, Banten pada Minggu (28/7) kemarin, terbagi menjadi dua sesi utama. Dua narasumber dari bidang yang berbeda – dr. N.B. Donny A.M., SpOG selaku pakar kesehatan kandungan dan Syafirah Alhadar selalu Financial Advisor dari Jouska – membagikan ilmu mereka kepada para pasangan muda yang hadir.

Dikatakan oleh Ilona Soeyanto selaku Product Manager Prenagen bahwa nutrisi serta peran seorang suami selama periode kehamilan amatlah penting.

“Nutrisi bagi seorang ibu itu sangat penting. Jangan sampai hanya dipenuhi saat hamil saja, lalu setelah hamil berantakan lagi pola makannya,” kata Ilona Soeyanto. 

Jadi sudah selayaknya para suami turut memperhatikan kehamilan istri dengan mengawasi dan memenuhi nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil. “Peran kasih sayang itu sangat penting bagi istri,” jelasnya.

1 of 3

Anjuran pola makan dan istirahat untuk ibu hamil

Anjuran pola makan dan istirahat untuk ibu hamil (Foto: Ayu Maharani/Klikdokter)
Anjuran pola makan dan istirahat untuk ibu hamil (Foto: Ayu Maharani/Klikdokter)

Menurut pakar kesehatan kandungan dr. N. B. Donny, A. M., SpOG, pengaturan nutrisi dan pola makan bagi ibu hamil, seharusnya sudah diperhatikan dan diatur sejak  sebelum melahirkan. Selama ini, sebagian ibu ada yang masih mengikuti anjuran “lama” untuk puasa sebelum melahirkan secara normal. Padahal, dari segi medis, itu sangat tidak dibenarkan. 

“Sebelum melahirkan secara normal, ibu tidak perlu melakukan puasa. Puasa di saat seperti itu justru bikin stres. Akhirnya malah memperpanjang durasi melahirkan,” kata dr. Donny. Menurutnya, bagi wanita yang akan menjalani operasi caesar masih bisa melakukan itu. 

Dokter Donny juga menegaskan bahwa ibu hamil sebaiknya memperhatikan cara makan mereka. Akan jauh lebih baik bila para ibu hamil makan dalam porsi yang sedikit namun sering, daripada makan dalam porsi besar dan frekuensi normal. Tujuannya, untuk mencegah mual dan muntah berlebih saat hamil. 

Di trimester awal, godaan untuk mengonsumsi makanan atau yang minuman yang tidak sehat biasanya akan lebih besar karena si ibu belum terbiasa. Sebenarnya, makanan atau minuman tersebut boleh-boleh saja dikonsumsi, asal dalam jumlah sedikit dan tidak sering. 

Selain itu, ada pula beberapa anjuran lain yang sangat berguna untuk ibu hamil, yakni:

  • Empat minggu sebelum tanggal dugaan persalinan, Anda bisa mengonsumsi 6 butir kurma setiap hari. Namun, ini hanya berlaku untuk mereka yang melahirkan secara normal. 
  • Lakukan senam hamil (Kegel) saat usia kandungan 38 minggu ke atas. Gunanya, untuk belajar mengejan dan menguatkan otot dasar panggul serta otot vagina. Senam ini cocok dilakukan oleh ibu yang memiliki anak banyak agar peranakannya tidak turun. 
  • Jangan konsumsi makanan mentah, setengah matang, dan yang memicu diare.
  • Ibu hamil mesti mencukupi waktu tidurnya di atas 6 jam. Jika kurang, waktu persalinan akan memakan waktu lama. 
  • Apabila ibu hamil sedang “tidak bisa makan”, dianjurkan untuk minum susu hamil yang bernutrisi lengkap, misalnya susu Prenagen. 
2 of 3

Hindari sifat impulsif, utamakan biaya pendidikan

Hindari sifat impulsif, utamakan biaya pendidikan (Foto: Ayu Maharani/Klikdokter)
Hindari sifat impulsif, utamakan biaya pendidikan (Foto: Ayu Maharani/Klikdokter)

Selain tema nutrisi dan pola hidup sehat yang disampaikan oleh dr. N.B. Donny A.M., SpOG, tema lain yang juga menarik adalah keuangan. Menurut Syafirah Alhadar selaku Financial Advisor dari Jouska, para pasangan muda sebaiknya tidak perlu impulsif dalam membeli perlengkapan bayi. Sebab, tanpa disadari, Anda dan pasangan mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk sesuatu yang bersifat jangka pendek.

“Jika perlengkapan bayi ada yang bisa disewa, misalnya box bayi, mainan besar, atau stroller bayi, lebih baik sewa saja, nggak usah beli. Lebih baik siapkan uang tersebut untuk saving, investasi, dana darurat, dan dana pendidikan,” kata Syafiran menyarankan.

Mengapa harus mengutamakan dana pendidikan, padahal itu masih beberapa tahun lagi? Menurut Syafirah, biaya pendidikan di Indonesia memiliki nilai inflasi yang cukup tinggi dan terus naik kurang lebih 20 persen. Jadi, utamakanlah untuk menyiapkan biaya pendidikan, ketimbang biaya liburan atau biaya lainnya.

Menyeimbangkan persiapan di segala aspek memang cukup menantang, apalagi bila Anda adalah pasangan muda. Tapi mempersiapkan kehadiran buah hati tidak akan sulit bila dilakukan berdua.

Cobalah untuk saling mendukung dalam membangun keluarga sehat, baik dari segi fisik, psikis maupun finansial. Dengan demikian ibu tetap bisa mendapatkan kelengkapan nutrisinya, ayah bisa menata finansial, dan kelak anak pun bisa merasakan manfaatnya dari dua hal tersebut. 

[RVS]

Lanjutkan Membaca ↓