Inilah 10 Vaksin yang Diperlukan Orang Dewasa

Oleh Tamara Anastasia pada 29 Jul 2019, 16:20 WIB
Tidak hanya anak, orang dewasa juga wajib menjalani vaksinasi. Berikut beberapa jenis vaksin yang diperlukan oleh orang dewasa.
Inilah 10 Vaksin yang Diperlukan Orang Dewasa (Africa-Studio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Vaksin atau imunisasi sering dikaitkan sebagai salah satu kebutuhan yang hanya wajib diterapkan pada anak-anak. Padahal, orang dewasa juga membutuhkan vaksin untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Sayang, kesadaran orang dewasa untuk menjalani vaksinasi masih sangat rendah. 

Di Indonesia sendiri, terdapat lima jenis vaksin yang secara rutin wajib diberikan setelah Anda lahir. Yaitu, vaksin hepatitis B, BCG untuk mencegah tuberkulosis (TBC), polio, MR untuk rubella, serta DPT untuk difteri, pertusis dan tetanus. 

Jika Anda belum mendapatkan vaksin tersebut sewaktu kecil, sebaiknya segera cari meski saat ini Anda sudah dewasa. Namun, bila sudah mendapatkannya, Anda bisa mendapatkan vaksin lain untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit.

Vaksin untuk orang dewasa

Saat beranjak dewasa, sistem kekebalan tubuh manusia akan semakin optimal. Namun, apabila gaya hidup Anda jauh dari kata sehat, sistem kekebalan tubuh bisa saja melemah sehingga penyakit lebih mudah terjadi. Untuk itulah, orang dewasa masih dianjurkan untuk mendapatkan vaksinasi.

Dikatakan dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, berikut adalah beberapa jenis vaksin yang dibutuhkan oleh orang dewasa: 

1. Vaksin difteri dan tetanus (DT)

Difteri merupakan penyakit akut yang menyerang saluran napas, kulit dan mata. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri corynebacterium dipthheria yang ditularkan melalui kontak langsung dengan penderita.

Penyakit difteri sangat mudah menular dan berbahaya karena bisa merenggut nyawa penderitanya. Kendati begitu, difteri dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi.

Salah satu jenis vaksin difteri yang dibutuhkan oleh orang dewasa adalah vaksin DT. Vaksin ini merupakan jenis vaksin lanjutan yang diberikan atau diulang setiap 10 tahun. 

2. Vaksin pneumokokus (PCV)

Vaksin pneumokokus (PCV) diberikan untuk mencegah pneumonia. Ini adalah penyakit radang paru yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumonia. Pneumonia sangat sering terjadi pada orang dewasa, dan risikonya meningkat pada mereka yang telah berusia 60 tahun atau lebih.

1 of 3

Selanjutnya

3. Vaksin demam kuning

Kementerian Kesehatan RI dan data Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang dikumpulkan sejak 1 Desember 2016 sampai 14 Februari 2017 mencatat, setidaknya ada lebih dari 1000 kasus infeksi demam kuning. Untuk itu, Kementerian Kesehatan RI tetap mengimbau orang dewasa untuk melakukan vaksin demam kuning guna mencegah terjadinya penyakit tersebut.

4. Vaksin HPV

Setiap wanita dewasa sangat dianjurkan untuk mendapatkan vaksin HPV. Jenis vaksin ini bertujuan untuk menurunkan risiko terjadinya penyakit kanker serviks, yang disebabkan oleh infeksi Human Papilomavirus.

Vaksin HPV itu sendiri dianjurkan untuk diberikan pada wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual. Namun, jika sudah pernah melakukan hubungan seksual, maka Anda disarankan untuk melakukan pap smear―pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi kanker serviks―terlebih dahulu.

5. Vaksin influenza

Sering mengalami flu berat dalam waktu yang berdekatan? Jika demikian, Anda sangat disarankan untuk mendapatkan vaksin influenza. Jenis vaksin ini diberikan sebanyak satu kali dalam setahun untuk menurunkan risiko terjadinya flu dan mencegah komplikasi mengerikan yang bisa terjadi akibat penyakit tersebut.

6. Vaksin varisela

Bagi Anda yang belum pernah terkena cacar hingga usia dewasa, jangan sungkan untuk segera mendapatkan vaksin varisela. Dengan vaksin ini, Anda tidak perlu khawatir akan kemungkinan terkena cacar dan segala komplikasi yang bisa terjadi akibat penyakit tersebut.

2 of 3

Selanjutnya

7. Vaksin hepatitis A 

Vaksin ini diberikan untuk mencegah penyakit hepatitis A yang ditularkan melalui makanan atau minuman yang tercemar oleh virus. Orang yang pernah berhubungan seksual melalui anus juga disarankan juga untuk mendapatkan vaksin ini. Jika tidak, virus akan masuk ke dalam hati (liver) dan menimbulkan peradangan yang bisa menyebabkan kematian.

8. Vaksin tifoid

Vaksin ini diberikan untuk mencegah demam tifoid atau yang lebih dikenal dengan penyakit tifus. Vaksin tifoid melindungi Anda dari infeksi bakteri Salmonella yang menyerang saluran pencernaan.

9. Vaksin meningitis

Hendak pergi umroh atau melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci? Jangan sungkan untuk terlebih dahulu mendapatkan vaksin meningitis di klinik atau rumah sakit terdekat.

Perlu Anda tahu, lokasi ibadah haji menjadi tempat pertemuan orang-orang dari berbagai negara di dunia. Ini membuat tempat tersebut menjadi area berkumpulnya kuman dari berbagai penjuru, sehingga penyakit meningitis bisa saja terjadi.

Apa itu meningitis? Ini adalah penyakit infeksi pada selaput otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini menimbulkan gejala mual, muntah, muncul ruam di kulit, suhu tubuh meningkat secara mendadak, dan nyeri kepala.

10. Vaksin Japanese ensefalitis

Vaksin Japanese ensefalitis berguna untuk mencegah terjadinya infeksi ensefalitis alias radang otak. Vaksin ini diberikan pada orang yang rentan, baik untuk mencegah maupun menurunkan risiko terjadinya komplikasi mematikan.

Dengan mendapatkan vaksin yang tepat, penyebaran penyakit di masyarakat bisa diperkecil hingga hilang sama sekali. Oleh karena itu, jangan sungkan untuk mengunjungi pusat kesehatan terdekat untuk mendapat vaksinasi agar Anda dan keluarga terlindung dari segala penyakit berbahaya.

(NB/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓