Diet Lektin seperti Kelly Clarkson, Amankah bagi Kesehatan?

Oleh Ayu Maharani pada 29 Jul 2019, 16:30 WIB
Karena masalah tiroid dan ingin menurunkan berat badan, Kelly Clarkson memilih diet lektin. Aman atau tidak diet lektin, cari tahu di sini.
Diet Lektin seperti Kelly Clarkson, Amankah bagi Kesehatan? (Rick Diamond/Getty Images North America)

Klikdokter.com, Jakarta Jebolan kompetisi vokal American Idol yang kini sukses menjadi penyanyi dan juri salah satu ajang pencarian bakat, Kelly Clarkson, saat ini sedang menjalani diet lektin. Mungkin namanya belum sepopuler diet keto, tapi diet lektin diklaim mampu menurunkan berat badan yang cukup signifikan. 

Karena itulah, banyak orang tertarik untuk mencoba metode menurunkan badan yang masih menuai pro kontra ini. Bahkan, dilansir dari Livescience.com, Kelly Clarkson sudah mengalami penurunan berat badan hingga 17 kilogram sejak menerapkan diet tersebut. 

Apa sih diet lektin? 

Tak cuma membuat badan lebih singset, Kelly mengaku bahwa diet lektin memberikan dampak positif terhadap masalah tiroidnya. “Berkat diet lektin, saya tidak lagi minum obat,” jelasnya. 

Perlu diketahui bahwa penyanyi berambut pirang itu mengetahui soal diet lektin dari sebuah buku yang ditulis oleh Dr. Steven Gundry. Dalam buku panduan diet tersebut, Gundry mengatakan bahwa protein nabati yang disebut dengan lektin adalah akar dari penyakit “modern”, misalnya obesitas, gangguan pencernaan, alergi, dan penyakit autoimun. 

Lektin ditemukan dalam biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan, sayuran hijau, terong, tomat, kentang, dan susu. Ketika lektin berada di dalam tubuh, dia akan mengikat molekul gula dalam sel tubuh lalu mengubah fungsinya. 

Dunia medis masih belum menyetujuinya

Klaim Gundry atas bahaya lektin di dalam tubuh tentu saja bukan tanpa penelitian sama sekali. Gundry pernah mempresentasikan hasil penelitiannya dalam Konferensi American Heart Association. Dia melaporkan, dari 102 orang yang menjadi partisipan, 95 orang menunjukkan penurunan peradangan serta penyakit autoimun. 

Meski begitu, sayangnya, dalam dunia medis, presentasi ilmiah yang dilakukannya dianggap belum memiliki bukti yang memadai (terbatas). Karena itulah, diet lektin hingga saat ini masih belum mendapat persetujuan. 

Food and Drug Administration AS memang mengatakan bahwa beberapa jenis lektin memang dapat memberikan efek beracun pada tubuh, tapi bila dikonsumsi secara berlebihan. Salah satu lektin toksik (beracun) yang paling terkenal adalah phytohaemagglutinin yang ditemukan dalam kacang mentah. 

Kabar baiknya, bila kacang dimasak sampai matang, kadar lektin berkurang dan tidak akan memengaruhi fungsi sel dalam tubuh secara negatif. 

1 of 2

Lektin tak perlu dijadikan pantangan 

Permasalahan soal diet lektin ini pun mendapat tanggapan dari dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter. Menurutnya, hingga saat ini, memang ada pertentangan antara penelitian populer dengan jurnal yang sahih. 

Menurutnya, ada yang menganggap lektin memang sama sekali tak baik untuk tubuh, tetapi banyak juga yang masih tetap meyakini bahwa lektin tetap dibutuhkan oleh tubuh. Atas dasar itu, benar-benar menghilangkan lektin dalam pola makan justru dapat memunculkan risiko kesehatan. 

“Kemenkes RI dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia sendiri tidak menjadikan lektin sebagai pantangan. Justru yang lebih dilarang adalah lemak jenuh atau gula yang terlalu banyak. Jika Anda memang tidak memiliki alergi lektin atau penyakit tertentu yang mewajibkan Anda untuk sama sekali menjauhi lektin, Anda bisa konsumsi sewajarnya,” jelas dr. Karin.

Ditambahkan dr. Karin, pada dasarnya, menghilangkan salah satu nutrisi secara ekstrem tidak diajurkan. Dengan kata lain, diet lektin tidaklah dianjurkan. Bagaimanapun juga, tubuh Anda masih membutuhkan serat yang cukup dari biji-bijian, kacang-kacangan, dan sayuran hijau. 

“Jika Anda melihat bahwa diet lektin sukses bikin berat badan Kelly turun, ya, jelas saja itu bisa terjadi. Lektin ada di banyak makanan. Jika dia tidak makan lektin, maka dia tidak makan banyak jenis makanan. Otomatis, berat badannya pasti akan menurun,“ dr. Karin menegaskan. 

Jadi, bila Anda tertarik untuk menurunkan berat badan dengan diet lektin seperti Kelly Clarkson, sebaiknya Anda pikir baik-baik. Konsultasikan dengan dokter gizi terlebih dahulu bila ingin menerapkan metode diet tertentu agar tubuh bisa langsing tanpa harus kekurangan gizi. Anda juga dapat menurunkan berat badan dengan menerapkan diet seimbang serta olahraga yang benar. 

[HNS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓