Ibu Hamil Dehidrasi Saat Ibadah Haji, Bagaimana Mengatasinya?

Oleh Ayu Maharani pada 30 Jul 2019, 11:30 WIB
Ibu hamil yang sedang melakukan ibadah haji bisa saja mengalami dehidrasi. Ini cara terbaik mengatasinya agar tidak terjadi komplikasi.
Ibu Hamil Dehidrasi Saat Ibadah Haji, Bagaimana Mengatasinya? (WMaireche/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Ibu hamil yang melakukan ibadah haji – sama seperti jemaah lainnya – juga rentan mengalami dehidrasi akibat suhu udara di Tanah Suci yang cenderung ekstrem. Dalam kondisi dehidrasi, beragam gangguan kesehatan sangat mudah menyerang. Padahal untuk menjalankan rangkaian ritiual ibadah ini diperlukan kondisi fisik yang prima.

Perlu diketahui, ibu hamil memang diperbolehkan melakukan perjalanan ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji. Mengutip keterangan dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons dari KlikDokter, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji sendiri menyatakan bahwa wanita hamil diizinkan berangkat haji asalkan usia kandungan tidak di bawah 14 minggu dan tidak lebih dari 26 minggu.

Mengapa begitu? Ini karena ibu dengan usia kehamilan di bawah 14 minggu kondisi kehamilannya masih lemah akibat belum terbentuknya plasenta dengan sempurna. Sedangkan, ibu dengan usia kehamilan di atas 26 minggu rawan akan permulaan melahirkan (pembukaan) dan beberapa aktivitas selama ibadah haji bisa saja memicu kontraksi.

Bahaya dehidrasi pada ibu hamil saat ibadah haji

Kebutuhan cairan pada ibu hamil lebih banyak ketimbang orang yang sedang tidak hamil. Di awal kehamilan, risiko dehidrasi meningkat saat ibu hamil mengalami mual dan muntah yang hebat. Lalu di tahap selanjutnya, risiko tersebut semakin tinggi lagi karena tubuh mereka mengalami peningkatan suhu (overheating). Alhasil, penguapan air ikut meningkat. 

Sebenarnya, dehidrasi yang sifatnya ringan tidak berbahaya selama ibu hamil dapat segera mengganti cairan yang hilang. Namun, jika dehidrasi sudah berubah menjadi derajat yang lebih berat, kondisi itu dapat menimbulkan komplikasi serius.

Lalu, bagaimana dengan wanita yang sudah hamil tua? Bukankah kondisi kehamilannya sudah jauh lebih kuat? Terkait hal ini, dr. Fiona Amelia, MPH. dari KlikDokter mengatakan bahwa dehidrasi yang terjadi di trimester ketiga kehamilan justru dapat memengaruhi produksi ASI. 

“Pada janin, dehidrasi dapat membuat cairan ketuban berkurang, lalu memengaruhi tumbuh kembang janin, dan berakhir pada persalinan prematur,” dr. Fiona menambahkan. 

Mengatasi dehidrasi pada ibu hamil saat ibadah haji

Supaya tidak berujung pada komplikasi, ibu hamil yang mengalami dehidrasi saat melakukan ibadah haji di Tanah Suci bisa menerapkan tips-tips berikut ini:

  • Segera minum banyak air putih dan istirahat.
  • Jika keadaan tak kunjung membaik setelah istirahat, segera hubungi dokter atau petugas medis yang bertugas untuk mendapatkan penanganan terbaik. Biasanya, cairan infus akan lebih cepat membantu memulihkan kondisi. 
  • Segera kunjungi pusat medis terdekat bila ibu hamil terlanjur mengalami sakit kepala, rasa melayang, suhu tubuh tinggi (panas), berkurangnya frekuensi gerakan janin, dan keluarnya air ketuban. Jangan sungkan untuk minta bantuan teman guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
  • Setelah mendapatkan pertolongan medis yang tepat, cegah kambuhnya dehidrasi dengan selalu membawa botol minum ke mana pun Anda pergi. Lalu minumlah 200 militer air putih setiap 1 jam. 
  • Pantau warna urine secara berkala. Jika berwarna jernih atau kuning cerah, ibu hamil sudah terhidrasi kembali. Sedangkan, jika urine berwarna kuning pekat hingga kecokelatan, sebaiknya kembali temui petugas medis untuk mendapat perawatan.

Dehidrasi yang terjadi pada ibu hamil selama melakukan ibadah haji di Tanah Suci adalah kondisi yang tidak bisa dianggap sepele. Selain mengganggu kenyamanan beribadah, kondisi tersebut juga bisa menyebabkan komplikasi yang membahayakan diri maupun janin dalam kandungan. 

Oleh karena itu, ibu hamil yang sedang melakukan ibadah haji di Tanah Suci diwajibkan untuk selalu menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air putih dalam jumlah cukup. Selain itu perlu mengonsumsi makanan bergizi seimbang, susu atau suplemen kehamilan, dan istirahat cukup. Jika mengalami tanda-tanda dehidrasi seperti pusing, tubuh terasa melayang, dan urine berwarna keruh, segera periksa ke pusat medis.

(NB/ RVS)