Polusi Udara Jakarta Tinggi, Lindungi Anak dengan 5 Cara Ini

Oleh Ayu Maharani pada 30 Jul 2019, 16:20 WIB
Akibat polusi udara Jakarta yang tinggi kualitas udara pun menurun. Lindungi kondisi paru anak yang masih rentan dengan cara berikut.
Polusi Udara Jakarta Tinggi, Lindungi Anak dengan 5 Cara Ini (Lapina/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Polusi udara Jakarta sudah tergolong tinggi. Bahkan menurut laman AirVisual per 29 Juli 2019 pukul 06:10 WIB, kualitas udara Jakarta terburuk sedunia, duduk di angka 188. Angka 188 tersebut di atas menandakan bahwa udara yang dihirup oleh masyarakat Jakarta tak sehat.

Kualitas udara semacam ini tentu membahayakan kesehatan siapa saja termasuk anak. Akibatnya kesehatan paru pun terancam, terlebih anak-anak karena ketahanan organ pernapasannya itu lebih rendah ketimbang orang dewasa, sehingga butuh perlindungan ekstra.

Berdasarkan penjelasan dari dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, Anda bisa melindungi anak dari jahatnya polusi dengan menerapkan beberapa cara ini.

1. Selalu memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan

Masker cukup efektif untuk menghalau polusi karena dapat menyaring bakteri dan virus di udara agar tidak langsung masuk ke mulut dan hidung. Jenis masker yang paling sering digunakan adalah masker sekali pakai atau masker berbahan kain yang bisa dicuci ulang.

Mengingat tingkat polusi Jakarta adalah yang terburuk di dunia, pertimbangkan untuk menggunakan masker N95 yang lebih ampuh menyaring zat-zat beracun di udara. Maker jenis ini dirancang secara pas menutupi setengah bagian wajah dan dilengkapi dengan alat yang efisien untuk menyaring partikel berbahaya di udara.

2. Meminimalkan aktivitas di luar ruangan

Selagi status udara Jakarta masih begitu mengkhawatirkan, semaksimal mungkin hindari beraktivitas di luar ruangan terlalu lama. Khususnya di tempat-tempat yang dekat dengan jalan raya yang penuh kendaaran bermotor atau area pabrik.

“Puncak polusi udara itu biasanya terjadi pada pagi menjelang siang dan siang hari. Jadi pada waktu-waktu tersebut, sebaiknya di dalam ruangan saja. Jika tidak mendesak, lebih baik beraktivitas pagi buta atau malam sekalian, karena kadar polusinya tidak terlalu parah,” terang dr. Sepriani.

1 of 2

Selanjutnya

3. Tingkatkan frekuensi pembersihan AC

Sebetulnya lingkungan dalam ruangan pun tidak menjamin keamanan udara. Pasalnya, dr. Sepriani mengatakan bahwa kuman di dalam pendingin ruangan (AC) yang sudah lama tidak dibersihkan justru lebih berbahaya daripada polutan yang ada di luar ruangan.

“Kalau di udara terbuka atau panas, kuman bisa mati dengan cepat. Beda halnya bila kuman itu berasal dari AC yang sudah usang atau kotor. Karena AC itu lembap, kuman bisa mendapatkan kesempatan lebih lama untuk berkembang menjadi kuman yang lebih berbahaya,” tambahnya.

Jika biasanya Anda membersihkan AC tiga bulan sekali, mungkin sebaiknya Anda tingkatkan frekuensinya menjadi sebulan sekali.

4. Atur sirkulasi udara dengan exhaust fan

Udara di dalam rumah juga mesti dibersihkan dan diberi kesempatan untuk bersirkulasi. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan exhaust fan.

“Kalau jendela rumah tidak besar atau jarang dibuka sehingga menjadikan sirkulasi udara di rumah kurang lancar, setidaknya gunakan exhaust fan. Alat tersebut dapat membantu memperlancar sirkulasi udara, sehingga penghuni di dalam rumah bisa bernapas lebih lega,” jelas dr. Sepriani.

5. Tingkatkan konsumsi makanan yang mengandung antioksidan

Optimalkan empat cara di atas dengan melindungi tubuh dari dalam, yaitu dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan antioksidan demi meningkatkan daya tahan tubuh. Contohnya adalah buah dan sayur.

Buah dan sayur yang mengandung vitamin C, A, E efektif untuk menangkal radikal bebas. Sumber vitamin A adalah brokoli, wortel, bayam, bit, sawi hijau, paprika, dan lain-lain. Vitamin C bisa didapat dari apel, pepaya, stroberi, markisa, kembang kol, dan lain-lain. Sedangkan vitamin E bisa ditemukan dalam alpukat, brokoli, lobak hijau, minyak biji gandum, hazelnut, dan sebagainya.

Mengingat tingkat polusi udara Jakarta yang tinggi, lindungi anak dari udara toksik Jakarta dengan cara-cara di atas. Jangan lupa lindungi juga diri Anda. Minimalkan aktivitas di luar ruangan apalagi pada jam-jam sibuk, bawa selalu masker ke mana pun, serta pastikan kondisi dalam ruangan di rumah memiliki sirkulasi udara yang baik. Jika Anda atau anak mengalami sesak napas setelah beraktivitas atau batuk yang tak kunjung mereda, sebaiknya periksakan diri ke dokter.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓