Mempersiapkan Anak Hiperaktif untuk Mulai Sekolah

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 30 Jul 2019, 17:20 WIB
Persiapkan anak hiperaktif dengan ini, agar ia benar-benar mampu menjalani aktivitas dengan optimal di sekolah.
Mempersiapkan Anak Hiperaktif untuk Mulai Sekolah (Suzanne-Tucker/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Gangguan hiperaktif alias attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) adalah salah satu gangguan mental yang bisa terjadi pada anak. Orang tua yang memiliki anak hiperaktif perlu usaha ekstra dalam hal pola asuh, termasuk saat mempersiapkan mereka untuk masuk ke sekolah.

Menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter anak hiperaktif biasanya mengalami kelainan perkembangan saraf. Akibat dari kondisi itu kemampuannya dalam menjalin hubungan sosial dengan sekitarnya turut mengalami gangguan. Tak heran, studi yang dipublikasikan oleh Pediatrics menyatakan bahwa kebanyakan anak hiperaktif tidak siap untuk sekolah.

Sebuah tim yang dipimpin oleh asisten profesor pediatri di Stanford University, Dr. Irene Loe menemukan bahwa 79% anak-anak dengan gangguan hiperaktif tidak memiliki kesiapan penuh untuk menghadapi kehidupan sekolah.

"Banyak dari anak ADHD tidak diidentifikasi sampai mereka benar-benar mengalami banyak masalah di lingkungan sekolah," kata Loe.

Apa yang bisa dilakukan orang tua?

Orang tua yang memiliki anak dengan gangguan hiperaktif perlu melakukan beragam upaya untuk menyiapkan kondisi si Kecil sebelum menghadapi usia sekolah. Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah dengan membuat anak hiperaktif merasa nyaman, baik saat berada di sekolah maupun ketika bermain dengan teman sebayanya.

Selain itu, para peneliti juga menyarankan agar orang tua mengatur jadwal dan kebiasaan tidur yang baik untuk si Kecil. Persiapan ini bisa dilakukan sejak satu bulan sebelum anak dengan ADHD mulai bersekolah. Pastikan orang tua benar-benar menyesuaikan jadwal dan kebiasaan tidur dengan waktu si Kecil sekolah, agar segalanya berjalan sesuai rencana.

Tak cukup dengan itu, orang tua juga perlu mengasah kompetensi sosial-emosional anak hiperaktif agar mereka benar-benar siap menghadapi kehidupan bejalar dan mengajar di sekolah. Kompetensi sosial-emosional yang dimaksud meliputi kesehatan fisik, perkembangan sensorik, manajemen perilaku, tingkat fokus, rasa peduli, komunikasi, mengelola emosi, dan keterampilan akademik awal.

Homeschooling bisa jadi pilihan

Jika anak tampak tidak siap untuk masuk ke sekolah konvensional, homeschooling bisa menjadi pilihan. Berdasarkan penuturan dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, homeschooling adalah pilihan yang baik untuk menunjang pendidikan anak hiperaktif.

Homeschooling bisa menjadi pilihan yang baik asalkan kurikulum yang digunakan benar-benar mampu mewadahi kemampuan belajar anak. Dengan ini, anak hiperaktif bisa tetap menikmati pelajaran tanpa khawatir soal kondisi emosional dan sosialnya,” kata dr. Astrid.

Lebih lanjut, dr. Astrid juga mengatakan bahwa orang tua dan guru perlu memahami bahwa anak hiperaktif memiliki rentang perhatian dan mekanisme penyesuaian yang berbeda dengan rasa bosan. 

"Tak jarang, anak dengan gangguan hiperaktif dapat berkonsentrasi penuh pada kegiatan yang menarik untuknya. Kendati demikian, ia tidak dapat mengontrol diri untuk menaruh perhatian pada kegiatan yang tidak ia sukai," dr. Astrid memberikan penjelasan. 

Di sisi lain, dr. Astrid juga mengatakan bahwa homeschooling bukanlah sesuatu yang wajib atau menjadi standar pemilihan pendidikan anak dengan gangguan hiperaktif. Ini karena karakter dan tingkat keparahan ADHD pada tiap anak berbeda-beda meski mereka memiliki gejala atau tanda yang serupa dan mayoritas sama.

Sejatinya, anak hiperaktif atau anak dengan gangguan ADHD tetap bisa mengenyam pendidikan selayaknya anak lain lain seusianya. Dengan persiapan yang matang, sekolah konvensional ataupun homeschooling adalah pilihan yang sama-sama baik, asalkan keduanya mampu memfasilitasi “perbedaan” yang ada pada anak hiperaktif.

(NB/ RVS)