Tekan Risiko Diabetes dengan Plant Based Diet

Oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti pada 31 Jul 2019, 08:00 WIB
Yuk, berkenalan dengan plant based diet yang katanya bisa tekan risiko diabetes!
Tekan Risiko Diabetes dengan Plant Based Diet (Olinda/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Jika seseorang menjalankan pola makan yang sehat, maka risiko serangan diabetes pun seharusnya dapat diminimalkan. Salah satu pola makan yang kini sedang hangat disebut-sebut dapat membantu mengurangi risiko diabetes adalah plant based diet.

Istilah diabetes sendiri tentu sudah tidak asing lagi banyak orang. Penyakit metabolik yang diakibatkan oleh tingginya kadar glukosa dalam darah ini dapat menyerang siapa pun, mulai dari anak muda hingga lanjut usia.

Menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat, tercatat lebih dari 100 juta orang dewasa menderita diabetes atau prediabetes

Sedangkan di Indonesia sendiri, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dicatat oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan di tahun 2013, sekitar 6,9 persen penduduk di seluruh Indonesia mengalami diabetes. Angka ini, bahkan diprediksi dapat berlipat ganda pada tahun 2030.

Diabetes memiliki beberapa tipe, namun yang paling umum ditemukan adalah diabetes tipe 2. Kondisi yang dialami penderita diabetes tipe ini adalah sel beta pankreas yang tidak dapat memproduksi insulin dalam jumlah cukup, atau sel-sel tubuh tidak menunjukkan respons terhadap insulin yang diproduksi. Salah satu penyebab utama diabetes tipe 2 adalah pola makan.

Pola makan sehat untuk tekan risiko diabetes

Kabar baiknya, itu adalah suatu hal yang dapat dimodifikasi. Jika seseorang menjalankan pola makan sehat, maka risiko serangan penyakit ini pun seharusnya dapat diminimalkan. Salah satunya yang adalah lewat plant based diet, pola makan yang didasari pada gaya vegetarian.

Selama ini, serangkaian penelitian telah banyak dilakukan untuk menemukan cara mengurangi risiko terserang diabetes. Dari sekian banyak penelitian, ditemukan bahwa pola makan vegetarian, atau diet di mana seseorang secara eksklusif hanya mengonsumsi makanan yang berasal dari tanaman  (nabati) dan bukan hewan, mampu secara signifikan menurunkan risiko tersebut.

Individu yang menerapkan pola makan terbatas pada sumber makanan nabati secara umum akan mengonsumsi lebih sedikit kalori, kolesterol, dan lemak, terutama lemak tak jenuh. Biasanya, mereka juga memiliki angka indeks massa tubuh yang lebih rendah daripada kelompok yang tidak membatasi sumber makanannya.

Pola makan eksklusif nabati juga akan lebih banyak mengonsumsi serat, kalium, dan vitamin C. Pada berbagai studi prospektif dengan subjek usia dewasa, kelompok ini memiliki prevalensi yang lebih rendah terhadap diabetes tipe 2, penyakit jantung, hipertensi, dan obesitas.

1 of 2

Plant based diet untuk Anda

Namun, sebelum mulai menjalani pola makan yang berpusat pada sumber tanaman atau nabati, ada baiknya untuk terlebih dahulu mempelajari hal-hal terkait pola makan ini lebih jauh. 

Apakah Anda akan langsung menjadi seorang vegan? Atau, memulai secara perlahan dari perubahan yang paling mudah, yaitu mengurangi konsumsi makanan yang bersumber dari hewani sedikit demi sedikit?

Anda pun perlu mulai mempelajari bagaimana cara agar kebutuhan gizi seimbang dari berbagai komponen nutrisi dapat tetap terpenuhi dengan sumber nabati saja. Misalnya, konsumsi protein merupakan salah satu hal yang perlu perhatian lebih karena sumber protein hewani lebih umum dikenali dan mudah ditemukan. 

Sumber protein nabati yang dapat Anda konsumsi untuk memenuhi kebutuhan protein tubuh di antaranya adalah kacang-kacangan, susu nabati seperti susu kedelai dan susu almon, produk kacang kedelai seperti tahu dan tempe, serta quinoa.

Saat Anda ingin menerapkan pola makan eksklusif nabati, sumber kalsium juga menjadi hal lain yang kerap luput dari perhatian. Padahal, kalsium sangat penting untuk tubuh dan sering kali didapatkan dengan mudah dari susu. Anda dapat menggantinya dengan jeruk, daun kale, atau almon.

Meskipun pola makan plant based diet merupakan suatu cara yang kini banyak direkomendasikan untuk membantu menurunkan risiko diabetes dan berbagai penyakit metabolik lainnya, tetap konsultasikan dengan dokter Anda jika ingin menjalaninya. Pastikan kondisi kesehatan Anda baik untuk dapat menjalani pola makan ini, sehingga tidak ada kebutuhan nutrisi yang dikorbankan.

[MS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓