Terlalu sering Konsumsi Makanan Olahan, Apa Dampaknya?

Oleh dr. Muhammad Iqbal Ramadhan pada 31 Jul 2019, 12:00 WIB
Makanan olahan memang menggoda selera. Namun, terlalu sering mengonsumsinya ternyata bisa berbahaya bagi tubuh.
Terlalu sering Konsumsi Makanan Olahan, Apa Dampaknya? (Artem Shadrin/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Berbagai jenis makanan olahan mulai dari nugget hingga burger memang amat sulit ditolak. Melihat gambarnya yang terpajang di etalase beberapa restoran cepat saji pun bisa membuat Anda tergiur hingga menelan ludah. Tapi, mengendalikan diri dan menolaknya bisa menyelamatkan nyawa Anda.

Seputar makanan olahan

Makanan olahan atau yang biasa disebut makanan siap saji sudah mengalami beberapa proses pengolahan seperti digoreng, dipanaskan, direbus, dibakar, dibekukan, dikemas atau bahkan diawetkan.

Tentu saja hal tersebut dilakukan dengan berbagai tujuan, yaitu agar makanan terasa lebih nikmat atau lebih tahan lama. Makanan siap saji ini mudah sekali diperoleh di berbagai gerai makanan di sekitar Anda, dengan penyajian yang begitu menggugah selera.

Bahaya makanan olahan

Selain memenuhi hasrat lidah, makanan olahan tentunya juga mengenyangkan. Mirisnya, kudapan ini ternyata memiliki berbagai dampak buruk bagi kesehatan Anda. Berikut ini adalah di antaranya:

  1. Tinggi gula dan kalori

Ketika berpikir tentang makanan siap saji, jangan hanya merujuk pada makanan di restoran cepat saji. Makanan siap saji tersebut juga termasuk keripik, soda, kue, permen, kentang goreng, burger, pizza, makanan panggang, dan semua makanan berkalori tinggi yang bergizi rendah.

Jenis makanan ini merupakan makanan olahan yang bagi sebagian besar orang merupakan sumber utama kalori atau karbohidrat. Belum lagi, produk makanan yang berbahan dasar tepung memiliki indeks glikemik tinggi, terutama  jika disertai zat pemanis tambahan.

Kandungan tersebut akan membanjiri aliran darah dengan glukosa yang kemudian menyebabkan lonjakan gula darah, sehingga dapat memicu terjadinya penyakit diabetes mellitus dan segala komplikasinya yang sangat berbahaya.

Lonjakan glukosa tersebut akan menyebabkan tingginya jumlah insulin serta memicu pertumbuhan sel-sel lemak, meningkatkan replikasi sel dan pertumbuhan tumor. 

  1. Mengandung garam berlebih

Makanan olahan juga sangat identik dengan kadar garam serta penyedap rasa yang berlebihan dengan alasan menambah cita rasa.

Jika kadar garam atau natrium menumpuk, lemak akan terikat dan menyebabkan naiknya berat badan, tingginya kadar kolesterol ataupun penumpukkan plak pada pembuluh darah.

Selain itu, hal tersebut juga akan berpengaruh terhadap elastisitas pembuluh darah. Mirisnya, jika berlangsung terus menerus, maka akan terjadi tekanan darah tinggi atau hipertensi, kolesterol tinggi (hiperkolesterolemia) dan penyakit jantung koroner di kemudian hari.

  1. Mengandung senyawa karsinogenik

Makanan yang dipanggang biasanya kaya akan senyawa akrilamida, yang dipercaya akan menjadi faktor pencetus kanker atau karsinogenik. Dalam beberapa penelitian, hal tersebut mendorong fakta medis bahwa akrilamida berpengaruh terhadap ekspresi genetik penyebab kanker.

Jumlah protein hewani yang berlebihan pada beberapa jenis junk food seperti burger ataupun sandwich diklaim bisa memicu hormon insulin – 1 (IGF-1) yang berlebihan.

Hal ini dapat berujung pada penuaan dini atau gangguan fungsi penghantar saraf otak, mengganggu detoksifikasi dan perbaikan sel, serta meningkatkan risiko kanker.

Tips aman melahap makanan olahan

Makanan olahan atau cepat saji bukan berarti selalu membawa keburukan. Ketika Anda lebih cermat dan bijak dalam mengonsumsinya, risiko kesehatan yang akan muncul juga semakin kecil.

Berikut ini adalah beberapa tips dalam mengonsumsi makanan olahan yang bisa Anda terapkan, agar terhindar dari risiko berbagai penyakit berbahaya:

  • Kombinasikan makanan olahan dengan makanan tinggi nutrisi yang kaya serat dan vitamin.
  • Hindari terlalu sering mengonsumsi makanan olahan, lebih baik mulailah memasak sendiri makanan Anda.
  • Teliti jumlah kalori, kadar glukosa, natrium dan kandungan gizi lainnya yang tercantum pada kemasan makanan siap saji atau olahan sebelum membeli atau mengonsumsinya.
  • Selalu periksa tanggal kedaluwarsa setiap akan mengonsumsi makanan olahan kemasan.

Makanan olahan dikenal amat berbahaya bagi kesehatan. Jenis makana ini juga  berisiko memicu berbagai jenis penyakit berbahaya, termasuk kanker, penyakit jantung, hipertensi dan diabetes mellitus. Oleh sebab itu, mulailah membatasi asupannya, dan ganti dengan menu kaya nutrisi yang tinggi serat serta vitamin. 

[NP/ RVS]